Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah salah satu provinsi yang berbatasan langsung dengan negara lain pada wilayah darat yakni negara Timur Leste. Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 1.192 pulau, 432 pulau diantaranya sudah mempunyai nama dan sisanya sampai saat ini belum mempunyai nama 42 pulau dihuni dan 1.150 pulau tidak dihuni. (Pejabat Pengelola Informasi Daerah Provinsi NTT, 2019).

Dari sekian banyaknya pulau yang ada, terdapat 5 (Lima) pulau besar berpenghuni yakni Pulau  Timur Timur (14.523,24 km2), Pulau Flores (13.393,81 km2), Pulau Sumba (12.532,88 km2), Pulau Alor (2.864,60 km2), Lembata (1.266,00 km2) dan pulau lainnya seluas 4.137,57 km2. Kabupaten Manggarai Barat dan dan Kabupaten Rote Ndao adalah Kabupaten dengan jumlah pulau terbanyak.  Saat ini Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu destinasi wisata nasional maupun internasional dengan kekayaan alam yang menjadi tujuan wisatanya.

Sama seperti wilayah lain di Indonesia, Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau.  Jumlah hari hujan di Nusa Tenggara Timur berbeda-beda pada masing-masing wilayahnya seperti pada wilayah Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur yang dihujani sabanyak 172 dan 166 hari, sementara pada wilayah lain seperti seperti Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Lembata hanya dihujani selama 38 dan 58 hari.

 

Letak provinsi Nusa Tenggara timur ialah :

  • Sisi Utara : berbatasan dengan Laut Flores
  • Sisi Selatan : berbatasan dengan Samudera Hindia
  • Sisi Timur : berbatasan  dengan Negara Timor Leste
  • Sisi Barat : berbatasan  dengan Propinsi Nusa Tenggara Barat

 

Secara administrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri atas 21 Kabupaten dan 1 Kota dengan total luas wilayah sebesar 48 718,10 km2. Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Kupang merupakan wilayah dengan luas yang paling besar yakni seluas 7 000,50 km2  dan 5 434,76 km2 .  Sementara  wilayah dengan luasan terkecil adalah Kota Kupang dan Kabupaten Sabu Raijua seluas 26,18 km2 dan 460,54 km2. Secara geografis Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagian besar merupakan wilayah dataran rendah. Dataran tinggi dengan ketinggian diatas 1000 mdpl terdapat di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Ngada.

 

Tabel 1 : Luas Daerah, Nama Ibu Kota Kabupaten/Kota dan Tinggi Wilayah

 Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2018

 

No Kabupaten / Kota Ibu Kota Kabupaten/ Kota Luas (Km2) Tinggi Wilayah (mdpl)
1 Sumba Barat Waikabubak 2 183,18 ± 445
2 Sumba Timur Waingapu 7 000,50 ± 155
3 Kupang Oelamasi 5 434,76 ± 30
4 Timor Tengah Selatan Soe 3 947,00 ± 900
5 Timor Tengah Utara Kefamenanu 2 669,70 ± 470
6 Belu A ambua 1 284,97 ± 380
7 Alor Kalabahi 2 864,60 ± 75
8 Lembata Lewoleba 1 266,00 ± 10
9 Flores Timur Larantuka 1 813,20 ± 25
10 Sikka Maumere 1 731,90 ± 35
11 Ende Ende 2 046,50 ± 100
12 Ngada Bajawa 1 645,88 ±1547
13 Manggarai Ruteng 2 096,44 ±1177
14 Rote Ndao Ba’a 1 280,00 ± 30
15 Manggarai Barat Labuan Bajo 2 397,03 ± 65
16 Sumba Tengah Waibakul 1 868,74 ± 450
17 Sumba Barat Daya Tambolaka 1 480,46 ± 45
18 Nagekeo Mbay 1 416,96 ± 55
19 Manggarai Timur Borong 2 642,93 ± 20
20 Sabu Raijua Seba 460,54 ± 60
21 Malaka Betun 1 160,63 ± 40
22 Kota Kupang Kupang 26,18 ± 85
NTT 48 718,10  

Sumber : BPS Provinsi NTT 2019

 

 

 

Kerawanan Bencana

Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rawan terhadap bencana alam gempa bumi, banjir, angin puting beliung, kekeringan, dan tanah longsor.

Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2019, dari beberapa kejadian bencana alam yang terjadi Kabupaten Manggarai merupakan wilayah dengan catatan kejadian bencana tanah longsor , banjir dan angin puting beliung tertinggi.

Dalam  Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur No 1 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur 2010-2030 telah ditetapkan kawasan-kawasan rawan bencana diantaranya :

  

Tabel 2 . Persebaran Kawasan Rawan Bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur

No Kawasan Lokasi
1 Kawasan Rawan Longsor dan Gerakan tanah  Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan,Kabupaten Timur Tengah Utara, Kabupaien Belu, Kabupalen Alor, Kabupaten
Lembata , Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, Kabupaten Ngada, Kabupalen Nagekeo, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaien Manggarai,
dan Kabupaten ManggaEi Barat.
2 Kawasan Rawan Banjir Takari dan Noelmin di Kabupaten Kupang, Benanain di Kabupaien Belu, Dataran
Bena dan Naemeto di Kabupacn Timor Tengah Selalan, dan Ndona di Kabupaten
Ende
3 kawasan lawan bencana gempa Kabupaten Ende, Kabupalen Sikka,
Kabupaten Flores Timor Kabupatan Manggarai Barat Kabupaten Manggarai,
Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Alor
4 Kawasan Rawan Bencana Gelombang Pasang da Tsunami Maumere
Kabupacn Sikka, Daerah Atapupu/Pantai Utara Belu, Pantai Selatan Pulau
Sumba, Pantai Utara Ende, Pantai Utara Flores Timur, Pantai Selalan Lembata,
dan Pantai Selatan Pulau Timor. Pantai Selatan Pulau Sabu dan Pantai Selalan Pulau Rote
5 Kawasan Rawan Bencana Gunung Berapi  Kawasan Gunung Inelika, Gunung Illi Lewotolo, Gunung Illi Boleng, Gunung Lereboleng, Gunung Lewotobi Laki-laki, Gunung Lewotobi Perempuan di Flores Timur
Kawasan Gunung Anak Ranakah di Kabupaten Ruteng
Kawasan Gunung Iya dan Gunung Kelimutu di Kabupaten Ende
Kawasan Gunung Inerie di Kabupaten Ngada
Kawasan Gnung Ebulobo di Kabupaten Negekeo
Kawasan Gunung Rokatenda dan Gunung Egon di Kabupaten Sikka
Kawasan Gunung Sirung di Kabupaten Alor
Kawasan Gunung Batutara dan Gunung Ile Ape di Kabupaten Lembata

Sumber : RTRW Provinsi NTT 2010-2030