Kota Kupang merupakan pusat pemerintahan di Provinsi NTT. Secara astronomis, Kota Kupang terletak antara 10º 36’ 14’’ – 10º 39’ 58’’ Lintang Selatan 123º 32’ 23’’ – 123º 37’ 01’’ Bujur Timur yang terletak di bagian tenggara Provinsi NTT. Secara administrasi Kota Kupang terdiri atas 6 kecamatan, 51 kelurahan, dengan luas wilayah 260,127 km2 atau 26.012,7 ha, terdiri dari luas daratan 180,27 km2 atau 18.027 ha dan luas lautan 94,79 km2 atau 9.479 ha. Kecamatan yang terluas adalah Kecamatan Alak dengan luas 86,91 km² sedangkan kecamatan dengan luas wilayah terkecil adalah Kecamatan Kota Lama yaitu sebesar 3,22 km². Kecamatan dengan daerah tertinggi di atas permukaan laut terletak di Maulafa sedangkan kecamatan dengan daerah terendah di atas permukaan laut adalah Kota Lama.

 

Luas dan Tinggi Wilayah

Gambaran umum 6 kecamatan yang berada di Kota Kupang dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

Tabel 1

 Ibukota Kecamatan, Luas, dan Ketinggian Kota Kupang Per Kecamatan

Kecamatan Ibukota Kecamatan Luas Wilayah Persentase Luas Wilayah Ketinggian
Alak Pensake Oeleta 86,91 48,21% 120,00
Maulafa Maulafa 54,80 30,40% 130,00
Oebobo Oebobo 14,22 7,89% 80,00
Kota Raja Kota Raja 6,10 3,38% 90,00
Kelapa Lima Kelapa Lima 15,02 8,33% 50,00
Kota Lama Kota Lama 3,22 1,79% 30,00
Kota Kupang 180,27 100%  

Sumber: Badan Pusat Statistik dalam angka, 2021 (diolah)

Adapun jarak antar kecamatan terhadap ibukota Kupang dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

Gambar 1

Jarak Antar Kecamatan terhadap Ibukota Kota Kupang Tahun 2020
Sumber: Badan Pusat Statistik dalam angka, 2021. (Diolah)

 

Kondisi Fisik

  • Topografi

Secara topografi Kota Kupang terdiri atas daerah pantai, dataran rendah dan perbukitan. Untuk daerah terendah terletak pada ketinggian 0-50 meter dari permukaan laut rata-rata sedangkan daerah tertinggi terletak di bagian selatan dengan ketinggian antara 100-350 meter dari permukaan laut. Daerah pantai merupakan kawasan di bagian utara yang berbatasan langsung dengan Teluk Kupang dengan kemiringan antara 0% sampai 2% daerah dataran rendah merupakan kawasan di bagian pesisir, dengan kemiringan antara 2-5%. Kota Kupang secara visual merupakan daerah dataran rendah yang sudah dimanfaatkan pula sebagai lahan kegiatan usaha seperti sawah tadah hujan, kebun musiman dan semak belukar. Pada bagian barat daya dan selatan terdapat perbukitan yang harus dilindungi dengan penghijauan (reboisasi) yang berfungsi sebagai daerah tangkapan (catchment area) untuk menjaga potensi air tanah di Kota Kupang.

 

  • Geologi dan Morfologi

Pembentukan tanah dalam wilayah Kota Kupang terdiri dari bahan keras dan bahan non vulkanis. Bahan-bahan mediteran/rencina/litosol terdapat di Kecamatan Alak, Maulafa, Kota Raja, Oebobo, Kelapa Lima dan Kota Lama.

  • Mediteran

Tanah mempunyai lapisan solum yang tebal. Kadar unsur basa yang terkandung umumnya tinggi, daya menahan airnya sedang, sehingga kepekaan terhadap erosi juga sedang. Sifat-sifat fisik dan kimianya baik sehingga nilai produksinya cukup tinggi dan apabila persediaan air cukup untuk pengolahan/tumbuh tanam, maka jenis tanah ini dapat dimanfaatkan untuk persawahan.

  • Litosol

Merupakan tanah mineral dengan sedikit perkembangan di atas batuan kukuh, dengan kedalaman profil kurang dari 50 cm. Jenis tanah ini mempunyai hambatan kedangkalan profil disertai kadang-kadang kurangnya air, kemungkinan digunakan sebagai lahan pertanian sangat terbatas. Penyebaran untuk jenis tanah litosol banyak dijumpai di enam kecamatan di Kota Kupang

 

  • Klimatologi

Jika dilihat dari sisi iklim, rata-rata suhu udara di Kota Kupang tahun 2020 berkisar antara 26,4˚C sampai dengan 29˚C dengan kelembaban udara rata-rata tahunan 76,75. Curah hujan tertinggi di Kota Kupang pada bulan Desember sebesar 308 mm dan yang terendah di bulan Juni – September yaitu 0 mm dengan total hari hujan sebanyak 91 hari.

 

  • Kerawanan Bencana

Berdasarkan data BPS, bencana alam yang tercatat dalam kurun waktu 2018-2020 adalah banjir, gempa bumi, dan tanah longsor. Berdasarkan RDTR Kota Kupang 2011-2031, perincian daerah rawan bencana adalah sebagai berikut.

 

Tabel 2

 Kawasan Rawan Bencana di Kota Kupang

No Kawasan Lokasi
1 Kawasan Rawan Tsunami dan Abrasi Sepanjang pantai Teluk Kupang mulai dari Tenau sampai Lasiana.
2 Kawasan Rawan Tanah Longsor di pinggiran Sungai Liliba, Sungai Dendeng, Sungai Oesapa, dan Sungai Merdeka
3 Kawasan Rawan Genangan Kelurahan Naikoten I, Kelurahan Naikoten II,

Kelurahan Oetete, Kelurahan Kuanino, Kelurahan Oepura, Kelurahan Oebobo, Kelurahan Air Mata, Kelurahan Oeba, Kelurahan Oebufu, Kelurahan Fatululi, Kelurahan Kelapa Lima, Kelurahan Oesapa, Kelurahan Fatufeto, Kelurahan Naikolan, Kelurahan Penfui, Kelurahan Lasiana, Kelurahan Oesapa Selatan dan Kelurahan Oesapa Barat.

Sumber: RTRW Kota Kupang Tahun 2011-2031

 

Demografi

  • Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk Kota Kupang pada tahun 2020 adalah sebanyak 442.760 jiwa dengan RJK (Rasio Jenis Kelamin) sebesar 102. Jumlah penduduk tersebut mengalami penurunan sebesar 4,44% dari tahun 2019. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2010-2020 adalah sebesar 2,79 %. Kota Kupang memiliki kepadatan penduduk sangat padat yaitu 2456,08 jiwa/km2.

Perubahan jumlah penduduk dari tahun 2010-2020 dapat dilihat melalui diagram berikut:

Gambar 2

Jumlah Penduduk Kota Kupang 2010-2020
Sumber: Badan Pusat Statistik dalam angka, 2021

 

  • Jumlah Rumah Tangga

Terdapat sebanyak 139.709 kepala keluarga (KK) di Kota Kupang pada tahun 2020. Jumlah terbanyak berada di Kecamatan Oebobo (31.748 KK), sedangkan jumlah paling sedikit terdapat di Kecamatan Kota Lama (13.021 KK).

 

Tabel 3

 Jumlah KK di Kota Kupang Per Kecamatan Tahun 2020

Kecamatan Laki-Laki Perempuan Jumlah
Alak 17.519 5.618 23.137
Maulafa 21.908 6.825 28.733
Oebobo 17.061 6.258 23.319
Kota Raja 13.226 8.522 31.748
Kelapa Lima 13.929 5.822 19.751
Kota Lama 9.081 3.940 13.021
Total Kota Kupang 139.709

Sumber: BPS Kecamatan dalam angka dan Kabupaten Kota Kupang dalam Angka, 2020

 

  • Piramida Penduduk

Penduduk pada Kota Kupang saat ini didominasi oleh penduduk yang berusia produktif (penduduk berusia 15-64 tahun) yaitu 71,93%. Jika dilihat dari piramida penduduk yang ada pada gambar dibawah, piramida tersebut tergolong piramida ekspansif (muda). Artinya sebagian besar penduduk berusia muda, sedangkan penduduk usia lanjutnya sedikit. Sehingga diperlukan lapangan pekerjaan yang cukup untuk memenuhi jumlah angkatan kerja yang ada.

 

Gambar 3

Piramida Penduduk Kota Kupang
Sumber: Badan Pusat Statistik dalam angka, 2021

 

  • Proyeksi Penduduk

Berdasarkan proyeksi penduduk yang telah dilakukan, pada tahun 2041 penduduk Kota Kupang meningkat dari 442.760 jiwa (tahun 2020) menjadi 789.153 jiwa. Proyeksi tersebut dihitung dengan menggunakan rumus geometri seperti berikut:

Dengan: Pn = Proyeksi penduduk tahun tertentu

Po = Penduduk awal tahun

1  = konstanta

r   = angka pertumbuhan penduduk

n  = rentang tahun

Proyeksi tersebut menggunakan data jumlah penduduk dari tahun 2010 hingga 2020. Jumlah penduduk Kota Kupang pada tahun 2010 adalah 336.239 jiwa dan laju pertumbuhan penduduk 2010-2020 adalah 2,79%. Sehingga didapatkan hasil proyeksi seperti pada tabel berikut:

Tabel 4

 Proyeksi Penduduk Kota Kupang

Tahun 2010 2015 2020 2021 2025 2030 2035 2041
Jumlah Penduduk 336.239 390.877 442.760 455.114 508.076 583.027 669.035 789.153

Sumber: Badan Pusat Statistik dalam angka (diolah), 2021

 

  • Kemiskinan

Gambaran kemiskinan di Kota Kupang selama tahun 2015-2020 dapat dilihat pada grafik. Jumlah penduduk miskin mengalami perkembangan fluktuatif hingga pada tahun 2020 mencapai 39.720 jiwa (8,96% dari keseluruhan).

 

Gambar 4

Jumlah Penduduk dan Garis Kemiskinan Kota Kupang
Sumber: BPS Kabupaten Dalam Angka, 2021. (Diolah)

 

Adapun perkembangan secara fluktuatif juga terlihat pada indeks kedalaman kemiskinan dan keparahan kemiskinan yang pada tahun 2020 mencapai angka 1,6- untuk indeks kedalaman kemiskinan (lebih rendah dari rerata Prov. NTT sebesar 4,15) dan 0,37 untuk Indeks Keparahan Kemiskinan (lebih rendah dari rerata Prov. NTT sebesar 1,24).

Gambar 5

Indeks Keparahan dan Kedalaman Kemiskinan Kota Kupang
Sumber: BPS Kabupaten Dalam Angka, 2021. (Diolah)

 

Perumahan dan Kawasan Permukiman

  • Tipologi Perumahan dan Budaya Bermukim

Secara topografi Kota Kupang terdiri atas daerah pantai, dataran rendah dan perbukitan. Tipologi permukiman penduduk yaitu permukiman masyarakat/swadaya, perumahan yang dibangun pengembang dan perumahan negara.

 

  • Status Penguasaan Bangunan

Status penguasaan bangunan merupakan salah satu indikator kesejahteraan penduduk di bidang perumahan. Semakin banyak penduduk yang mempunyai rumah sendiri maka semakin banyak juga masyarakat yang tergolong mapan dan sejahtera terutama dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Berdasarkan data pada buku statistik kesejahteraan Nusa Tenggara Timur tahun 2020, persentase kepemilikan bangunan tertinggi di Kota Kupang adalah milik sendiri yaitu sebesar 53,03%. Berikut merupakan tabel persentase status penguasaan bangunan tahun 2018-2020 di Kota Kupang:

 

Tabel 5

 Persentase Status Penguasaan Bangunan di Kota Kupang

Status Penguasaan Bangunan Persentase (%)
2018 2019 2020
Milik Sendiri 46,6 49,4 53,03
Kontrak/Sewa 36,72 35,54 0
Bebas Sewa 14,66 14,29 32,46
Dinas/lainnya 2,02 0,77 13,43

Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

 

 

  • Luas Lantai Bangunan Setiap Rumah

Luas lantai bangunan merupakan indikator lain yang menunjukkan kesejahteraan penduduk. Idealnya, sebuah keluarga harus menempati rumah dengan luas lantai minimal 8 kali jumlah anggota keluarganya. Di Kota Kupang, luas lantai yang mendominasi adalah 20-49 m2 yaitu 29,36%. Akan tetapi masih terdapat 29,12% bangunan yang memiliki luas lantai dibawah 20 m2. Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan luas lantai di Kota Kupang tahun 2018-2020:

 

Tabel 6

 Persentase jumlah bangunan berdasarkan luas lantai di Kota Kupang

Luas lantai (m²) Persentase (%)
2018 2019 2020
<19 26,33 31,52 29,12
20-49 35,9 29,56 29,36
50-99 19,05 23,37 29,08
100-149 10,02 10,12 9,46
150+ 8,69 5,44 2,99

Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

 

  • Jumlah Bangunan Berdasarkan Luas Perkapita

Luas Perkapita merupakan salah satu kriteria rumah layak huni. Berdasarkan publikasi BPS, luas perkapita minimal agar sebuah rumah dikatakan layak huni adalah ≥ 7,2 m2. Di Kota Kupang, luas perkapita yang mendominasi adalah ≥ 10 m2 yaitu 56,57 Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan luas perkapita di Kota Kupang pada tahun 2018-2020:

 

Tabel 7

 Persentase jumlah bangunan berdasarkan Luas Perkapita di Kota Kupang

Luas Perkapita (m²) Persentase (%)
2018 2019 2020
7,2 m² 28,3 26,89 26,18
7,3 – 9,9 m² 18,94 21,1 17,25
≥ 10 m² 52,76 52,01 56,57

Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

 

  • Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Atap Terluas

Bangunan berdasarkan atap terluas adalah klasifikasi bangunan berdasarkan penutup bagian atas sebuah bangunan, sehingga anggota rumah tangga yang berada di rumah tersebut dapat terlindung dari terik matahari, hujan dan sebagainya. Pada Kota Kupang, sebanyak 98,39% menggunakan seng sebagai atap. Berikut merupakan persentase bangunan berdasarkan jenis atap terluas di Kota Kupang tahun 2018-2020:

 

Tabel 8

 Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Jenis Atap Terluas di Kota Kupang

Jenis Atap Persentase (%)
2018 2019 2020
Beton/Genteng/Asbes 1,92 2,39 1,59
Seng 97,51 96,91 98,39
Bambu/Kayu/Sirap 0,51 0,28 0
Jerami/Ijuk/ Daun/Rumbia/Lainnya 0,05 0,42 N/A

Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

 

  • Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Dinding Terluas

Bangunan berdasarkan dinding terluas adalah klasifikasi bangunan berdasarkan sisi luar/batas/penyekat dari suatu bangunan dengan bangunan lain. Pada Kota Kupang, sebanyak 82,96% rumah menggunakan tembok/plesteran anyaman bambu/kawat sebagai dinding bangunan. Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan dinding terluas di Kota Kupang pada tahun 2018-2020:

 

Tabel 9

 Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Jenis Dinding Terluas di Kota Kupang

Jenis Dinding Persentase (%)
2018 2019 2020
Tembok/ Plesteran Anyaman Bambu/Kawat 72,42 78,76 82,96
Kayu/papan 1,08 1,9 1,53
Anyaman bambu 0,51 0,38 0,63
Batang Kayu/ Bambu/Lainnya 25,98 18,96 14,88

Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

 

  • Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Lantai Terluas

Bangunan berdasarkan jenis lantai terluas adalah klasifikasi bangunan berdasarkan bagian bawah/dasar/alas suatu ruangan, baik terbuat dari marmer, keramik, granit, tegel/teraso, semen, kayu, tanah dan lainnya seperti bambu. Pada Kota Kupang, kebanyakan bangunan menggunakan marmer/granit/keramik/parket/vinyl/karpet sebagai lantai yaitu 56,62% dari total bangunan. Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan jenis lantai terluas di Kota Kupang pada tahun 2018-2020:

 

Tabel 10

Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Jenis Lantai Terluas di Kota Kupang

Jenis Lantai Persentase (%)
2018 2019 2020
Marmer/Granit/Keramik/ Parket/Vinyl/ Karpet 46,07 53,95 56,62
Ubin/tegel/teraso 0,96 0,07 0,07
Kayu/papan 0,23 0,22 0,27
Semen/bata merah 51,5 41,78 41,31
Bambu/Tanah/ Lainnya 1,24 3,98 1,72

Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

 

  • Backlog Perumahan

Backlog perumahan di Kota Kupang sebanyak 360 unit, dengan jumlah terbanyak terdapat di Kecamatan Alak (78 unit) dan Kecamatan Oebobo (75 unit) sedangkan paling sedikit terdapat di Kecamatan Kota Lama (34 unit).

 

Tabel 11

 Jumlah Backlog di Kota Kupang, 2021

No Kecamatan Backlog (unit)
1 Kecamatan Alak 78
2 Maulafa 62
3 Kelapa Lima 65
4 Oebobo 75
5 Kota Raja 56
6 Kota Lama 24
Total 360

Sumber: Dinas PUPR Kota Kupang, 2021

 

  • Rumah Tidak Layak Huni

Jumlah Rumah Tidak layak Huni (RTLH) di Kota Kupang sebanyak 868 unit tersebar di empat kecamatan. Jumlah KK terbanyak yang menghuni RTLH terdapat di Kecamatan Kelapa Lima (407 KK).

 

 

 

Tabel 12

 Jumlah RTLH di Kota Kupang, 2021

No Lokasi RTLH (KK)
1 Kecamatan Alak  
  Kelurahan Alak 95
  Kelurahan Mantasi 55
2 Kecamatan Kota Lama  
  Kelurahan Airmata 26
  Kelurahan Oeba 79
  Fatubesi 39
3 Kecamatan Kota Raja  
  Kelurahan Fontein 61
  Kelurahan Nunleu 67
  Naikoten 1 39
4 Kecamatan Kelapa Lima  
  Kelurahan Oesapa 243
  Kelurahan Oesapa Barat 78
  Kelurahan Oesapa Selatan 86
Total 868

Sumber: Dinas PUPR Kota Kupang, 2021

 

  • Kawasan Permukiman Kumuh

Permukiman kumuh adalah permukiman yang tidak layak huni yang ditandai dengan ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat (UU No.1 Tahun 2011 tentang PKP). Berdasarkan SK Walikota Kupang Nomor 155A/KEP/HK/2021, lokasi permukiman kumuh di Kota Kupang tersebar pada 10 lokasi dengan total luas mencapai 123,95 ha. Lokasi kawasan kumuh dengan luas tertinggi yaitu pada Kawasan Weetobula seluas 26,77 ha. Luas kawasan kumuh terendah berada pada Kawasan Todekisar seluas 0,59 ha. Adapun lokasi kawasan kumuh yang menjadi kewenangan Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu sebanyak 2 kawasan (Kawasan Oesapa Barat 1 dan Kawasan Oesapa Barat 3.

 

Tabel 13

 Lokasi Permukiman Kumuh di Kota Kupang, 2019

Lokasi Luas (Ha) Kelurahan/Desa Kecamatan
Langgalero 15,15 Langgalero Kota Tambolaka
Weetobula 26,77 Weetobula  
Oesapa Barat 1 12,6 Oesapa Barat Kelapa Lima
Oesapa Barat 2 2,83
Oesapa Barat 3 10,88
Oetete 1,10 Oetete Oebobo
Pasir Panjang 2,06 Pasir Panjang Kota Lama
Penfui 1,88 Penfui Maulafa
Todekisar 0,59 Todekisar Kota Lama
Tuak Daun Merah 1,16 Tuak Daun Merah Oebobo
Total 123,95    

Sumber: SK Walikota Kupang Nomor 155A/KEP/HK/2020

 

Prasarana dan Sarana Umum

  • Prasarana Jalan

Prasarana jalan di Kota Kupang berdasarkan data BPS bahwa panjang ruas jalan Kota Kupang adalah 1.665,93 km dimana 94,53% nya merupakan jalan kabupaten. Sebagian besar jalan sudah menggunakan aspal namun masih terdapat jalan kerikil, tanah, dan lainnya sebesar 14,58%. Jika ditinjau dari kondisi jalannya, terdapat 44,90% jalan yang masuk kategori rusak-rusak berat. Rincian kondisi, jenis, dan tingkat kewenangan jalan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 14

 Tingkat Kewenangan, Kondisi, dan Jenis Jalan Kota Kupang

No. Jenis Jumlah Persentase
1 Negara  63,07 3,79%
2 Provinsi  28,07 1,68%
3 Kabupaten  1.574,79 94,53%
Jumlah  1.665,93 100,00%
No. Jenis Jumlah Persentase
1 Baik  639,87 40,63%
2 Sedang  227,84 14,47%
3 Rusak  441,49 28,04%
4 Rusak Berat  265,58 16,86%
Jumlah  1.574,78 100,00%
No. Jenis Jumlah Persentase
1 Aspal  1.423,05 85,42%
2 Kerikil  242,88 14,58%
3 Tanah  – 0,00%
4 Lainnya  – 0,00%
Jumlah  1.665,93 100,00%

Sumber: BPS Kabupaten Dalam Angka, 2021. (Diolah)

 

  • Prasarana Drainase

Kota Kupang saat ini sangat rawan terhadap genangan air, hampir setiap kali hujan dengan intensitas yang agak tinggi mengakibatkan beberapa kawasan permukiman maupun jalan terendam air. Kondisi ini terjadi karena berkurangnya luas areal resapan akibat perubahan penggunaan lahan dan juga karena drainase yang ada belum terbangun dengan baik. Drainase hanya terbangun di daerah yang dilalui oleh jalan arteri dan jalan lokal sehingga lebih banyak berfungsi untuk menampung air limpasan dari badan jalan tetapi belum dapat mengakomodasi air limpasan dari kawasan sekitarnya. Untuk kawasan permukiman air permukaan biasanya langsung diresapkan ke dalam tanah, hal inilah yang mengakibatkan terjadinya genangan pada beberapa kawasan permukiman di Kota Kupang pada saat musim penghujan. Selain hal tersebut beberapa kawasan yang walaupun sudah ada jaringan drainase tetapi masih mengalami genangan air, ini disebabkan karena pendangkalan/penyumbatan oleh sampah, penutupan permukaan drainase oleh masyarakat, penampang drainase yang tidak memadai sehingga tidak dapat menampung debit air yang ada ataupun kondisi jalan yang lebih rendah dari drainase.

Berdasarkan data dari hasil review desain master plan drainase di Kota Kupang, diketahui bahwa drainase primer di Kota Kupang sebagian besar masih berupa drainase alam yaitu berupa sungai maupun anak sungai, yang kondisi debitnya sangat berkurang atau kering pada saat musim kemarau. Untuk drainase sekunder di Kota Kupang panjang salurannya kurang lebih 64 km. Berdasarkan hasil survey juga diketahui bahwa pada kawasan-kawasan tertentu kondisi infrastruktur drainase banyak yang mengalami kerusakan, walau demikian tidak ada data yang menggambarkan seberapa besar tingkat pelayanan drainase di Kota Kupang.

Sistem drainase yang terdapat di Kota Kupang sebagian besar berupa saluran di tepi-tepi jalan regional, jalan Kota, jalan desa dan jalan lingkungan dengan kondisi berupa beton atau tanah. Berdasarkan jenis konstruksi, sistem drainase di Kota Kupang merupakan sistem saluran terbuka. Untuk sistem saluran terbuka biasanya dirancang untuk menampung dan mengalirkan air hujan saja. Hal tersebut mengakibatkan kurang optimalnya kondisi dan fungsi saluran yang ada, sehingga mengakibatkan kurang lancarnya aliran air untuk menuju saluran drainase primer yang ada.

Aliran air pada saluran-saluran drainase mengalir menuju sungai-sungai yang akan bermuara di pantai. Saluran drainase ini pada umumnya merupakan pembuangan-pembuangan alami dengan kondisi alur penuh semak belukar, berkelok-kelok, sempit dan dangkal. Bentuk saluran drainase yang melayani kawasan perkotaan di Kota Kupang adalah saluran terbuka yang belum diperkeras (berupa tanah) dan umumnya terletak di tepi jalan. Untuk menghindari terjadinya genangan pada saat musim hujan, perlu dilakukan pengembangan sistem drainase yang berhirarki dan terpadu yang merupakan penanganan drainase secara umum dan menyeluruh.

Pada prinsipnya pengembangan sistem drainase di Kota Kupang tetap memanfaatkan sistem drainase yang ada serta memanfaatkan sungai-sungai yang bermuara di pantai/laut atau pembuangan alamiah yang berfungsi sebagai badan air penerima dari limpasan air hujan sebagai jaringan pembuangan akhir.

Capaian pembangunan dan pemeliharaan jaringan drainase di Kota Kupang pada tahun 2017 dirincikan dalam tabel berikut. Tidak ada capaian pembangunan drainase setelah tahun 2017.

                                                                                                                            

Tabel 15

 Capaian Pekerjaan Drainase Perkotaan di Kota Kupang

No Nama Pekerjaan Lokasi Volume (meter)
1 Pemeliharaan drainase Kota Kupang 400
2 Pembangunan drainase Kelurahan Kayu Putih 124
3 Kelurahan Nunbaun Sabu 200
4 Kelurahan Oetete 600
5 Kelurahan Mantasi 300
6 Kelurahan Fontein 500
7 Kelurahan Naikolan 350
8 Kelurahan Nunleu 350
Total 2.824

Sumber: Dinas PUPR Kota Kupang, 2021

 

  • Prasarana Persampahan

Secara umum sistem pembuangan sampah di Kota Kupang terbagi atas 2 sistem pembuangan, yaitu:

  • Pembuangan secara individual, dimana masyarakat membuang dan memusnahkan sampahnya sendiri dengan cara dibakar dan ditimbun,
  • Pembuangan sampah secara kolektif yang biasanya dikelola oleh dinas kebersihan melalui suatu sistem pengelolaan persampahan yang terdiri pewadahan, pengumpulan, pendistribusian, pengolahan dan pembuangan akhir.

Sampah yang dihasilkan dari kegiatan penduduk Kota Kupang terdiri dari sampah rumah tangga, sampah tempat usaha seperti pertokoan, hotel, restoran, pasar, perkantoran dan kegiatan lainnya. Daerah yang terlayani sistem pengolahan sampah di Kota Kupang tersebut antara lain jalur jalan utama kota, permukiman dan pasar. Pengumpulan sampah di kawasan permukiman saat ini dilakukan dengan cara menampung pada TPS dan ada juga yang dibakar, untuk kawasan umum seperti perdagangan (termasuk pasar), jasa dan perkantoran, sistem pengumpulan sampah umumnya dilakukan dengan pola komunal, yaitu sampah dikumpulkan di TPS tertentu atau kontainer sampah untuk kemudian dibawa oleh truk sampah menuju ke TPA. Sampah yang bersumber dari pasar, pengelolaan dilakukan oleh Badan Pengelola Pasar dan Terminal (BP3T), mulai dari pengumpulan dan pewadahan sampah ke TPS. Pengelolaan sampah di Kota Kupang ditangani Dinas Kebersihan dan Pertamanan, untuk lokasi TPA Kota Kupang berada di Kelurahan Namosain Kecamatan Alak, yaitu sekitar 6 km dari pusat kota dengan luas lahan sekitar 10 Ha. Sistem TPA yang digunakan saat ini adalah sistem “Controlled Landfill“. Sedangkan pengelolaan sampah dengan metode 3R belum banyak digalakkan di Kota Kupang.

 

Tabel 16

 Kondisi Prasarana Persampahan di Kota Kupang

No Uraian Satuan Besaran
Data Pengumpulan Sampah   2013 2014 2015
1 Jumlah Penduduk Jiwa 58.637
2 Asumsi Produksi Sampah Lt/Orang/hr 2,5 2,5 2,5
3 Asumsi Produksi Sampah M3/hari 548 548 548
4 Cakupan Layanan Geografis Ha 10.346 10.720 11.898
5 Cakupan Layanan penduduk Jiwa 219.134 223.013 302.013
Data Transportasi Sampah        
1 Jumlah Pelayanan Terangkut m3/hr 378 486 666
2 Jumlah Truk Unit 35 35 40
3 Motor Roda Tiga Unit 52 52 52
4 Gerobak Unit 54 70 115
5 Container Unit 10 13 17
6 Jumlah TPS Unit 248 260 262

Sumber: RPIJM Bidang Cipta Karya Kota Kupang Tahun 2017-2021. (Diolah)

 

Rencana pengembangan sistem persampahan sebagaimana dimaksud dalam RDTR Kota Kupang:

  • perbaikan Tempat Pembuangan Sementara dan peningkatan sarana dan prasarana penunjang persampahan di setiap BWK Kota Kupang
  • meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui sosialisasi 3M (mengurangi, menggunakan dan mendaur kembali)
  • pengaturan rute dan peningkatan armada pengangkutan sampah
  • peningkatan kualitas Tempat Pembuangan Sementara menjadi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu di Kota Kupang
  • pembuatan master plan manajemen persampahan
  • penyediaan Tempat Penampungan Sampah (TPS) sementara di setiap unit lingkungan
  • menambah armada pengangkutan sampah dan Sumber Daya Manusia (SDM);
  • peningkatan Pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir dengan menggunakan metode Tempat Pembuangan Akhir yang ramah lingkungan yang dialokasikan di BWK IV
  • Rencana pengembangan sistem penanganan persampahan yang digunakan, adalah:
    • dikelola oleh Pemerintah Kota Kupang
    • Pemerintah Kota Kupang dapat melakukan kerjasama dengan pihak swasta dalam hal pengelolaan dan penanggulangan masalah sampah
    • pengolahan sampah dilaksanakan dengan teknologi ramah lingkungan sesuai dengan persyaratan teknis.

 

  • Jaringan Listrik dan Penerangan

Konsumsi listrik setiap tahunnya mengalami peningkatan begitu pula dengan produksi listrik. Perincian konsumsi dan produksi listrik dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 17

 Profil Kelistrikan di Kota Kupang

Tahun Daya Terpasang (KW) Produksi Listrik (KWh) Listrik Terjual (KWh) Dipakai Sendiri (KWh) Susut/ Hilang (%)
2015 183.718 335.923.678 278.106.583 21.178.759 5,4
2016 202.878 340.406.615 309.757.078 10.529.465 6,1
2017 223.667 332.481.281 303.794.459 7.425.414 6,13
2018 245.570 347.564.287 324.690.838 1.699.894 6,53
2019 268.797 373.937.113 340.924.320 6.641.658 7,13
2020 292.668 384.447.597 362.678.992 6.858.220 5,62

Sumber: BPS Kabupaten Dalam Angka, 2021. (Diolah)

 

Sedangkan bila kita meninjau jaringan penerangan, sumber penerangan masyarakat Kota Kupang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

 

Tabel 18

 Data Sumber Penerangan di Kota Kupang

No. Jenis Perkotaan Pedesaan Total
1 Listrik PLN dengan Meteran 84,06% 86,42% 84,10%
2 Listrik PLN Tanpa Meteran 15,94% 12,00% 15,88%
3 Listrik Non PLN 0,00% 0,00% 0,00%
4 Bukan Listrik 0,00% 1,58% 0,02%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00%

Sumber: Statistik Kesejahteraan Provinsi NTT, 2020

 

  • Jaringan Air Bersih dan Air Minum

Sumber air minum di Kota Kupang sebagian besar berasal dari air isi ulang (51,90%). Perincian sumber air minum dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

 

Tabel 19

 Sumber Air Minum di Kota Kupang

No Jenis Perkotaan Pedesaan Total
1 Air Kemasan 6,03% 7,25% 6,05%
2 Air Isi Ulang 51,90% 28,03% 51,58%
3 Ledeng Meteran 16,30% 3,11% 16,13%
4 Sumur Bor 10,02% 34,60% 10,34%
5 Sumur Terlindung 10,82% 25,63% 11,01%
6 Sumur Tak Terlindung 4,73% 0,00% 4,68%
7 Mata Air Terlindung 0,20% 0,00% 0,19%
8 Mata Air Tak Terlindung 0,00% 1,38% 0,02%
9 Air Permukaan, Hujan dan Sumber Tidak Terlindung 0,00% 0,00% 0,00%
10 Air Hujan 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00%

Sumber: Statistik Kesejahteraan Provinsi NTT, 2020

 

Untuk kualitas air minum, sebanyak 87,72% penduduk mengakses air minum bersih sehingga prasarana air minum menjadi salah satu prasarana yang perlu ditingkatkan di Kota Kupang.

 

  • Sarana Sanitasi

Sarana sanitasi di Kota Kupang dapat ditinjau dari jenis tempat pembuangan akhir tinja serta kepemilikan fasilitas pembuangan akhir tinja. Di Kota Kupang, dominasi jenis tempat pembuangan akhir tinja adalah IPAL/Septic Tank sebesar 91,07%. Perinciannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

 

Tabel 20

 Jenis Tempat Pembuangan Akhir Tinja di Kota Kupang

No Jenis  Jumlah Persentase
1 IPAL/ Septic Tank N/A 91,07%
2 Lubang Tanah N/A 8,81%
3 Lainnya N/A 0,12%
Jumlah N/A 100,00%

Sumber: Statistik Kesejahteraan Provinsi NTT, 2020

 

Adapun berdasarkan kepemilikannya, sebanyak 73,57% telah memiliki fasilitas BAB sendiri. Sedangkan terdapat 0,27% masyarakat yang tidak memiliki fasilitas BAB.

 

Tabel 21

 Kepemilikan Fasilitas BAB di Kota Kupang

No. Jenis Perkotaan Pedesaan Total
1 Sendiri 73,42% 85,07% 73,57%
2 Sendiri namun Bersama 25,24% 13,35% 25,09%
3 Komunal 1,09% 0,00% 1,07%
4 Tidak Ada Fasilitas 0,25% 1,58% 0,27%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00%

Sumber: Statistik Kesejahteraan Provinsi NTT, 2020

 

Tabel 22

 Capaian Pekerjaan Sanitasi Perkotaan di Kota Kupang, 2019 – 2020

No Nama Pekerjaan Jumlah Unit Jumlah Pengguna (jiwa)
Pembangunan tangki septictank individu 60 KK (2019)
1 Kelurahan Naikoten 1 50 200
2 Kelurahan Bakunase 2 50 200
3 Kelurahan Oesapa Selatan 50 200
4 Kelurahan Fontein 50 200
5 Kelurahan Manutapen 50 200
Pembangunan tangki septictank skala individual perkotaan (2020)
1 Kelurahan Alak Kecamatan Alak 50 200
2 Kelurahan Mantasi Kecamatan Alak 50 200
3 Kelurahan Naimata Kecamatan Maulafa 50 200
4 Kelurahan Oebobo Kecamatan Oebobo 50 200
5 Kelurahan Liliba Kecamatan Oebobo 50 200
6 Kelurahan Bakunase Kecamatan Kota Raja 50 200
7 Kelurahan Airnona Kecamatan Kota Raja 70 250
8 Kelurahan Nunleu Kecamatan Kota Raja 50 200
9 Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima 50 200
Total 720 2.850

Sumber: Dinas PUPR Kota Kupang, 2021(Diolah)

 

  • Sarana Peribadatan

Sarana peribadatan di Kota Kupang adalah masjid, musholla, gereja protestan, gereja katolik, pura, dan vihara. Jumlah sarana peribadatan di Kota Kupang terangkum dalam tabel di bawah ini.

 

Tabel 23

 Jumlah Fasilitas Peribadatan di Kota Kupang

No. Jenis Jumlah Persentase
1 Masjid  46 11,03%
2 Musholla  29 6,95%
3 Gereja Protestan  310 74,34%
4 Gereja Katolik  23 5,52%
5 Puta  8 1,92%
6 Vihara  1 0,24%
Jumlah 417  100%

Sumber: BPS Provinsi NTT Dalam Angka, 2021

 

  • Sarana Pendidikan

Sarana pendidikan di Kota Kupang terdiri dari SD, SMP, SMA, SMK, dan Universitas. Jumlah sarana pendidikan di Kota Kupang terangkum dalam tabel di bawah ini.

 

Tabel 24

 Jumlah Fasilitas Pendidikan di Kota Kupang

No. Jenis Jumlah Persentase
1 SD  48 33,57%
2 SMP  35 24,48%
3 SMA  30 20,98%
4 SMK  15 10,49%
5 Universitas  15 10,49%
Jumlah 143 100,00%

Sumber: BPS Provinsi NTT Dalam Angka, 2021

 

  • Sarana Kesehatan

Sarana kesehatan terdiri dari rumah sakit, rumah sakit bersalin, poliklinik, puskesmas, puskesmas pembantu, dan apotek. Jumlah sarana kesehatan di Kota Kupang terangkum dalam tabel di bawah ini.

 

Tabel 25

 Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kota Kupang

No. Jenis Jumlah Persentase
1 Rumah Sakit  10 9,71%
2 Rumah Sakit Bersalin  – 0,00%
3 Poliklinik  15 14,56%
4 Puskesmas  11 10,68%
5 Puskesmas Pembantu  34 33,01%
6 Apotek  33 32,04%
Jumlah 103 100,00%

Sumber: BPS Provinsi NTT Dalam Angka, 2021

 

 

 

  • Sarana Perdagangan

Sarana perdagangan terdiri pasar, toko, kios, dan warung. Jumlah sarana perdagangan di Kota Kupang terangkum dalam tabel di bawah ini.

 

Tabel 26

 Jumlah Sarana Perdagangan di Kota Kupang

No. Jenis Jumlah Persentase
1 Pasar  32 3,95%
2 Toko  427 52,65%
3 Kios  257 31,69%
4 Warung  95 11,71%
Jumlah 811 100,00%

Sumber: Kabupaten Dalam Angka, 2020

 

  • Ruang Terbuka Hijau

Ruang terbuka hijau (RTH) Kota Kupang terdiri atas taman dan paru-paru kota. Luasan RTH belum ada datanya. Adapun persebarannya sebagai berikut.

 

Tabel 27

 Persebaran RTH di Kota Kupang

No Lokasi Keterangan
Taman
1 Kelurahan Kelapa Lima a.       Taman Nostalgia

b.      Taman Ina Boi

c.       Taman Generasi Penerus (Tagepe)

d.      Taman Lingkar Kantor Walikota

e.       Taman Depan Museum

f.        Taman Teluk Kupang

g.      Alun-alun Kota

2 Kelurahan TDM Taman Tirosa
3 Kelurahan Penfui
  1. Taman Patung Kasih
  2. Taman Patung Adipura
4 Kelurahan Fontein
  1. Taman Patung Sonbai
  2. Taman Fontein
5 Kelurahan Naikoten 1 Taman HKSN
6 Perempatan Polda Taman Patung PKK
7 Depan Pos Pol Eltari Bundaran Eltari
8 Kelurahan Fatubesi Taman Kalpataru
9 Kelurahan Fatululi
  1. Taman Kirab
  2. Bundaran Pasar Oebobo
10 LLBK Taman Terminal Kupang
11 Kelurahan Oebufu
  1. Taman Segitiga Oebufu
  2. Taman Depan SMAN III Kupang
  3. Taman Depan Telkom Oebufu
12 Depan Transmart Taman Lampion
13 Kelurahan Pasir Panjang Taman Depan Kantor Perizinan
14 Kelurahan Oesapa Barat Taman Segitiga Pulau Indah
15 Lampu Merah Oesapa Taman Segitiga Oesapa
Paru-paru Kota
16 Bimoku – Undana Boulevard Herman Johanis
17 Jembatan Liliba – Neo Aston Boulevard Piet A. Tallo
18 Hypermart – Pospol Eltari Boulevard Frans Seda
19 Kantor Gubernur – Polda Boulevard Eltari
20 Lasiana – Manulai 2 Jalur 40
21 Undana – Taman Adipura Boulevard Adisucipto

Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kota Kupang, 2021

 

Berdasarkan SK.7875/MenLHK-PHPL/KPHP/HPL.0/12/2020, Kota Kupang memiliki kawasan hutan dengan luas total 17.171,46 ha, Area Penggunaan Lain (10.068,44 ha), Hutan Lindung (1.506,79 ha), Hutan Produksi Konversi (5.225,00 ha), dan Kawasan Suaka Alam Laut (371,23 ha). Kawasan hutan paling sedikit di Provinsi NTT berada di Kota Kupang (17.171,46 ha). Adapun kawasan perkebunan seluas 865,18 ha dan kawasan pertanian seluas 1.515,80 ha (Pertanian Lahan Basah 6,62 ha dan Pertanian Lahan Kering 1.509,18 ha). Kawasan perkebunan dan pertanian paling sedikit kedua di Provinsi NTT berada di Kota Kupang.