Provinsi Papua Barat merupakan Provinsi yang memiliki cerita panjang sebelum menjadi bagian wilayah Indonesia.  Didalam peta, provinsi ini terletak pada bagian kepala burung Pulau Papua dengan beberapa pulau-pulau disekitarnya. Secara geografis  Provinsi Papua Barat terletak antara 00– 40 Lintang Selatan dan antara 1240– 1320 Bujur Timur dengan Luas wilayah Papua Barat adalah berupa daratan seluas 102.955,15 km2. Provinsi Papua Barat kaya akan sumberdaya alam dan bentangan pesona alam yang indah. Diantaranya Kepulauan Raja Ampat dengan empat gugusan pulau meliputi Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati dan Pulau Bantata, kepulauan ini merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving. Taman Nasional Burung Cendrawasi, yang merupakan taman nasional perairan laut terluas di Indonesia serta Taman Nasional Lorens yang merupakan Taman Nasional terluas di Asia Tenggara. Keadaan suhu rata-rata di Provinsi Papua berkisar antara 27,20 C hingga 27,90C dengan curah hujan yang cukup tinggi sepanjang tahun, tertinggi pada bulan Maret dan Desember.

 

Administrasi Wilayah

Secara administrasi Provinsi Papua Barat berbatasan dengan :

Utara               : Samudera Pasifik

Selatan            : Laut Banda, Provinsi Maluku

Timur               : Provinsi Papua

Barat               : Laut Seram, Provinsi Maluku

 

Pembagian wilayah Provinsi Papua Barat terdiri atas 12 Kabupaten dan 1 Kota, dengan Manokwari sebagai Ibu Kota Provinsi.

Dari total seluruh luas wilayah Provinsi Papua Barat, Wilayah Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Kaimana memiliki luas wilayah yang paling besar. Persentase luas Wilayah Kabupaten Teluk Bintuni mencapai 20,24 % dan Kabupaten Kaimana sebesar 15,78 %.  Kedua wilayah ini terletak pada bagian selatan Provinsi Papua Barat.

 

Persentase Luas Wilayah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat Tahun 2018 Sumber : BPS Provinsi Papua Barat

Tabel 1. Luas Wilayah Provinsi Papua Barat Menurut Kabupaten/Kota

No Kabupaten/Kota Luas
1 Fakfak 14.320,00
2 Kaimana 16.241,84
3 Teluk Wondama 3.959,53
4 Teluk Bintuni 20.840,83
5 Manokwari 3.186,28
6 Sorong Selatan 6.594,31
7 Sorong 6.544,23
8 Raja Ampat 8.034,44
9 Tambrauw 11.529,18
10 Maybrat 5.461,69
11 Manokwari Selatan 2.812,44
12 Pegunungan Arfak 2.773,74
13 Kota Sorong 656,64
Papua Barat 102 955,15

Sumber : BPS Provinsi Papua Barat

 

Kebencanaan

Provinsi Papua Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rentan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami. Berdasarkan data BMKG, Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua disebelahnya dilintasi oleh 16 patahan lokal. 16 patahan lokal yang berpengaruh terhadap gempa yang terjadi di Papua dan Papua Barat, yaitu lajur Anjak Mamberamo, lajur Ofiolit Papua, lajur Anjak Pegunungan Tengah, lajur Sesar Yapen, Waipoga Through, Sesar Sungkup Weyland, Sesar Ransiki, Sesar Wandamen dan lajur lipatan Lengguru, sesar anjak Arguni, sesar Tarera Aiduna, lajur sesar Sorong, lajur sesar Koor, Manokwari Through, subduksi utara Papua dan subduksi bujur Banda.

sesar Sorong memberikan kontribusi cukup besar terhadap gempa lokal, termasuk sesar Yapen, kata Petrus seraya menambahkan, khusus Papua daerah yang rawan gempa yaitu Nabire, Serui, Biak dan Sarmi. Keberadaan patahan-patahan ini menjadi sumbersumber potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

 

Kependudukan

Penduduk Papua adalah orang-orang Melanesia dan mayoritas beragama Kristen/Katolik, hal yang membedakan mereka dengan umumnya orang-orang Melayu dan muslim di Indonesia.  Jumlah penduduk Papua Barat dari hasil proyeksi yaitu sebesar 937.458 jiwa pada tahun 2018 yang terdiri atas 481.939 penduduk laki-laki dan 433.422 penduduk perempuan. Laju pertumbuhan penduduk pertahun pada 2010-2018 adalah sebesar 2,57. Sementara itu, rasio jenis kelamin Provinsi Papua Barat pada tahun 2018 sebesar 111,09. Kepadatan penduduk di Papua Barat tahun 2018 mencapai 9,11 jiwa/ km2. Angka kepadatan penduduk ter-tinggi terletak di Kota Sorong sebesar 376,29 jiwa/km2 dan kepadatan teren-dah di Kabupaten Tambrauw yaitu sebe-sar 1,20 jiwa/km2. Kota Sorong memiliki jumlah penduduk yang paling banyak. Dengan luasan wilayah yang paling kecil diantara wilayah lainnya, Kota sorong memilki tingkat kepadatan sebesar 376,29 jiwa/km2

Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat, 2018
Sumber : BPS Provinsi Papua Barat

 

Tabel 2. Laju Pertumbuhan Penduduk dan Kepadatan Penduduk

Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat, 2018

No Kabupaten/Kota Laju Pertumbuhan Penduduk 2010  2018 Kepadatan Penduduk per km2 Sex Rasio
1 Fakfak 1,93 5,4 111,42
2 Kaimana 2,72 3,6 112,3
3 Teluk Wondama 2,33 8,02 116,51
4 Teluk Bintuni 2,29 3,03 123,16
5 Manokwari 2,69 53,64 112,74
6 Sorong Selatan 2,38 6,98 108,95
7 Sorong 2,6 13,29 112,15
8 Raja Ampat 1,63 5,96 113,2
9 Tambrauw 0,79 1,2 106,49
10 Maybrat 2,34 7,34 103,62
11 Manokwari Selatan 2,6 8,4 108,3
12 Pegunungan Arfak 2,6 10,96 98,93
13 Kota Sorong 3,12 376,29 109
Papua Barat 2,57 9,11 111,09

Sumber : BPS Provinsi Papua Barat

 

Kemiskiman

Dalam sembilan tahun terakhir, jumlah penduduk miskin di Provinsi Papua mengalami penurunan tiap tahunnya. Jumlah penurunan ini sebesar 42.370 jiwa. Penurunan angka kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2011-2012 yakni sebesar 6.410 jiwa dan tahun 2017-2018 sebesar 13.910 jiwa.

Jumlah Penduduk Miskin Provinsi Papua Tahun 2009-2018 Sumber : BPS Provinsi Papua Barat,2019