Kabupaten Lampung Barat merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung, dengan Ibu Kota Liwa. Secara astronomis Kabupaten Lampung Barat terletak antara 1030 035’ 08” – 1040 033’ 51” Bujur Timur dan 400 47’ 16” – 500 56’ 42” Lintang Selatan. Selanjutnya menurut letak geografis, Kabupaten Lampung Barat berbatasan dengan:

Sebelah Utara : Kabupaten Oku Selatan
Sebelah Selatan : Kabupaten Pesisir Barat
Sebelah Timur : Kabupaten Lampung Utara
Sebelah Barat : Kabupaten Pesisir Barat

 

Gambar 1. Peta Administrasi Kabupaten Lampung Barat Sumber: petatematikindo.wordpress.com

 

Luas Wilayah

Kabupaten Lampung Barat memiliki luas wilayah sebesar 2.116,59 km2 dan terdiri dari 15 Kecamatan dan 136 desa/kelurahan. Adapun Kecamatan Bandar Negeri Suoh merupakan kecamatan terbesar yaitu dengan luas sebesar 267,23 km2. Sementara Kecamatan Kebun Tebu merupakan kecamatan terkecil dengan luas sebesar 61,55 km2. Secara lebih rinci, nama dan luas serta ketinggian setiap Kecamatan di Lampung Barat dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1. Ibu Kota Kecamatan, Luas dan Ketinggian di Kabupaten Lampung Barat

No Kecamatan Ibukota Kecamatan Luas (km2) Persentase
Luas Wilayah
Ketinggian (mdpl)
1. Balik Bukit Liwa 159,41 7,53% 667
2. Sukau Buay Nyerupa 146,07 6,90% 656
3. Lombong Seminung Lumbok 98,88 4,67% 517
4. Belalau Kenali 93,91 4,44% 671
5. Sekincau Pampangan 115,09 5,44% 717
6. Suoh Sumber Agung 150,22 7,10% 412
7. Batu Brak Pekon Balak 199,29 9,42% 514
8. Pagar Dewa Basungan 197,71 9,34% 457
9. Batu Ketulis Bakhu 182,01 8,60% 586
10. Bandar Negeri Suoh Tri Mekar Jaya 267,23 12,63% 468
11. Sumber Jaya Tugu Sari 130,44 6,16% 586
12. Way Tenong Mutar Alam 129,70 6,13% 577
13. Gedung Sunan Gedung Surian 76,96 3,64% 457
14. Kebun Tebu Pura Jaya 61,55 2,91% 57
15. Air Hitam Sumber Alam 108,12 5,11% 57
Lampung Barat Liwa 2.116,59 100% ….

Sumber: Kabupaten Lampung Barat dalam Angka, 2022

Adapun jarak antar kecamatan terhadap Ibu Kota Kabupaten Lampung Barat (Lawi) dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 2. Jarak Antar Kecamatan terhadap Ibukota Kabupaten Lampung Barat
Sumber: Kabupaten Lampung Barat dalam Angka, 2022

 

 

Kondisi Fisik

  1. Topografi

Berdasarkan peta kelerengan skala 1:50.000, Kabupaten Lampung Barat memiliki tingkat kemiringan lahan yang bervariasi, terbagi menjadi 5 (lima) kelas kelerengan, sebagai berikut:

  1. Kelas Kelerengan A (0 – 8%) seluas 35,01% dari total luas wilayah administrasi Kabupaten Lampung Barat. Dominan tersebar di Kecamatan Balik Bukit, Sukau, Batu Brak, Suoh, BNS, Way Tenong, Air Hitam, Kebun Tebu, dan Gedung Surian.
  2. Kelas Kelerengan B (8% – 15%), seluas 19,14% dari total wilayah administrasi Kabupaten Lampung Barat, tersebar merata hampir diseluruh kecamatan
  3. Kelas Kelerengan C (15% – 25%), seluas 20,79% dari total wilayah administrasi Kabupaten Lampung Barat, tersebar merata hampir diseluruh kecamatan
  4. Kelas Kelerengan D (25% – 45%), seluas 19,80% dari total wilayah administrasi Kabupaten Lampung Barat, tersebar dominan di bagian utara, barat, dan selatan wilayah administrasi Kabupaten Lampung Barat yang berbatasan dengan Kabupaten lainnya
  5. Kelas Kelerangan E (> 45%) mencapai luasan 5,26% dari luas wilayah administrasi Kabupaten Lampung Barat, sebagian besar berada dalam kawasan Hutan Lindung dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.
  6. Geologi dan Morfologi

Karakteristik bentukan alam (geomorfologi) Kabupaten Lampung Barat dapat dikelompokkan menjadi 3 grup landform (bentang alam) utama, yaitu:, Fluvial (F), Struktural (S), dan Vulkanik (V).

  • Grup Fluvial. Bentuk lahan ini terbentuk dari bahan endapan sungai dan hasil proses fluvial di kaki lereng perbukitan/pegunungan yang landai. Tersebar antara ketinggian 200 s/d 250 mdpl di sepanjang cekungan pada aliran sungai Way Semaka dan Way Besai Hulu pada ketinggian 830 s/d 910 mdpl. Bentuk lahan ini dicirikan dengan adanya cekungan fluvial atau rawa belakang, kipas alluvial dan kipas alluvial aktif. Struktur geologi terdiri dari Formasi Alluvium (Qa). Relatif subur untuk pengembangan pertanian lahan basah. Penyebaran di Kecamatan Suoh, Bandar Negeri Suoh, Kebun Tebu, Air Hitam, dan Gedungsurian.
  • Grup Struktural. Bentuk lahan struktural menunjukkan ciri dominan dari proses endogen (pengangkatan dan perlipatan) lapisan lempeng bumi. Bentuk lahan ini terdiri dari dataran bergelombang sampai berbukit dan gugusan pegunungan memanjang diselingi lembah-lembah dengan sistem aliran sungai terkontrol oleh kondisi struktur batuan, serta bidang patahan dan garis patahan. Bentuk lahan ini membentuk deretan perbukitan Bukit Barisan Selatan, yang memanjang dari Kecamatan Lumbok Seminung hingga Kecamatan Suoh. Struktur geologi terdiri dari Formasi Ranau (QTr), Formasi Hulu Simpang (Tomh), Formasi Bal (Tmba), Formasi Seblat (Toms), Formasi Batuan Gunung Api Quarter (Qv). Meliputi Kecamatan Lumbok Seminung, Sukau, Balik Bukit, Batu Brak, dan Kecamatan Belalau.
  • Grup Vulkanik. Grup vulkanik terbentuk karena aktivitas volkan/gunung berapi. Grup ini dicirikan oleh bentukan kerucut volkan, aliran lahar atau wilayah yang merupakan akumulasi bahan vulkanik. Secara umum bentuk lahan ini dapat dibedakan berdasarkan litologi induknya yaitu dari jenis andesitis dan basal yang terletak pada ketinggian 700 s/d 1.150 mdpl. Grup Vulkanik terdapat di sebelah utara hingga timur Kabupaten Lampung Barat. Struktur geologi terdiri dari formasi Sekincau Vulcanics (Qhvs) dan sedikit Formasi Granite (Tmgr) yang tersebar mulai dari Gunung Seminung di Kecamatan Lumbok Seminung – Gunung Pesagi (Kec Balik Bukit – Belalau – Batu Ketulis), Gunung Sekincau (Sekincau, Way Tenong) hinga Kecamatan Pagar Dewa dan Sumber Jaya, serta formasi Alluvium (Qa) yang tersebar di Kecamatan Suoh, Bandar Negeri Suoh, Kebun Tebu, dan Gedung Surian.
  • Klimatologi

Kondisi iklim di wilayah Kabupaten Lampung Barat berdasarkan klasifikasi Oldeman dan Las Davies (1979) memiliki dua tipe iklim, yaitu: Tipe Iklim A, terdapat di bagian Barat Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Tipe Iklim B, terdapat di bagian Timur Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Dengan terbentuknya DOB Kabupaten Lampung Barat maka tipe iklim di wilayah Kabupaten Lampung Barat hanya memiliki tipe iklim B, dengan curah hujan di Kabupaten Lampung Barat berkisar antara 2.000 – 2.500 mm per Tahun, bulan basah berkisar antara 7-9 bulan, dan suhu rata-rata berkisar antara 20-250C. dengan persentase penyinaran matahari (intensitas cahaya) berkisar 37,9 – 50,0%.

Sementara itu, berdasarkan curah hujannya pada tahun 2021, curah hujan tertinggi terjadi di bulan Maret dengan jumlah sebanyak 439,3 mm. Adapun jumlah curah hujan terendah terjadi di bulan Juli dengan jumlah 14,3 mm. Lebih lanjut, secara lebih lengkap jumlah curah hujan Kabupaten Lampung Barat pada tahun 2021 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2. Jumlah Curah Hujan di Kabupaten Lampung Barat Tahun 2021

Bulan Jumlah Curah Hujan (mm)
Januari 282,9
Februari 280,5
Maret 439,3
April 230,2
Mei 138,8
Juni 65,1
Juli 14,3
Agustus 50,8
September 156,8
Oktober 69,6
November 236,6
Desember 351,9

Sumber: Kabupaten Lampung Barat dalam Angka, 2022

  1. Kerawanan Bencana

Menurut Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lampung Barat Tahun 2010 – 2030, terdapat empat macam potensi bencana alam yang dapat terjadi di Kabupaten Lampung Barat. Masing-masing potensi bencana alam ini ditemui di beberapa kecamatan dengan karakteristik wilayah yang berbeda. Secara lebih rinci, jenis potensi rawan bencana dan lokasinya hingga luas risiko bencana di Kabupaten Lampung Barat dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3. Daerah Potensi Rawan Bencana di Kabupaten Lampung Barat

No Jenis Bencana Lokasi/Kecamatan
1. Tanah Longsor Dari seluruh kecamatan yang ada hanya Kecamatan Gedung Surian yang relatif tidak terdapat kawasan rawan longsor
2. Banjir Kecamatan Bengkunat Belimbing, Bengkunat, Pesisir Selatan, Ngambur, Pesisir Tengah, Way Krui, Krui Selatan, Karya Penggawa, Sukau, Lumbok Seminung, Bandar Negeri Suoh dan Suoh
3. Gempa Bumi ·   Daerah di sekitar zona patahan, seperti di sepanjang Sesar Semangko dari Teluk Karang berak sampai Liwa;

·   Daerah pada sebaran litologi berupa aluvial dan batuan berumur Kuarter;

·   Daerah pemukiman padat penduduk;

·   Daerah dengan bangunan-bangunan permanen ataupun bangunan yang tidak tahan gempa.

4. Gelombang Pasang Tersebar pada kawasan pesisir yang meliputi Kecamatan Bengkunat Belimbing, Bengkunat, Ngambur, Pesisir Selatan, Pesisir Tengah, Way Krui, Krui Selatan, Karya Penggawa, Pesisir Utara dan Kecamatan Lemong

Sumber: RTRW Kabupaten Lampung Barat Tahun 2020-2030 dan
RPJM Kabupaten Lampung Barat Tahun 2017-2022

Tabel 4. Luas Risiko Bencana di Kabupaten Lampung Barat

No Nama Kecamatan Lingkungan Terpapar (Ha)
Gempa Bumi Tanah Longsor Banjir Banjir Bandang Kekeringan
1 Balik Bukit 15.378 9.862 262 371 15.378
2 Sukau 12.153 8.604 367 893 12.153
3 Lombong Seminung 10.745 6.283 0 308 10.745
4 Belalau 12.780 9.171 239 1.189 12.783
5 Sekincau 8.881 6.692 8 32 8.885
6 Suoh 38.324 33.894 1.853 1.062 38.324
7 Batu Brak 8.111 5.171 306 431 8.111
8 Pagar Dewa 13.545 16.886 60 720 18.915
9 Batu Ketulis 14.565 14.007 0 221 14.606
10 Bandar Negeri Suoh 32.408 26.342 3.553 1.843 32.408
11 Sumber Jaya 5.517 7.184 345 399 9.038
12 Way Tenong 10.116 6.476 201 30 10.406
13 Gedung Surian 5.155 3.287 843 84 6.436
14 Kebun Tebu 3.747 2.865 1.033 449 5.641
15 Air Hitam 10.329 7.587 175 23 10.449
Total 201.754 164.311 9.245 8.055 214.278

Sumber: http://inarisk.bnpb.go.id/

Demografi

  1. Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Lampung Barat pada tahun 2021 adalah sebanyak 302,75 ribu jiwa. Kecamatan Balik Bukit dalam hal ini merupakan kecamatan dengan penduduk terbanyak yaitu dengan jumlah penduduk sebesar 41,69 ribu jiwa. Sementara itu, penduduk di Kabupaten Lampung Barat didominasi oleh penduduk berjenis kelamin laki-laki yang ditunjukkan dengan nilai rasio jenis kelamin penduduk >100,00. Secara lebih rinci, jumlah penduduk di Kabupaten Lampung Barat dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 5. Jumlah Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin
di Kabupaten Lampung Barat Tahun 2021

No Nama Kecamatan Rasio Jenis Kelamin Jumlah Penduduk (ribu)
1 Balik Bukit 105,92 41,69
2 Sukau 106,67 24,81
3 Lombong Seminung 112,78 8,04
4 Belalau 106,91 12,52
5 Sekincau 108,30 18,91
6 Suoh 111,13 18,49
7 Batu Brak 109,10 15,02
8 Pagar Dewa 112,75 17,38
9 Batu Ketulis 111,96 13,39
10 Bandar Negeri Suoh 113,10 24,68
11 Sumber Jaya 105,71 24,09
12 Way Tenong 104,59 34,86
13 Gedung Surian 105,97 16,67
14 Kebun Tebu 105,21 20,54
15 Air Hitam 109,21 11,65
Total 107,94 302,75

Sumber: Kabupaten Lampung Barat dalam Angka, 2022

 

  1. Jumlah Rumah Tangga

Jumlah rumah tangga di Kabupaten Lampung Barat pada tahun 2021 adalah 84.030. Kecamatan Gedung Surian dalam hal ini merupakan kecamatan dengan jumlah rumah tangga terbanyak yaitu 9.188 rumah tangga. Sementara itu, Kecamatan Air Hitam merupakan kecamatan dengan jumlah rumah tangga tersedikit yaitu 2.156 rumah tangga. Secara lebih detail, persebaran jumlah rumah tangga di Kabupaten Lampung Barat dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 6. Jumlah Rumah Tangga di Kabupaten Lampung Barat Tahun 2021

No Kecamatan Jumlah KK
1 Balik Bukit         5.662
2 Sukau         5.177
3 Lombong Seminung         3.827
4 Belalau         7.641
5 Sekincau         6.246
6 Suoh         5.026
7 Batu Brak         7.580
8 Pagar Dewa         4.867
9 Batu Ketulis         8.078
10 Bandar Negeri Suoh         5.169
11 Sumber Jaya         4.214
12 Way Tenong         3.434
13 Gedung Surian         9.188
14 Kebun Tebu 5.765
15 Air Hitam 2.156
Total 84.030

Sumber: LKJiP Kabupaten Lampung Barat, 2021

  • Piramida Penduduk

Penduduk di Kabupaten Lampung Barat didominasi oleh penduduk usia produktif (15-64 tahun) yaitu sebesar 68,17%. Adapun jika dilihat dari bentuk piramida penduduknya, Kabupaten Lampung Barat memiliki piramida penduduk ekspansif yang berarti sebagian besar penduduknya adalah usia muda. Karenanya, dibutuhkan lapangan pekerjaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jumlah angkatan kerja yang ada.

Tabel 7. Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur
di Kabupaten Lampung Barat Tahun 2021

Kelompok Umur Laki-laki Perempuan Total %
0 – 4 13.569 13.266 26.835 8,83%
5 – 9 13.217 12.791 26.008 8,56%
10 – 14 13.540 13.023 26.563 8,74%
15 – 19 12.535 11.830 24.365 8,02%
20 – 24 12.124 11.362 23.486 7,73%
25 – 29 12.140 11.766 23.906 7,87%
30 – 34 13.233 12.358 25.591 8,42%
35 – 39 12.537 11.412 23.949 7,88%
40 – 44 11.598 10.780 22.378 7,36%
45 – 49 10.659 9.689 20.348 6,69%
50 – 54 9.340 8.478 17.818 5,86%
55 – 59 7.651 6.494 14.145 4,65%
60 – 64 6.173 5.020 11.193 3,68%
65 – 69 4.222 3.451 7.673 2,52%
70 – 74 2.846 2.430 5.276 1,74%
75 + 2.191 2.206 4.397 1,45%
Jumlah 157.575 146.356 303.931 100%

Sumber: Kabupaten Lampung Barat dalam Angka, 2022

 

Gambar 3. Piramida Penduduk Kabupaten Lampung Barat Tahun 2021
Sumber: Kabupaten Lampung Barat dalam Angka, 2022 (diolah)

 

  1. Proyeksi Penduduk

Berdasarkan proyeksi penduduk yang telah dilakukan, pada tahun 2041 penduduk Kabupaten Lampung Barat meningkat dari 303.931 jiwa (tahun 2021) menjadi 343.812 jiwa. Proyeksi tersebut dihitung dengan menggunakan rumus geometri seperti berikut:

Dengan:           Pn        : Proyeksi penduduk tahun tertentu

Po        : Penduduk awal tahun

1          : konstanta

r           : angka pertumbuhan penduduk

n          : rentang tahun

Proyeksi tersebut menggunakan data jumlah penduduk dari tahun 2015 hingga 2021. Jumlah penduduk Kabupaten Lampung Barat pada tahun 2015 adalah 293.105 jiwa dan laju pertumbuhan penduduk 2015-2021 adalah 0,62%. Sehingga didapatkan hasil proyeksi seperti pada tabel berikut:

Tabel 8. Proyeksi Penduduk di Kabupaten Lampung Barat

Tahun 2015 2020 2021 2025 2030 2035 2041
Jumlah Penduduk (Jiwa) 293.105 302.139 303.931 311.656 321.368 331.382 343.812

Sumber: Kabupaten Lampung Barat dalam Angka, 2022 (diolah)

  1. Kemiskinan

Selama 5 tahun terakhir yaitu tahun 2017-2021 jumlah penduduk miskin di Kabupaten Lampung Barat mengalami fluktuasi namun lebih cenderung menurun, dimana pada tahun 2021 jumlahnya adalah 39.360 jiwa. Sementara itu, garis kemiskinan cenderung mengalami kenaikan dimana pada tahun 2021 angkanya mencapai 457.478 rupiah/kapita/bulan. Secara lebih jelas, perkembangan jumlah penduduk miskin dan garis kemiskinan di Kabupaten Lampung Barat dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 4. Jumlah Penduduk Miskin dan Garis Kemiskinan di Kabupaten Lampung Barat
Sumber: Kabupaten Lampung Barat dalam Angka, 2022 (diolah)

Sama halnya dengan perkembangan jumlah penduduk miskin, indeks keparahan dan kedalaman kemiskinan di Kabupaten Lampung Barat juga mengalami perkembangan fluktuatif selama 5 tahun terakhir. Namun demikian secara keseluruhan angkanya menurun yaitu untuk indeks kedalaman kemiskinan dari 2,06 (2018) menjadi 1,85 (2021) dan indeks keparahan kemiskinan dari 0,48 (2018) menjadi 0,38 (2021). Secara lebih lengkap perkembangan indeks keparahan dan kedalaman kemiskinan Kabupaten Lampung Barat dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 5. Indeks Keparahan dan Kedalaman Kemiskinan di Kabupaten Lampung Barat
Sumber: Kabupaten Lampung Barat dalam Angka, 2022 (diolah)

 

Perumahan dan Kawasan Permukiman

  1. Tipologi dan Jumlah Bangunan

Pada umumnya perumahan dan permukiman di Kabupaten Lampung Barat dapat dibedakan menjadi 2 kelompok besar yaitu perumahan dan permukiman di perkotaan dan perdesaan. Pertumbuhan kawasan perkotaan di Kabupaten Lampung Barat berada di perkotaan Liwa, Fajar Bulan dan Sumber Jaya. Kawasan Liwa dan Fajar Bulan mempunyai ciri kawasan permukiman perkotaan pada kawasan perbukitan dan setiap saat menghadapi potensi bahaya gempa dan longsor. Secara fungsional Kota Liwa adalah sebagai pusat pemerintahan, perdagangan dan jasa, pendidikan, kesehatan dan budaya, Fajar Bulan akan menjadi pusat kegiatan agropolitan. Permukiman perdesaan di Kabupaten Lampung Barat umumnya memiliki ciri-ciri berupa bangunan rumah tradisional, umumnya berkondisi semi permanen, KDB rendah, MCK diluar rumah dan sebagian besar menggunakan sumur (air tanah) sebagai sumber air minum dan belum mendapat aliran listrik. Permukiman perdesaan ini menyebar merata di setiap kecamatan yang bersifat mengelompok dan tersebar secara tidak tertata.

  1. Status Penguasaan Bangunan

Status penguasaan bangunan merupakan salah satu indikator kesejahteraan penduduk di bidang perumahan. Semakin banyak penduduk yang mempunyai rumah sendiri maka semakin banyak juga masyarakat yang tergolong mapan dan sejahtera terutama memenuhi kebutuhan hidupnya. Adapun selama tiga tahun terakhir persentase tertinggi status penguasaan bangunan di Kabupaten Lampung Barat dalam hal ini adalah milik sendiri dimana pada tahun 2021 persentasenya adalah 89,47%. Secara lebih detail, persentase status penguasaan bangunan di Kabupaten Lampung Barat dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 9. Persentase Status Penggunaan Bangunan di Kabupaten Lampung Barat

Status Penguasaan Bangunan Persentase (%)
2019 2020 2021
Milik Sendiri 89,54 90,72 89,47
Kontrak/Sewa 3,49 2,73 2,66
Bebas Sewa 5,78 6,24 7,87
Dinas/Lainnya 1,19 0,31 0,00

Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung, 2019-2021

  • Luas Lantai Bangunan Setiap Rumah

Luas lantai bangunan merupakan indikator lain yang menunjukkan kesejahteraan penduduk. Idealnya, sebuah keluarga harus menempati rumah dengan luas lantai minimal 8 kali jumlah anggota keluarganya. Adapun Kabupaten Lampung Barat pada tahun 2021 dalam hal ini didominasi oleh bangunan dengan luas lantai 50-99 m2. Namun demikian sampai dengan tahun tersebut masih terdapat 0,71% bangunan di Kabupaten Lampung Barat yang memiliki luas lantai 19 m2. Secara lebih rinci, perkembangan persentase jumlah bangunan berdasarkan luas lantai di Kabupaten Lampung Barat dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 10. Persentase Jumlah Bangunan Berdasarkan Luas Lantai di
Kabupaten Lampung Barat

Luas Lantai (m2) Persentase (%)
2019 2020 2021
≤ 19 2,85 1,15 0,71
20-49 29,74 32,60 29,69
50-99 48,57 49,11 50,93
100-149 11,22 10,73 11,99
150+ 7,62 6,41 6,68

Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung, 2019-2021

  1. Jumlah Bangunan Berdasarkan Luas Perkapita

Luas perkapita merupakan salah satu kriteria rumah layak huni. Menurut Badan Pusat Statistik, luas perkapita minimal agar sebuah rumah dikatakan layak huni adalah ≥ 7,2 m2. Adapun Kabupaten Lampung Barat selama tiga tahun terakhir didominasi oleh bangunan dengan luas perkapita ≥10 m2. Secara lebih rinci, perkembangan persentase jumlah bangunan berdasarkan luas perkapita di Kabupaten Lampung Barat tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 11. Persentase Jumlah Bangunan Berdasarkan Luas Perkapita
di Kabupaten Lampung Barat

Luas Perkapita (m2) Persentase (%)
2019 2020 2021
≤ 7,2 5,39 5,01 0,18
7,3 – 9,9 7,17 10,15 10,63
≥ 10 87,44 88,84 89,19

Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung, 2019-2021

  1. Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Atap Terluas

Bangunan berdasarkan atap terluas adalah klasifikasi bangunan berdasarkan penutup bagian atas sebuah bangunan, sehingga anggota rumah tangga yang berada di rumah tersebut dapat terlindung dari terik matahari, hujan dan sebagainya. Seng merupakan jenis atap terluas yang mendominasi bangunan di Kabupaten Lampung Barat selama tiga tahun terakhir, dimana pada tahun 2021 persentasenya mencapai 52,09%. Secara lebih detail, perkembangan persentase jumlah bangunan berdasarkan jenis atap terluas di Kabupaten Lampung Barat dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 12. Persentase Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Atap Terluas
di Kabupaten Lampung Barat

Jenis Atap Persentase (%)
2019 2020 2021
Beton 0,36 0,40 0,19
Genteng 31,73 26,93 30,58
Asbes 13,11 15,91 15,16
Seng 53,65 56,48 52,09
Bambu/Kayu/Sirap 1,15 0,11 0,98
Jerami/Ijuk/Daun/Rumbia 0,00 0,00 0,46
Lainnya 0,00 0,16 0,54

Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung, 2019-2021

 

 

  1. Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Dinding Terluas

Bangunan berdasarkan dinding terluas adalah klasifikasi bangunan berdasarkan sisi luar/batas/penyekat dari suatu bangunan dengan bangunan lain. Selama tiga tahun terakhir, Kabupaten Lampung Barat dalam hal ini didominasi oleh bangunan dengan jenis dinding terluas kayu/papan dimana pada tahun 2021 persentasenya mencapai 56,80%. Secara lebih rinci, perkembangan persentase jumlah bangunan berdasarkan jenis dinding terluas di Kabupaten Lampung Barat dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 13. Persentase Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Dinding Terluas
Kabupaten Lampung Barat

Jenis Dinding Persentase (%)
2019 2020 2021
Tembok 40,75 37,21 35,21
Plesteran anyaman bambu/kawat 0,40 0,83 0,00
Kayu/Papan 51,66 55,82 56,80
Anyaman Bambu 2,21 3,24 2,83
Bambu/Batang Kayu 1,70 2,74
Lainnya 3,28 2,90 2,41

Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung, 2019-2021

  • Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Lantai Terluas

Bangunan berdasarkan jenis lantai terluas adalah klasifikasi bangunan berdasarkan bagian bawah/dasar/alas suatu ruangan, baik terbuat dari marmer, keramik, granit, tegel/teraso, semen, kayu, tanah dan lainnya seperti bambu. Selama tiga tahun terakhir, Kabupaten Lampung Barat dalam hal ini didominasi oleh bangunan dengan jenis lantai terluas semen/batu merah dimana pada tahun 2021 persentasenya adalah 56,49%. Secara lebih rinci, perkembangan persentase jumlah bangunan berdasarkan jenis lantai terluas di Kabupaten Lampung Barat dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 14. Persentase Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Lantai Terluas
di Kabupaten Lampung Barat

Jenis Dinding Persentase (%)
2019 2020 2021
Marmer/Garnit 2,25 1,07 0,60
Keramik 23,76 18,75 14,76
Parket/Vinil/Permadani/ Ubin/Tegel/Teraso 1,92 0,19 0,93
Kayu/Papan 13,03 12,85 16,48
Semen/Batu Merah 49,55 54,50 56,49
Bambu 0,53 2,46 0,56
Tanah 8,94 10,17 10,18
Lainnya 0,02 0,00 0,00

Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung, 2019-2021

  • Backlog Perumahan

Perhitungan kekurangan jumlah rumah (backlog) dilakukan dengan cara menghitung selisih antara jumlah rumah tangga (KK) dengan jumlah rumah eksisting pada masing-masing Kecamatan di Kabupaten Lampung Barat. Pada tahun 2010, backlog di Kabupaten Lampung Barat menunjukkan bahwa terdapat kekurangan rumah sebesar 4.083 unit. Hal tersebut mengindikasikan diperlukan adanya pembangunan perumahan-perumahan baru dalam rangka untuk mencukupi kebutuhan rumah.

Tabel 15. Kebutuhan Rumah Berdasarkan Kekurangan Jumlah Rumah (Backlog) di Kabupaten Lampung Barat Tahun 2010

No Kecamatan Jumlah Rumah (Unit) Jumlah KK Jumlah Kekurangan Rumah (Unit)
1 Balik Bukit 8.376 9.195 -819
2 Sukau 5.011 4.891 120
3 Lombong Seminung 2.009
4 Belalau 4.619 3.282 1.337
5 Sekincau 5.106 4.446 660
6 Suoh 4.831 4.784 47
7 Batu Brak 6.782
8 Pagar Dewa 4.544 4.755 -211
9 Batu Ketulis 7.443 7.387 56
10 Bandar Negeri Suoh 3.555 3.054 501
11 Sumber Jaya 4.961 5.652 -691
12 Way Tenong 5.009 4.951 58
13 Gedung Surian 9.768 7.534 2.234
14 Kebun Tebu 4.219 3.280 939
15 Air Hitam 3.644 3.792 -148
Total 71.086 75.794 4.083

Sumber: Revisi Penyusunan RP3KP Kabupaten Lampung Barat, 2015

  1. Rumah Tidak Layak Huni

Berdasarkan LKJiP Kabupaten Lampung Barat, pada tahun 2021 terdapat 1,42% rumah tidak layak huni di Kabupaten Lampung Barat. Adapun secara keseluruhan jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Lampung Barat terus mengalami penurunan selama periode 2017 hingga 2021. Berbanding terbalik dengan jumlah rumah tidak layak huni, jumlah rumah layak huni di Kabupaten Lampung Barat juga terus mengalami kenaikan selama periode tersebut dimana pada tahun 2021 persentasenya mencapai 98,58%. Secara lebih rinci, berikut merupakan tabel persentase rumah tidak layak huni dan layak huni di Kabupaten Lampung Barat.

Tabel 16. Persentase Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Lampung Barat

Uraian Tahun
2017 2020 2021
Persentase Rumah Tidak Layak Huni 9,06% 5,30% 1,42%
Persentase Rumah Layak Huni 90,91% 94,70% 98,58%

Sumber: LKJiP Kabupaten Lampung Barat, 2021

Pada tahun 2021, wilayah dengan jumlah rumah tidak layak huni terbanyak di Kabupaten Lampung Barat adalah Kecamatan Balik Bukit (681 unit) dan Kecamatan Suoh (624 unit), sementara jumlah rumah layak huni terbanyak ada di Kecamatan Balik Bukit (9.980 unit) dan Kecamatan Way Tenong (9.639 unit). Posisi Kecamatan Balik Bukit yang memiliki jumlah RLH dan RTLH terbanyak diantara 15 kecamatan lainnya disebabkan oleh jumlah rumah di Kecamatan Balik Bukit yang memang terbanyak diantara 15 kecamatan lainnya (10.661 unit).

  1. Kawasan Permukiman Kumuh

Kawasan kumuh di Kabupaten Lampung Barat, sebagaimana ditetapkan melalui keputusan Bupati Lampung Barat Nomor: B/341/KPTS/ II.06/2014 tentang Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh di Kabupaten Lampung Barat seluas 39,3 Ha, yang tersebar di 13 lokasi pada 9 Kecamatan. Secara lebih rinci, sebaran kawasan kumuh di Lampung Barat dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 17. Sebaran Kawasan Kumuh di Kabupaten Lampung Barat Tahun 2014

No Nama Lokasi Luas (Ha) Prioritas
1 Pasar Liwa 9,6 1
2 Fajar Bulan 5,3 2
3 Kagungan 0,3 3
4 Sekincau 0,9 4
5 Tugu Ratu 1,5 5
6 Pantau 0,9 6
7 Pampangan 1,6 7
8 Giham Sukamaju 8,8 8
9 Bedudu 3,2 9
10 Luas 4,6 10
11 Basungan 0,8 11
12 Negeri Jaya 1,4 12
13 Pagar Dewa 0,4 13
Jumlah 39,3

Sumber: RPJM Kabupaten Lampung Barat, 2017-2022

  1. Kampung Adat

Salah satu lokasi kampung adat yang paling menjadi perhatian di Kabupaten Lampung Barat berada di Desa Kenali, Kecamatan Belalau dimana di dalamnya terdapat rumah adat lamban pesagi. Terletak di Kabupaten Lampung Barat, Desa Tradisional Kenali adalah contoh dari tradisi yang hidup di wilayah Lampung.

Prasarana dan Sarana Umum

  1. Prasarana Jalan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Barat, pada tahun 2021 panjang luas ruas jalan di Kabupaten Lampung Barat adalah 306,84 km. Adapun jika dilihat berdasarkan jenis permukaannya, pada tahun 2021 sebagian besar jalan di Kabupaten Lampung Barat adalah berupa jalan aspal dengan persentase 99,63% yaitu dengan panjang 724 km. Sementara itu, berdasarkan kondisi jalannya, Kabupaten Lampung Barat didominasi oleh jalan dengan kondisi sedang hingga baik. Secara lebih jelas, jenis permukaan dan kondisi jalan di Kabupaten Lampung Barat tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 18. Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan di Kabupaten Lampung Barat Tahun 2021

Jenis 2019 2020 2021
Panjang (km) % Panjang (km) % Panjang (km) %
Jenis Permukaan Aspal 333,13 46,53% 325,09 44,90% 344,22 47,54%
Kerikil 70,14 9,80% 83,62 11,55% 61,28 8,46%
Tanah 140,61 19,64% 132,95 18,36% 121,07 16,72%
Lainnya 180,11 25,16% 182,34 25,18% 197,43 27,27%
Total 715,99 100,00% 724,03 100,00% 724,00 100,00%
Kondisi Jalan Baik 331,82 45,83% 338,54 46,76% 342,27 47,27%
Sedang 118,40 16,35% 116,45 16,08% 123,36 17,04%
Rusak Ringan 63,68 8,80% 109,67 15,15% 141,60 19,56%
Rusak Berat 210,10 29,02% 159,34 22,01% 111,77 15,44%
Total 724,00 100,00% 724,00 100,00% 724,00 100,00%

Sumber: Kabupaten Lampung Barat dalam Angka, 2022

  1. Prasarana Drainase

Berdasarkan RPJMD Kabupaten Lampung Barat Tahun 2017-2022, sistem drainase di Kabupaten Lampung Barat dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu sistem drainase terbuka dan sistem drainase tertutup. Secara khusus pada dokumen RPJMD tersebut dijelaskan bahwa terdapat rencana pengembangan sistem drainase tertutup untuk mengantisipasi tersumbatnya saluran oleh timbulan sampah. Sementara itu, berdasarkan lokasinya terdapat rencana peningkatan kualitas saluran drainase perkotaan terutama pada kawasan-kawasan yang memiliki kepadatan dan intensitas tinggi. Adapun pada kawasan dengan kepadatan rendah, saluran drainase dipadukan penggunaannya dengan saluran air kotor.

 

 

  • Prasarana Persampahan

Sampah adalah satu urusan yang menjadi penentu kualitas lingkungan. Oleh karena hal tersebut, di Kabupaten Lampung Barat pengelolaan sampah menjadi indikator sasaran kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Barat. Pada tahun 2021, timbulan sampah sebanyak 44.891,93 ton ditargetkan pengelolaannya sebanyak 74%. Jika dibandingkan antara jumlah sampah yang terkelola dengan jumlah timbulan sampah dan jumlah penduduk di Kabupaten Lampung Barat, realisasi pengelolaan sampah mencapai 46,66% atau tercapai 63%. Capaian ini bukan hanya lebih rendah dari target pemerintah daerah Kabupaten Lampung Barat, namun juga lebih rendah dari target nasional yang ditetapkan sebesar 74%. Penyebab belum tercapainya target pengelolaan sampah ini adalah kurangnya sarana prasarana pengelolaan sampah, pengurangan anggaran, serta kurangnya sumber daya manusia kompeten dalam pengelolaan persampahan di Dinas Lingkungan Hidup.

Lebih lanjut, rencana pengelolaan sampah untuk wilayah Kabupaten Lampung Barat dibedakan menjadi menurut kawasan penanganan, yaitu kawasan Perkotaan Liwa dan kawasan pertanian/perkebunan Way Tenong dan sekitarnya. Namun untuk TPST direkomendasikan beberapa unit, yaitu untuk kawasan Way Tenong (di Sumber Jaya), Balik Bukit, dan Suoh. Hal ini terkait dengan efisiensi transportasi dan karakteristik kawasan yang cukup berbeda.

  1. Prasarana Telekomunikasi

Keterjangkauan pelayanan prasarana telekomunikasi merupakan salah satu sasaran dalam tujuan Kabupaten Lampung Barat yaitu meningkatnya konektivitas antar wilayah. Pada tahun 2021 dari 136 desa di Kabupaten Lampung Barat 134 (98,5%) di antaranya sudah terhubung dengan jangkauan telekomunikasi dan internet. Persentase tersebut meningkat dari tahun sebelumnya (2020) yang persentasenya adalah 97,79%. Secara lebih lengkap, perkembangan capaian kinerja desa terhubungan telekomunikasi di internet di Kabupaten Lampung Barat selama tahun 2019 hingga 2021 dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 6. Perkembangan Capaian Kinerja Desa Terhubung Telekomunikasi dan Internet di Kabupaten Lampung Barat
Sumber: LKJiP Kabupaten Lampung Barat, 2021

 

  1. Jaringan Listrik

Jumlah pengguna listrik di Kabupaten Lampung Barat dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Hal ini seiring dengan penyebarluasan penyediaan jaringan listrik oleh PLN serta keberadaan unit-unit listrik mandiri milik masyarakat. Dengan adanya peningkatan jumlah pengguna listrik ini sekaligus menunjukkan bahwa jaringan listrik di Kabupaten Lampung Barat sudah cukup melayani kebutuhan masyarakat di Kabupaten. Secara lebih rinci, jumlah pelanggan listrik menurut kecamatan di Kabupaten Lampung Barat tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 19. Jumlah Pelanggan Listrik Menurut Kecamatan di Kabupaten Lampung Barat
Tahun 2020

No Kecamatan Jumlah Pelanggan
1 Balik Bukit 9.759
2 Sukau 6.102
3 Lombong Seminung 1.697
4 Belalau 2.631
5 Sekincau 5.023
6 Suoh 2.830
7 Batu Brak 3.703
8 Pagar Dewa 2.148
9 Batu Ketulis 2.877
10 Bandar Negeri Suoh 3.725
11 Sumber Jaya 6.091
12 Way Tenong 8.488
13 Gedung Surian 4.613
14 Kebun Tebu 5.386
15 Air Hitam 3.448
Total 68.521

Sumber: Kabupaten Lampung Barat dalam Angka, 2022

  1. Jaringan Air Bersih dan Air Minum

Sebagian besar sumber air minum yang digunakan oleh rumah tangga di Kabupaten Lampung Barat adalah mata air terlindung dan tak terlindung yaitu dengan persentase 47,97%. Secara lebih rinci, jenis dan persentase sumber air minum yang digunakan oleh rumah tangga tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 21. Persentase Sumber Air Minum Rumah Tangga di Kabupaten Lampung Barat 2021

No Jenis Persentase
1 Air Kemasan Bermerk, Air Isi Ulang 1,58
2 Ledeng Meteran, Ledeng Eceran 17,30
3 Sumur Bor/Pompa 1,75
4 Sumur Terlindung 21,01
5 Sumur Tak Terlindung 6,61
6 Mata Air Terlindung, Mata Air Tak Terlindung 47,97
7 Air Permukaan 3,77
8 Air Hujan 0,00
9 Lainnya 0,00
Total 100,00

Sumber: Statistik Kesejahteraan Provinsi Lampung, 2021

Lebih lanjut, rumah tangga di Kabupaten Lampung Barat yang memiliki sumber air minum bersih adalah sebesar 49,96%. Sementara itu, persentase rumah tangga yang mendapat akses air minum layak adalah 70,96%. Persentase tersebut masih terbilang rendah sehingga perlu untuk ditingkatkan.

  • Sarana Sanitasi

Sarana sanitasi di Kabupaten Lampung Barat dapat ditinjau dari jenis tempat pembuangan akhir tinja serta kepemilikan fasilitas pembuangan akhir tinja. Adapun sebanyak 50,93 rumah tangga di Kabupaten Lampung Barat menggunakan tangki sebagai tempat pembuangan akhir tinja. Secara lebih rinci, jenis dan persentase tempat pembuangan akhir tinja rumah tangga di Kabupaten Lampung Barat dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 22. Persentase Tempat Akhir Tinja Rumah Tangga di Kabupaten Lampung Barat Tahun 2021

No Jenis Tempat Pembuangan Akhir Tinja Persentase
1 Tangki 50,93
2 IPAL 0,00
3 Kolam/Sawah/Sungai/Danau/Laut 2,94
4 Lubang Tanah 45,97
5 Pantai/Tanah Lapang/Kebun, Lainnya 0,16
Total 100,00

Sumber: Statistik Kesejahteraan Provinsi Lampung, 2021

Lebih lanjut, berdasarkan kepemilikan dan penggunaan fasilitas buang air besar, sebanyak 90,59% rumah tangga di Kabupaten Lampung Barat memiliki dan menggunakan fasilitasnya sendiri. Selanjutnya, 1,30% rumah tangga di Kabupaten Lampung Barat menggunakan fasilitas tempat BAB secara bersama. Secara lebih rinci, persentase kepemilikan dan penggunaan fasilitas buang air besar rumah tangga di Kabupaten Lampung Barat tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 23. Persentase Kepemilikan dan Penggunaan Fasilitas Buang Air Besar Rumah Tangga
di Kabupaten Lampung Barat Tahun 2021

No Jenis Fasilitas Tempat Buang Air Besar Persentase
1 Sendiri 90,59
2 Bersama 1,30
3 MCK Komunal. Umum 1,18
4 Tidak Digunakan/Tidak Ada 6,93
Total 100,00

Sumber: Statistik Kesejahteraan Provinsi Lampung, 2021

 

  • Sarana Peribadatan

Kabupaten Lampung Barat memiliki beragam jenis fasilitas peribadatan yaitu masjid, mushola, gereja protestan, gereja katolik, pura dan vihara. Adapun secara lebih rinci, jumlah dan persentase setiap jenis fasilitas peribadatan di Kabupaten Lampung Barat dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 24. Jumlah Fasilitas Peribadatan di Kabupaten Lampung Barat Tahun 2021

No Jenis Jumlah Persentase
1 Masjid 721 52,44%
2 Mushola 625 45,45%
3 Gereja Protestan 17 1,24%
4 Gereja Katolik 6 0,44%
5 Pura 5 0,36%
6 Vihara 1 0,07%
Jumlah 1.375 100,00%

Sumber: Kabupaten Lampung Barat dalam Angka, 2022

 

 

  1. Sarana Pendidikan

Kabupaten Lampung Barat memiliki ketersediaan fasilitas pendidikan mulai dari SD/MI hingga SMA/MA sederajat. Adapun secara lebih rinci, jumlah fasilitas dan persentasenya di Kabupaten Lampung Barat dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 25. Jumlah Fasilitas Pendidikan di Kabupaten Lampung Barat Tahun 2021

No Jenis Jumlah Persentase
1 SD 248 35,63%
2 SMP 85 12,21%
3 SMA/SMK 361 51,87%
4 Perguruan Tinggi 2 0,29%
Jumlah 696 100,00%

Sumber: Kabupaten Lampung Barat dalam Angka, 2022

  1. Sarana Kesehatan

Terdapat berbagai macam jenis fasilitas kesehatan di Kabupaten Lampung Barat yaitu seperti rumah sakit umum, puskesmas, klinik pratama dan posyandu. Berikut merupakan jumlah dan persentase masing-masing fasilitas kesehatan tersebut.

Tabel 26. Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Lampung Barat Tahun 2021

No Jenis Jumlah Persentase
1 Rumah Sakit Umum 1 0,35%
2 Rumah Sakit Khusus 1 0,35%
3 Puskesmas 17 5,96%
4 Klinik Pratama 4 1,40%
5 Posyandu 262 91,93%
Total 285 100,00%

Sumber: Kabupaten Lampung Barat dalam Angka, 2022

  1. Sarana Perdagangan

Pasar menjadi salah satu sarana perdagangan utama yang menopang ekonomi di Kabupaten Lampung Barat. Pada tahun 2020, terdapat 6 Pasar Permanen yang tersebar di Kecamatan Balik Bukit, Kecamatan Sekincau, Kecamatan Suoh, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kecamatan Sumber Jaya serta Kecamatan Kebun Tebu. Terkait sarana perdagangan yang lainnya, diketahui bahwa semua desa/ kelurahan di Kabupaten Lampung Barat (131 desa/ kelurahan) terdapat toko. Secara lebih lengkap, jumlah sarana perdagangan di Kabupaten Lampung Barat pada tahun 2020 terangkum dan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 27. Jumlah Pasar Menurut Kecamatan di Kabupaten Lampung Barat

No Jenis Jumlah Persentase
1 Kelompok Pertokoan 36 0,69%
2 Pasar Permanen 6 0,11%
3 Pasar Semi Permanen 38 0,73%
4 Pasar Tanpa Bangunan 4 0,08%
5 Minimarket 49 0,94%
6 Toko 5.100 97,46%
Jumlah 5.233 100,00%

Sumber: Kabupaten Lampung Barat dalam Angka, 2021

  • Ruang Terbuka Hijau

Proporsi RTH suatu daerah berpedoman pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 05/PRINT/M/2008/ yaitu minimal 30% dari luas wilayah. Berdasarkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Lampung Barat Tahun 2021, RTH di Kabupaten Lampung Barat pada tahun 2021 mencapai luas 14.869,93 Ha. Adapun luas tersebut sudah mencapai batas minimal dari proporsi RTH.