Secara astronomis Kabupaten Sumba Timur terletak antara 119°45 – 120°52 Bujur Timur (BT) dan 9°16 – 10°20 Lintang Selatan (LS). Berdasarkan posisi geografisnya, Kabupaten Sumba Timur memiliki batas-batas yaitu :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Sumba
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Lautan Hindia
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Sabu
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sumba Tengah.

Luas wilayah Kabupaten Sumba Timur adalah 7.000,5 Km2 atau 700.050 Ha. Dari 98 pulau, hanya 3 pulau yang sudah dihuni yaitu Pulau Salura, Pulau Menggudu, dan Pulau Kotak. Sekitar 40% luas Kabupaten Sumba Timur merupakan daerah yang berbukit-bukit terjal terutama di daerah bagian Selatan, dimana lereng-lereng bukit tersebut merupakan lahan yang cukup subur, sementara daerah bagian Utara berupa dataran yang berbatu dan kurang subur. Secara administrasi, sejak tahun 2007 telah terjadi pemekaran sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumba Timur menjadi 22 kecamatan, 16 kelurahan dan 140 desa.

 

 

 

Luas dan Tinggi Wilayah

Gambaran umum 22 kecamatan yang berada di Kabupaten Sumba Timur dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

Tabel 1

Ibukota Kecamatan, Luas, dan Ketinggian di Kabupaten Sumba Timur Per Kecamatan

Kecamatan Ibukota Kecamatan Luas Wilayah Persentase Luas Wilayah Ketinggian
Lewa Pameti Karata 281,10 4,02% 530,00
Nggaha Oriangu Karipidita 286,40 4,09% 566,00
Lewa Tidahu Laikeri 322,10 4,60% 510,00
Katala Hamu Lingu Kombapari 453,10 6,47% 624,00
Tabundung Malahar 514,40 7,35% 256,00
Pinupahar Tawui 246,60 3,52% 40,00
Paberiwai Kananggar 199,70 2,85% 744,00
Karera Nggongi 334,60 4,78% 29,00
Matawai La Pawu Tanarara 405,40 5,79% 907,00
Kahunugu Eti Kamanggih 475,10 6,79% 720,00
Mahu Wairara 196,60 2,81% 524,00
Ngadu Ngala Praiwitu 207,90 2,97% 55,00
Pahunga Lodu Ngalu 349,80 5,00% 28,00
Wula Waijelu Wula 221,30 3,16% 28,00
Rindi Tanaraing 366,50 5,24% 15,00
Umalulu Melolo 307,90 4,40% 3,00
Pandawai Kawangu 412,60 5,89% 13,00
Kambata Mapambuhang Lukuwingir 412,70 5,90% 562,00
Kota Waingapu Waingapu 73,80 1,05% 18,00
Kambera Pakukinjara 52,00 0,74% 26,00
Haharu Rambangaru 601,50 8,59% 18,00
Kanatang Temu 279,40 3,99% 29,00
Sumba Timur 7.000,50 100%  

Sumber: Badan Pusat Statistik dalam angka, 2021 (diolah)

 

 

 

 

 

 

Adapun jarak antar kecamatan terhadap Ibukota Kabupaten Sumba Timur (Waingapu) dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

Gambar 1

Jarak Antar Kecamatan terhadap Ibukota Kabupaten Sumba Timur Tahun 2020
Sumber: Badan Pusat Statistik dalam angka, 2021. (Diolah)

 

 

Kondisi Fisik

  • Topografi

Topografi Kabupaten Sumba Timur dicirikan oleh dataran perbukitan dan pegunungan landai. Sebagian besar wilayah di Kabupaten Sumba Timur (43% dari luas keseluruhan wilayah). Kabupaten Sumba Timur merupakan wilayah dengan kemiringan yang datar berkisar antara 0-8 %. Adapun kemiringan lahan di Kabupaten Sumba Timur dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Datar (0-8%) meliputi seluruh kecamatan dengan luasan terbesar berada di Kecamatan Pahunga Lodu (31.069 Ha) untuk kecamatan dengan luasan terkecil berada di Kecamatan Kota Waingapu (2.147 Ha).
  • Landai (8-15%) meliputi seluruh kecamatan dengan luasan terbesar berada di Kecamatan Haharu (14.412 Ha) dan untuk kecamatan yang mempunyai porsi kecil berada di Kecamatan Kambera (1.217 Ha).
  • Agak curam (15-25%) meliputi seluruh kecamatan dengan luasan terbesar berada di Kecamatan Tabundung (14.065 Ha) dan kecamatan yang memiliki porsi terkecil adalah Kecamatan Kambera (1.131 Ha).
  • Curam (25-45%) meliputi seluruh kecamatan dengan luasan terbesar berada di Kecamatan Tabundung (15.411 Ha) dan luasan terkecil berada pada Kecamatan Pahunga Lodu (497 Ha).
  • Sangat curam (>45%) meliputi seluruh kecamatan dengan luasan terbesar berada di Kecamatan Kambata Mapambuhang (4.407 Ha) dan untuk luasan dengan porsi terkecil berada di Kecamatan Pahunga Lodu (9 Ha).

Sedangkan untuk ketinggian di Kabupaten Sumba Timur adalah sebagai berikut:

  • Ketinggian 0-200 m meliputi seluruh kecamatan, untuk luasan terbesar berada di Kecamatan Rindi dengan luas 26.253 Ha, sedangkan untuk kecamatan dengan luasan terkecil sebesar 82 Ha yaitu Kecamatan Lewa.
  • Ketinggian 200-400 m meliputi seluruh kecamatan, untuk luasan terbesar berada di Kecamatan Haharu dengan luas 24.863 Ha, sedangkan untuk kecamatan dengan luasan terkecil sebesar 1.386 Ha yaitu Kecamatan Kambera.
  • Ketinggian 400-600 m meliputi seluruh kecamatan, untuk luasan terbesar berada di Kecamatan Lewa dengan luas 23.415 Ha, sedangkan untuk kecamatan dengan luasan terkecil sebesar 1.054 Ha yaitu Kecamatan Kambera.
  • Ketinggian 600-800 m meliputi seluruh kecamatan, untuk luasan terbesar berada di Kecamatan Matawai La Pawu dengan luas 12.719 Ha, sedangkan untuk kecamatan dengan luasan terkecil sebesar 22 Ha yaitu Kecamatan Rindi.
  • Ketinggian 800-1200 m meliputi beberapa kecamatan, untuk luasan terbesar berada di Kecamatan Matawai La Pawu dengan luas 12.854 Ha, sedangkan untuk kecamatan dengan luasan terkecil sebesar 33 Ha yaitu Kecamatan Kahaungu Eti.

 

  • Geologi dan Morfologi

Kabupaten Sumba Timur didominasi oleh batuan sedimen yang terendapkan dalam lingkungan laut, yaitu Formasi Batuan Kaliangga dan Formasi Kananggar. Di samping itu di bagian selatan pulau dijumpai batuan gunung api (Volvanic Rocks) dan batuan terobosan (Intrusive Rock). Susunan geologi secara umum di Kabupaten Sumba Timur terbentuk dari endapan pantai (aluvial), batuan sedimentasi (undak pantai, batuan gamping tufaan, dan batuan gamping berlapis, tufa dasitan, batu gamping, Formasi Waihekang, Formasi Bari, Formasi Naga Panda), batuan gunung api (hasil gunung api muda, hasil gunung api tua, batuan gunung api, batuan gunung api tua, Formasi Kiro), batuan terobosan (granodiroit, batuan terobosan diorit, batuan terobosan andesit dan batuan terobosan dasit). Adapun jenis tanah di Kabupaten Sumba Timur terbagi menjadi beberapa kelompok jenis tanah dominan yaitu resina, grumosol, litosol, mediteran dan regosol.

 

  • Klimatologi

Jika dilihat dari sisi iklim, rata-rata suhu udara di Kabupaten Sumba Timur tahun 2020 berkisar antara 25˚C sampai dengan 29˚C dengan kelembaban udara rata-rata tahunan 78,3. Curah hujan tertinggi di Kabupaten Sumba Timur pada bulan Februari sebanyak 262 mm dan yang terendah di bulan Juli – September yaitu 0 mm dengan total hari hujan sebanyak 113 hari.

 

  • Kerawanan Bencana

Berdasarkan data BPS, bencana alam yang tercatat dalam kurun waktu 2018-2020 adalah banjir, gempa bumi, dan tanah longsor. Berdasarkan RTRW Kabupaten Sumba Timur Tahun 2008-2028, perincian daerah rawan bencana adalah sebagai berikut.

Tabel 2

Kawasan Rawan Bencana di Kabupaten Sumba Timur

No Kawasan Lokasi
1 Kawasan Rawan Banjir dan Tanah Longsor Kecamatan Lewa, Kecamatan Lewa Tidahu, Kecamatan Katala Hamu Lingu, Kecamatan Karera, Kecamatan Ngadu Ngala, Kecamatan Paberiwai, Kecamatan Pahunga Lodu, Kecamatan Wula Waijelu, Kecamatan Rindi, Kecamatan Pandawai, Kecamatan Kambera, Kecamatan Tabundung, Kecamatan Pinu Pahar, Kecamatan Umalulu dan Kecamatan Tabundung.
2 Kawasan rawan air pasang dan banjir Permukiman pesisir pantai
3 Terdampak badai seroja (banjir) Kecamatan Kambera, Pandawai, Karera dan Wulawujelu

Sumber: RTRW Kabupaten Sumba Timur Tahun 2008-2028

 

Kabupaten Sumba Timur bagian selatan rawan bencana longsor dan banjir bandang karena pengaruh topografi yang miring. Bencana kebakaran juga sering terjadi di wilayah ini.

 

Demografi

  • Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk di Kabupaten Sumba Timur pada tahun 2020 adalah sebanyak 244.900 Jiwa dengan RJK (Rasio Jenis Kelamin) sebesar 106. Jumlah penduduk tersebut mengalami penurunan sebesar 5,26% dari tahun 2019. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2010-2020 adalah sebesar 0,57 %. Kabupaten Sumba Timur memiliki kepadatan penduduk rendah yaitu 35 jiwa/Km2.

Perubahan jumlah penduduk dari tahun 2010-2020 dapat dilihat melalui diagram berikut:

Gambar 2

Jumlah Penduduk Kab. Sumba Timur 2010-2020
Sumber: Badan Pusat Statistik dalam angka, 2021

 

  • Jumlah Rumah Tangga

Terdapat sebanyak 63.437 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Sumba Timur pada tahun 2020. Jumlah terbanyak berada di Kecamatan Kota Waingapu (9.016 KK), sedangkan jumlah paling sedikit terdapat di Kecamatan Kambata Mapambuhang (1.015 KK) dan Kecamatan Katala Hamu Lingu (1.041 KK).

Tabel 3

Jumlah KK di Kabupaten Sumba Timur, Tahun 2020

Kecamatan Jumlah KK
Lewa 3.992
Nggaha Oriangu 2.523
Lewa Tidahu 1.761
Katala Hamu Lingu 1.041
Tabundung 2.507
Pinupahar 1.963
Paberiwai 1.601
Karera 2.082
Matawai La Pawu 1.535
Kahaungu Eti 2.377
Mahu 1.260
Ngadu Ngala 1.414
Pahunga Lodu 3.446
Wula Waijelu 1.963
Rindi 2.479
Umalulu 4.645
Pandawai 4.356
Kambata Mapambuhang 1.015
Kota Waingapu 9.016
Kambera 8.294
Haharu 1.596
Kanatang 2.571
Jumlah 63.437

Sumber: Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Sumba Timur, 2020

  • Piramida Penduduk

Penduduk di Kabupaten Sumba Timur saat ini didominasi oleh penduduk yang berusia produktif (penduduk berusia 15-64 tahun) yaitu 61,74 %. Jika dilihat dari piramida penduduk yang ada pada gambar dibawah, piramida tersebut tergolong piramida ekspansif (muda). Artinya sebagian besar penduduk berusia muda, sedangkan penduduk usia lanjutnya sedikit. Sehingga diperlukan lapangan pekerjaan yang cukup untuk memenuhi jumlah angkatan kerja yang ada.

Gambar 3

Piramida Penduduk di Kab. Sumba Timur
Sumber: Badan Pusat Statistik dalam angka, 2021

 

  • Proyeksi Penduduk

Berdasarkan proyeksi penduduk yang telah dilakukan, pada tahun 2041 penduduk Kabupaten Sumba Timur meningkat dari 244.900 jiwa (tahun 2020) menjadi 275.886 jiwa. Proyeksi tersebut dihitung dengan menggunakan rumus geometri seperti berikut:

Dengan: Pn = Proyeksi penduduk tahun tertentu

Po = Penduduk awal tahun

1  = konstanta

r   = angka pertumbuhan penduduk

n  = rentang tahun

 

Proyeksi tersebut menggunakan data jumlah penduduk dari tahun 2010 hingga 2020. Jumlah penduduk Kabupaten Sumba Timur pada tahun 2010 adalah 231.393 jiwa dan laju pertumbuhan penduduk 2010-2020 adalah 0.57%. Sehingga didapatkan hasil proyeksi seperti pada tabel berikut:

 

Tabel 4

  Proyeksi Penduduk Kabupaten Sumba Timur

Tahun 2010 2015 2020 2021 2025 2030 2035 2041
Jumlah Penduduk (jiwa) 231.393 246.294 244.900 246.293 251.946 259.195 266.653 275.886

Sumber: Badan Pusat Statistik dalam angka (diolah), 2021

 

  • Kemiskinan

Gambaran kemiskinan di Kabupaten Sumba Timur selama tahun 2013-2020 dapat dilihat pada grafik. Jumlah penduduk miskin mengalami perkembangan fluktuatif hingga pada tahun 2020 mencapai 77.300 jiwa (29,65% dari keseluruhan).

Gambar 5

Jumlah Penduduk dan Garis Kemiskinan Kabupaten Sumba Timur
Sumber: BPS Kabupaten Dalam Angka, 2021. (Diolah)

 

Adapun perkembangan secara fluktuatif juga terlihat pada indeks kedalaman kemiskinan dan keparahan kemiskinan yang pada tahun 2020 mencapai angka 6,20 untuk indeks kedalaman kemiskinan (lebih tinggi dari rerata Prov. NTT sebesar 4,15) dan 1,95 untuk Indeks Keparahan Kemiskinan (lebih tinggi dari rerata Prov. NTT sebesar 1,24).

Gambar 6

Indeks Keparahan dan Kedalaman Kemiskinan Kabupaten Sumba Timur
Sumber: BPS Kabupaten Dalam Angka, 2021. (Diolah)

 

Perumahan dan Kawasan Permukiman

  • Tipologi Permukiman dan Jumlah Bangunan

Rumah di Kabupaten Sumba Timur pada umumnya didominasi oleh rumah panggung sedangkan rumah lainnya berupa rumah tapak. Permukiman yang ada cenderung tersebar karena kondisi topografi yang berbukit-bukit.

Budaya bermukim masyarakat di Kabupaten Sumba Timur berada di kawasan perbukitan, dataran, dan bantaran sungai. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dapat ditemukan salah satunya di Kelurahan Wangga Kecamatan Kambera (Desa Kiritana, Desa Lambenapu, dan Desa Malumbi).

Terdapat sebanyak 34.053 unit rumah di Kabupaten Sumba Timur pada tahun 2020. Jumlah terbanyak berada di Kecamatan Kambera (2.937 unit), sedangkan jumlah paling sedikit terdapat di Kecamatan Ngadu Ngala (637 unit).

Tabel 7

 Jumlah Rumah di Kabupaten Sumba Timur, Tahun 2020

Kecamatan Jumlah Rumah (unit)
Lewa 2.214
Nggaha Oriangu 1.397
Lewa Tidahu 867
Katala Hamu Lingu 728
Tabundung 1.484
Pinupahar 934
Paberiwai 1.075
Karera 1.178
Matawai La Pawu 1.093
Kahaungu Eti 1.755
Mahu 909
Ngadu Ngala 637
Pahunga Lodu 1.787
Wula Waijelu 1.535
Rindi 1.927
Umalulu 2.773
Pandawai 2.576
Kambata Mapambuhang 806
Kota Waingapu 2.825
Kambera 2.937
Haharu 933
Kanatang 1.683
Jumlah 34.053

Sumber: Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Sumba Timur, 2020

 

Terdapat dua kawasan transmigrasi di Kabupaten Sumba Timur yang ditetapkan yakni di kawasan Lewa dan Kawasan Melolo. Kawasan Lewa seluas 58.951,60 Ha mencakup 35 desa di Kecamatan Lewa, Lewatidahu, Katala Hamu Lingu, dan Nggaha Ori Angu (KemenPDTT No 91/2016). Kawasan Melolo seluas 20.036,70 ha mencakup 48 desa di Kecamatan Kahaungu Eti, Pandawai, Umalulu, Rindi, Paberiwai, dan Pahungalodu (KemenPDTT No 9/2016).

 

  • Status Penguasaan Bangunan

Status penguasaan bangunan merupakan salah satu indikator kesejahteraan penduduk bagian perumahan. Semakin banyak penduduk yang mempunyai rumah sendiri maka semakin banyak juga masyarakat yang tergolong mapan dan sejahtera terutama memenuhi kebutuhan hidupnya. Berdasarkan data pada buku statistik kesejahteraan Nusa Tenggara Timur tahun 2020, persentase kepemilikan bangunan tertinggi di Kabupaten Sumba Timur adalah milik sendiri yaitu sebesar 89,77%. Berikut merupakan tabel persentase status penguasaan bangunan tahun 2018-2020 di Kabupaten Sumba Timur:

Tabel 8

Persentase Status Penguasaan Bangunan di Kabupaten Sumba Timur

Status Penguasaan Bangunan Persentase (%)
2018 2019 2020
Milik Sendiri 91,47 91,35 89,77
Kontrak/Sewa 1,44 3,51 0
Bebas Sewa 5,02 3,96 4,51
Dinas/lainnya 2,06 1,19 4,58

Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

 

  • Luas Lantai Bangunan Setiap Rumah

Luas lantai bangunan merupakan indikator lain yang menunjukkan kesejahteraan penduduk. Idealnya, sebuah keluarga harus menempati rumah dengan luas lantai minimal 8 kali jumlah anggota keluarganya. Di Kabupaten Sumba Timur, luas lantai yang mendominasi adalah 50-99 m2 yaitu 45,56%. Akan tetapi masih terdapat 2,4% bangunan yang memiliki luas lantai dibawah 20 m2. Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan luas lantai di Kabupaten Sumba Timur tahun 2018-2020:

Tabel 9

 Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Luas Lantai di Kabupaten Sumba Timur

Luas lantai (m²) Persentase (%)
2018 2019 2020
<19 2,12 1,21 2,4
20-49 34,19 36,37 32,41
50-99 59,31 45,31 45,56
100-149 4,38 11,69 16,02
150+ N/A 5,41 3,61

Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

  • Jumlah Bangunan Berdasarkan Luas Perkapita

Luas perkapita merupakan salah satu kriteria rumah layak huni. Berdasarkan publikasi BPS, luas perkapita minimal agar sebuah rumah dikatakan layak huni adalah ≥ 7,2 m2. Di Kabupaten Sumba Timur, luas perkapita yang mendominasi adalah ≥ 10 m2 yaitu 69,22%. Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan luas perkapita di Kabupaten Sumba Timur pada tahun 2018-2020:

 

Tabel 10

 Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Luas Perkapita di Kabupaten Sumba Timur

Luas Perkapita (m²) Persentase (%)
2018 2019 2020
7,2 m² 10,75 17,51 14,98
7,3 – 9,9 m² 27,02 16,32 15,8
≥ 10 m² 62,23 66,17 69,22

Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

 

  • Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Atap Terluas

Bangunan berdasarkan atap terluas adalah klasifikasi bangunan berdasarkan penutup bagian atas sebuah bangunan, sehingga anggota rumah tangga yang berada di rumah tersebut dapat terlindung dari terik matahari, hujan dan sebagainya. Di Kabupaten Sumba Timur, sebanyak 92,42% menggunakan seng sebagai atap. Berikut merupakan persentase bangunan berdasarkan jenis atap terluas di Kabupaten Sumba Timur tahun 2018-2020:

 

Tabel 11

 Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Jenis Atap Terluas di Kabupaten Sumba Timur

Jenis Atap Persentase (%)
2018 2019 2020
Beton/Genteng/Asbes 1,06 0,26 0
Seng 85,58 87,49 92,42
Bambu/Kayu/Sirap N/A 0,86 0
Jerami/Ijuk/ Daun/Rumbia/Lainnya 13,36 11,39 7,58

Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

 

  • Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Dinding Terluas

Bangunan berdasarkan dinding terluas adalah klasifikasi bangunan berdasarkan sisi luar/batas/penyekat dari suatu bangunan dengan bangunan lain. Di Kabupaten Sumba Timur, sebanyak 40,89% rumah menggunakan tembok/plasteran anyaman bambu/kawat sebagai dinding bangunan. Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan dinding terluas di Kabupaten Sumba Timur pada tahun 2018-2020:

Tabel 12

Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Jenis Dinding Terluas di Kabupaten Sumba Timur

Jenis Dinding Persentase (%)
2018 2019 2020
Tembok/ Plasteran Anyaman Bambu/Kawat 36,87 36,62 40,89
Kayu/papan 19,42 17,25 24,91
Anyaman bambu 30,91 28,71 25,53
Batang Kayu/ Bambu/Lainnya 12,8 17,42 8,67

Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

 

  • Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Lantai Terluas

Bangunan berdasarkan jenis lantai terluas adalah klasifikasi bangunan berdasarkan bagian bawah/dasar/alas suatu ruangan, baik terbuat dari marmer, keramik, granit, tegel/teraso, semen, kayu, tanah dan lainnya seperti bambu. Di Kabupaten Sumba Timur, kebanyakan bangunan menggunakan bambu/tanah/lainnya sebagai lantai yaitu 43,59% dari total bangunan. Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan jenis lantai terluas di Kabupaten Sumba Timur pada tahun 2018-2020:

Tabel 13

 Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Jenis Lantai Terluas di Kabupaten Sumba Timur

Jenis Lantai Persentase (%)
2018 2019 2020
Marmer/Granit/Keramik/ Parket/Vinil/ Karpet 12,7 13,59 11,88
Ubin/tegel/teraso 1,84 0,39 N/A
Kayu/papan 22,87 24,28 11,39
Semen/bata merah 26,82 30,32 33,14
Bambu/Tanah/ Lainnya 35,77 31,43 43,59

Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

 

  • Backlog Perumahan

Terdapat sebanyak 49.371 unit backlog di Kabupaten Sumba Timur pada tahun 2020. Angka backlog didapatkan dari banyaknya rumah tangga/KK dikurangi dengan jumlah rumah, kemudian ditambah dengan jumlah RTLH (backlog = jumlah KK – jumlah rumah + jumlah RTLH). Jumlah terbanyak berada di Kecamatan Kota Waingapu (6.663 unit) dan Kecamatan Kambera (6.238 unit), sedangkan jumlah paling sedikit terdapat di Kecamatan Katala Hamu Lingu (832 unit) dan Kecamatan Kambata Mapambuhang (863 unit).

Tabel 14

 Jumlah Backlog Perumahan Kabupaten Sumba Timur

Kecamatan Backlog (unit)
Lewa 3.460
Nggaha Oriangu 2.220
Lewa Tidahu 1.845
Katala Hamu Lingu 832
Tabundung 2.139
Pinupahar 1.750
Paberiwai 1.444
Karera 1.724
Matawai La Pawu 1.267
Kahaungu Eti 1.796
Mahu 1.271
Ngadu Ngala 1.626
Pahunga Lodu 2.821
Wula Waijelu 1.090
Rindi 1.524
Umalulu 3.509
Pandawai 3.204
Kambata Mapambuhang 863
Kota Waingapu 6.663
Kambera 6.238
Haharu 1.442
Kanatang 1.506
Jumlah 49.371

Sumber: Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Sumba Timur, 2020

 

  • Rumah Tidak Layak Huni

Terdapat sebanyak 23.526 unit RTLH di Kabupaten Sumba Timur pada tahun 2020. Jumlah terbanyak berada di Kecamatan Pandawai (1.840 unit), sedangkan jumlah paling sedikit terdapat di Kecamatan Katala Hamu Lingu (569 unit).

Tabel 15

 Jumlah RTLH di Kabupaten Sumba Timur

Kecamatan RTLH (unit)
Lewa 1.789
Nggaha Oriangu 1.321
Lewa Tidahu 998
Katala Hamu Lingu 569
Tabundung 1.268
Pinupahar 738
Paberiwai 992
Karera 875
Matawai La Pawu 922
Kahaungu Eti 1.174
Mahu 940
Ngadu Ngala 882
Pahunga Lodu 1.248
Wula Waijelu 732
Rindi 1.052
Umalulu 1.716
Pandawai 1.840
Kambata Mapambuhang 669
Kota Waingapu 870
Kambera 1.340
Haharu 899
Kanatang 692
Jumlah 23.526

Sumber: Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Sumba Timur, 2020

 

Kriteria penentuan rumah tidak layak huni di Kabupaten Sumba Timur mengacu pada Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

 

  • Kawasan Permukiman Kumuh

Permukiman kumuh adalah permukiman yang tidak layak huni yang ditandai dengan ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat (UU No.1 Tahun 2011 tentang PKP). Berdasarkan SK Bupati Sumba Timur Nomor 564/DPRKPP.600/564/XII/2020, luas kawasan permukiman kumuh di Kabupaten Sumba Timur adalah seluas 78,72 Ha. Persebarannya adalah sebagai berikut:

Tabel 16

 Lokasi Permukiman Kumuh di Kabupaten Sumba Timur Tahun 2020

Lokasi Luas (Ha) Kelurahan Kecamatan
Kawasan Wangga 5,49 Wangga Kambera
Kawasan Kambaniru 26,90 Kambaniru
Kawasan Prailiu dan Kalu 15,33 Prailiu
Kawasan Got 4,05 Matawai Kota Waingapu
Panapa 1 4,45 Kamalaputi
Panapa 2 2,93
Arneke 10,72 Hambala
Kampung Barat 2,87
Praiwora 1 2,77 Kambajawa
Praiwora 2 3,22
Total 78,72    

Sumber: SK Bupati Sumba Timur Nomor 564/DPRKPP.600/564/XII/2020

 

  • Kampung Adat

Permukiman yang khas adalah kampung megalitik. Kampung dengan potensi daya tarik wisata terdapat di Kecamatan Haharu (3 desa), Pandawai (2 desa), Umalulu (5 desa), Pahunga Lodu (1 desa), Lewa (3 desa), Kota Waingapu (1 desa), Tabundung (1 desa).

Tabel 17

Persebaran Kampung Tradisional dengan Potensi Wisata di Kabupaten Sumba Timur

No Kecamatan Nama Obyek Desa/ Kelurahan
I

 

Haharu

 

1.  Kamp. Prainatang Mondu
2.  Kamp. Wunga Wunga
3.  Kamp. Rambangaru Rambangaru
II Pandawai 4.  Kamp. Kawangu Kawangu
5.  Kamp. Watumbaka Watumbaka
III

 

 

 

 

Umalulu

 

 

 

 

6.  Kamp. Praiyawang Rindi
7.  Kamp. Pau Watu Hadang
8.  Kamp. Watu Puda Watu Puda
9.  Kamp. Uma Bara Watu Hadang
10. Kamp. Tembahak Watu Puda
IV Pahunga Lodu 11. Kamp. Kaliuda Kaliuda
V Lewa 12. Kamp. Wundut Wundut
13. Kamp. Lewa Paku Lewa Paku
14. Kamp. Pralkaltu Lewa Paku
VI Kota Waingapu 15. Kamp. Prailiu Prailiu
VII Tabundung 16. Kamp. Praibakul Praingkareha

Sumber: Disparekraf Buku Database Kepariwisataan Prov NTT, 2019

 

Prasarana dan Sarana Umum

  • Prasarana Jalan

Prasarana jalan di Kabupaten Sumba Timur berdasarkan data BPS bahwa panjang ruas jalan Kabupaten Sumba Timur adalah 1.693,50 km dimana 72,48% nya merupakan jalan kabupaten. Sebagian besar jalan sudah menggunakan aspal namun masih terdapat jalan kerikil, tanah, dan lainnya sebesar 31,58%. Jika ditinjau dari kondisi jalannya, terdapat 29,59% jalan yang masuk kategori rusak-rusak berat. Rincian kondisi, jenis, dan tingkat kewenangan jalan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 18

 Tingkat Kewenangan, Kondisi, dan Jenis Jalan di Kabupaten Sumba Timur

No. Jenis Jumlah Persentase
1 Negara  191,70 11,32%
2 Provinsi  274,35 16,20%
3 Kabupaten  1.227,45 72,48%
Jumlah  1.693,50 100,00%
No. Jenis Jumlah Persentase
1 Baik  786,27 57,84%
2 Sedang  171,10 12,59%
3 Rusak  170,40 12,53%
4 Rusak Berat  231,70 17,04%
Jumlah  1.359,47 100,00%
No. Jenis Jumlah Persentase
1 Aspal  1.158,70 68,42%
2 Kerikil  325,37 19,21%
3 Tanah  205,35 12,13%
4 Lainnya  4,09 0,24%
Jumlah  1.693,51 100,00%

Sumber: BPS Kabupaten Dalam Angka, 2021. (Diolah)

 

  • Prasarana Drainase

Pekerjaan pembangunan saluran drainase di Kabupaten Sumba Timur 2016 – 2021 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 19

 Pekerjaaan Drainase di Kabupaten Sumba Timur, 2016 – 2021

No Nama Pekerjaan Lokasi Tahun Panjang (Meter)
1 Pembangunan Saluran Drainase Kec. Kota Waingapu 2021 257
2 Pembangunan Saluran Drainase Kec. Kota Waingapu dan Kec. Kambera 2020 516,8
3 Pembangunan Drainase Desa Kombapari Kec. Katala Hamu Lingu 2019 470
4 Pembangunan Drainase Non Kwasan Kumuh Desa Praimadita Kec. Karera 2019 650
5 Pembangunan Drainase Non Kawasan Kumuh Kel. Lewa Paku Kec. Lewa 2019 1.100
6 Pembangunan Saluran Drainase Kec. Kota Waingapu 2019 1.146
7 Pembangunan Saluran Drainase Kec. Kota Waingapu dan Kec. Kambera 2018 3.448,8
8 Pembangunan Saluran Drainase Kec. Kota Waingapu 2017 2.494,1
9 Pembangunan Saluran Drainase Kelurahan Mauhau 2016 560
10 Pembangunan Saluran Drainase Kec. Kota Waingapu 2016 2.235
Total 12.877,7

Sumber: Bidang Cipta Karya dan Penataan Ruang Kabupaten Sumba Timur, 2019; Bidang Kawasan Permukiman Kabupaten Sumba Timur, 2021

 

  • Prasarana Persampahan

Data prasarana persampahan di Kabupaten Sumba Timur berupa tempat pembuangan sementara (TPS) sebanyak 17 buah, tempat pengelolaan akhir (TPA) sebanyak 1 buah, dan bank sampah/ TPST sebanyak 1 buah. Masing-masing TPS di Kabupaten Sumba Timur memiliki kapasitas 6 m3, dengan sistem pengolahan angkut – buang ke TPA. TPA Laindeha memiliki luas 9 Ha dan kapasitas 20.700 m3, dengan sistem pengolahan landfill. Bank sampah seluas 100 m2 berlokasi di TPS3R Kambadjawa. Armada pengangkutan terdiri dari truk sampah (10 unit) dan motor sampah (26 unit).

 

 

Tabel 20

 Prasarana Persampahan di Kabupaten Sumba Timur

Prasarana Persampahan Lokasi Kapasitas (m3)
Tempat Penampungan Sampah (TPS) 1 TPS Km2 (Kel. Hambala) 6
2 TPS Kantor Daerah (Kel. Hambala) 6
3 TPS Telkom (Kel. Hambala) 6
4 TPS Pasar Km 4 (Kel. Kambadjawa) 6
5 TSP Rumah Sakit Umum (Kel. Kambadjawa) 6
6 TPS Praiwora (Kel. Wangga) 6
7 TPS Wangga (Kel. Wangga) 6
8 TPS MPL (Kel. Prailiu) 6
9 TPS Belakang Lap. Prailiu (Kel. Prailiu) 6
10 TPS Kamalaputi (Kel. Kamalaputi) 6
11 TPS Kambaniru (Kel. Kambaniru) 6
12 TPS Pasar BABi (Kel. Matawai) 6
13 TPS Kanaan (Kel. Matawai) 6
14 TPS Bandara (Kel. Mauhau) 6
15 TPS Belakang Dolog (Kel. Kambadjawa) 6
16 TPS PLN (Kel. Kambadjawa) 6
17 TPS Gudang Garam (Kel. Kambadjawa) 6
Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) 1 TPA Laindeha (Landfill)

Luas = 9 Ha

20.700
Bank Sampah/ TPST 1 TPS3R Kambadjawa (10 x 10 meter)  

Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumba Timur, 2021

  • Prasarana Telekomunikasi

Jumlah Akses Internet (AI) dan Base Transceiver Station (BTS) Sinyal yang sudah on air menurut Kecamatan di Kabupaten Sumba Timur adalah sebagai berikut. Terdapat 69 AI dan 5 BTS dengan jumlah terbanyak berada di Kota Waingapu.

Tabel 21

 Jumlah AI dan BTS di Kabupaten Sumba Timur

Kecamatan Realisasi
AI On air BTS On air
Lewa 4
Nggaha Oriangu 2
Lewa Tidahu 3
Katala Hamu Lingu 1
Tabundung 3
Pinupahar 2
Paberiwai 3
Karera 1 1
Matawai La Pawu 2
Kahunugu Eti 2
Mahu 2 1
Ngadu Ngala 2 1
Pahunga Lodu 1 1
Wula Waijelu 2
Rindi 4 1
Umalulu 2
Pandawai 4
Kambata Mapambuhang 1
Kota Waingapu 17
Kambera 4
Haharu 3
Kanatang 6
Total 69 5

Sumber: Profil Kemendesa Kabupaten Sumba Timur Tahun 2020

 

  • Jaringan Listrik dan Penerangan

Meninjau jaringan penerangan, sumber penerangan masyarakat Kabupaten Sumba Timur dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

 

Tabel 22

 Profil Kelistrikan di Kabupaten Sumba Timur

No. Jenis Perkotaan Pedesaan Total
1 Listrik PLN dengan Meteran 84,69% 36,24% 49,15%
2 Listrik PLN Tanpa Meteran 14,06% 4,70% 7,19%
3 Listrik Non PLN 0,00% 49,83% 36,56%
4 Bukan Listrik 1,25% 9,23% 7,10%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00%

Sumber: BPS Kabupaten Dalam Angka, 2021. (Diolah)

 

  • Jaringan Air Bersih dan Air Minum

Sumber Air Minum di Kabupaten Sumba Timur sebagian besar berasal dari sumur terlindung (23,67%) dan mata air terlindung (20,96%). Perincian sumber air minum dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 23

 Sumber Air Minum di Kabupaten Sumba Timur

No Jenis Perkotaan Pedesaan Total
1 Air Kemasan 3,72% 0,21% 1,14%
2 Air Isi Ulang 15,78% 0,14% 4,31%
3 Ledeng Meteran 54,27% 5,11% 18,21%
4 Sumur Bor 5,74% 2,06% 3,04%
5 Sumur Terlindung 15,73% 26,56% 23,67%
6 Sumur Tak Terlindung 3,74% 10,72% 8,85%
7 Mata Air Terlindung 0,35% 28,44% 20,96%
8 Mata Air Tak Terlindung 0,02% 23,50% 17,25%
9 Air Permukaan, Hujan dan Sumber Tidak Terlindung 0,65% 3,26% 2,57%
10 Air Hujan 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00%

Sumber: Statistik Kesejahteraan Provinsi NTT, 2020

 

Untuk kualitas air minum, sebanyak 62,36% penduduk mengakses air minum bersih sehingga prasarana air minum menjadi salah satu prasarana yang perlu ditingkatkan di Kabupaten Sumba Timur.

 

  • Sarana Sanitasi

Sarana sanitasi di Kabupaten Sumba Timur dapat ditinjau dari jenis tempat pembuangan akhir tinja serta kepemilikan fasilitas pembuangan akhir tinja. Di Kabupaten Sumba Timur, dominasi jenis tempat pembuangan akhir tinja adalah IPAL/ Septic Tank sebesar 60,90%. Perinciannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 24

 Jenis Tempat Pembuangan Akhir Tinja di Kabupaten Sumba Timur

No. Jenis  Jumlah Persentase
1 IPAL/ Septic Tank 60,90%
2 Lubang Tanah 39,10%
3 Lainnya 0,00%
Jumlah   100,00%

Sumber: Statistik Kesejahteraan Provinsi NTT, 2020

 

Adapun berdasarkan kepemilikannya, sebanyak 62,98% telah memiliki fasilitas BAB sendiri. Sedangkan terdapat 21,28% masyarakat yang tidak memiliki fasilitas BAB.

Tabel 25

 Kepemilikan Fasilitas BAB di Kabupaten Sumba Timur

No. Jenis Perkotaan Pedesaan Total
1 Sendiri 80,84% 56,50% 62,98%
2 Sendiri namun Bersama 19,14% 8,90% 11,63%
3 Komunal 0,00% 5,60% 4,11%
4 Tidak Ada Fasilitas 0,02% 29,00% 21,28%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00%

Sumber: Statistik Kesejahteraan Provinsi NTT, 2020

 

Pekerjaan instalasi sanitasi dasar di Kabupaten Sumba Timur pada tahun 2020 meliputi pembangunan tangki septic individual terpusat di enam kecamatan yang dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 26

Pekerjaaan Sanitasi Pembangunan Tangki Septic Individual Terpusat di Kabupaten Sumba Timur, 2020

No Kecamatan Desa/ Kelurahan Sumber Dana Jumlah Unit Sasaran (KK)
1 Pahunga Lodu Tamma DAK Penugasan 51 51
Palanggai DAK Penugasan 51 51
2 Tabundung Billa DAK Afirmasi 50 50
Pindu Hurani DAK Afirmasi 50 50
Tarimbang DAK Afirmasi 50 50
3 Lewa Kondamara DAK Penugasan 51 51
4 Lewa Tidahu Umamanu DAK Afirmasi 5 250
Lai Hawu DAK Afirmasi 50 50
Mondulambi DAK Afirmasi 50 50
5 Katala Hamu Lingu Kombapari DAK Afirmasi 51 51
Lailara DAK Penugasan 51 51
6 Haharu Kalamba DAK Afirmasi 50 50
Jumlah Total Rumah Terlayani Sanitasi (2020) 805

Sumber: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sumba Timur, 2021

 

  • Sarana Peribadatan

Sarana peribadatan di Kabupaten Sumba Timur adalah masjid, musholla, gereja protestan, gereja katolik, pura, dan vihara. Jumlah sarana peribadatan di Kabupaten Sumba Timur terangkum dalam tabel di bawah ini.

Tabel 27

Jumlah Fasilitas Peribadatan di Kabupaten Sumba Timur

No. Jenis Jumlah Persentase
1 Masjid  33 3,89%
2 Musholla  1 0,12%
3 Gereja Protestan  715 84,32%
4 Gereja Katolik  98 11,56%
5 Pura  1 0,12%
6 Vihara  – 0,00%
Jumlah 848  100%

Sumber: BPS Provinsi NTT Dalam Angka, 2021

 

  • Sarana Pendidikan

Sarana pendidikan di Kabupaten Sumba Timur terdiri dari SD, SMP, SMA, SMK, dan Universitas. Jumlah sarana pendidikan di Kabupaten Sumba Timur terangkum dalam tabel di bawah ini.

 

Tabel 28

 Jumlah Fasilitas Pendidikan di Kabupaten Sumba Timur

No. Jenis Jumlah Persentase
1 SD  184 62,80%
2 SMP  74 25,26%
3 SMA  20 6,83%
4 SMK  11 3,75%
5 Universitas  4 1,37%
Jumlah 293 100,00%

Sumber: BPS Provinsi NTT Dalam Angka, 2021

 

  • Sarana Kesehatan

Sarana kesehatan terdiri dari rumah sakit, rumah sakit bersalin, poliklinik, puskesmas, puskesmas pembantu, dan apotek. Jumlah sarana kesehatan di Kabupaten Sumba Timur terangkum dalam tabel di bawah ini.

Tabel 29

Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Sumba Timur

No. Jenis Jumlah Persentase
1 Rumah Sakit  4 3,36%
2 Rumah Sakit Bersalin  – 0,00%
3 Poliklinik  4 3,36%
4 Puskesmas  24 20,17%
5 Puskesmas Pembantu  81 68,07%
6 Apotek  6 5,04%
Jumlah 119 100,00%

Sumber: BPS Provinsi NTT Dalam Angka, 2021

  • Sarana Perdagangan

Sarana perdagangan terdiri pasar, toko, kios, dan warung. Jumlah sarana perdagangan di Kabupaten Sumba Timur hanya terdata pada pasar dan toko dengan rincian sebagai berikut

Tabel 30

 Jumlah Sarana Perdagangan di Kabupaten Sumba Timur

No. Jenis Jumlah Persentase
1 Pasar  46 1,69%
2 Toko  2.676 98,31%
3 Kios  – 0,00%
4 Warung  – 0,00%
Jumlah  2.722 100,00%

Sumber: Kabupaten Dalam Angka, 2020

Tabel 31

Ketersediaan Pasar dan Toko di Kabupaten Sumba Timur

No Kecamatan Jumlah
Pasar Toko Kios PKL
1 Kota Waingapu 3 148 331 221
2 Pandawai 2 10 20 39
3 Matawai Lapawu 3 0 4 17
4 Kahaungu Eti 2 0 10 14
5 Karera 4 2 37 47
6 Rindi 3 4 10 11
7 Pahunga Lodu 1 7 73 65
8 Wula Waijeli 1 10 23 18
9 Paberiwai 2 10 20 39
10 Haharu 2 2 4 6
11 Tabundung 2 0 14 54
12 Umalulu 2 27 82 73
13 Nggaha Ori Angu 3 0 12 29
14 Lewa 1 13 40 35
15 Pinu Pahar 4 2 20 22
16 Kanatang 1 0 20 53
17 Kambata Mapambuhang 1 0 5 10
18 Kambera 1 24 238 214
19 Lewa Tidahu 1 0 2 38
20 Mahu 1 0 2 13
21 Ngadu Ngala 2 0 8 11
22 Katala Hamulingu 2 0 3 23
Total 45 285 976 1.040

Sumber: Bappeda Rancangan Akhir RPJMD 2021-2026

 

  • Ruang Terbuka Hijau

Persebaran Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Sumba Timur berupa RTH binaan (taman kota) seluas 1.345,25 ha yang dirincikan dalam tabel berikut.

Tabel 32

 Ruang Terbuka Hijau di Kabupaten Sumba Timur

No Lokasi Luas (m2)
1 Taman Sandalwood 5.420,09
2 Taman Kanatang 15.000
3 Taman Depan Pengadilan 13.437.500
4 Taman Sehati km 8 23,32
5 Taman Abadi 1.990,665
6 Taman Waingapu 361
7 Taman Prailiu 88
8 Taman Kambaniru 667,47
9 Taman Jl Soeharto 560,66
10 Taman km 4 52,5
Total (m2) 13.461.664
Total (ha) 1.345,25

Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumba Timur, 2021

 

Berdasarkan SK.7875/MenLHK-PHPL/KPHP/HPL.0/12/2020, Kabupaten Sumba Timur memiliki kawasan hutan dengan luas 699.638,46 ha, meliputi Area Penggunaan Lain (456.086,80 ha), Enclave Kawasan Hutan (113,03 ha), Hutan Dengan Tujuan Khusus (487,93 ha), Hutan Lindung (73.435,35 ha), Hutan Produksi (19.870,97 ha), Hutan Produksi Konversi (70.550,15 ha), Hutan Produksi Terbatas (21.650,28 ha), dan Kawasan Suaka Alam Darat (57.443,94 ha). Kawasan hutan di Kabupaten Sumba Timur memiliki luasan paling besar di Provinsi NTT. Adapun kawasan perkebunan seluas 333.325,88 ha dan kawasan pertanian seluas 50.621,25 ha (Pertanian Lahan Basah 6.470,34 ha dan Pertanian Lahan Kering 44.150,91 ha). Kawasan perkebunan terluas di Provinsi NTT berada di Kabupaten Sumba Timur, sedangkan kawasan pertanian terluas ketiga di Provinsi NTT berada di Kabupaten Sumba Timur.