Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terletak di Pulau Jawa bagian tengah selatan. Secara astronomis, DIY terletak pada 7°33′ – 8°12′ Lintang Selatan dan 110°00′ – 110°50′ Bujur Timur. DIY berbatasan dengan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Klaten di sebelah utara, dengan Kabupaten Klaten dan Kabupaten Wonogiri di sebelah timur, dengan Samudera Hindia di sebelah selatan, dan berbatasan dengan Kabupaten Purworejo di sebelah barat.

Tabel 1. Kondisi Administrasi Daerah Istimewa Yogyakarta

No Kabupaten/Kota Ibu Kota Pembagian

Administratif

Luas (km2) Persentase (%) Ketinggian (mdpl)
1 Kota Yogyakarta Yogyakarta 14 kecamatan, 45 kelurahan 32,50 1,02 75
2 Kab. Sleman Sleman 17 kecamatan, 86 desa 574,82 18,04 145
3 Kab. Bantul Bantul 17 kecamatan, 75 desa 506,85 15,91 45
4 Kab. Kulon Progo Wates 12 kecamatan, 88 desa 586,27 18,40 50
5 Kab. Gunungkidul Wonosari 18 kecamatan, 144 desa 1.485,36 46,62 185
DIY Yogyakarta 1 kota,  4 kabupaten 3.185,80 100,00

Sumber: DIY dalam Angka 2018, BPS DIY, 2018

DIY terdiri dari dataran rendah, pegunungan dan gunung berapi. Spesifikasi dataran di DIY ditunjukkan dalam grafik berikut.

Tabel 2. Kondisi Topografis daerah istimewa Yogyakarta

No Jenis Dataran Luas (km2) Ketinggian (mdpl)
1 Pegunungan selatan 1.656,25 150-700
2 Gunung berapi Merapi 582,81 80-2.911
3 Dataran rendah antara pegunungan selatan dan pegunungan Kulon Progo 215,62 0-80
4 Pegunungan Kulon Progo dan dataran rendah selatan 708,25 0-572

Sumber: DIY dalam Angka 2018, BPS DIY, 2018

Kondisi tanah di DIY sangat bervariasi, antara lain terdiri dari tanah alluvial lithosol, regosol, rensia, grumosol, mediteran, dan lhathosol. Spesifikasi kondisi tanah di DIY ditunjukkan dalam tabel berikut.

Tabel 3. Jenis Tanah di DIY

No. Jenis Tanah Luas (km2) Persentase (%)
1 Alluvial 101,74 3,19
2 Lithosol 1.052,93 33,05
3 Regosol 863,06 27,09
4 Rensia 78,83 2,48
5 Grumosol 349,95 10,97
6 Mediteran 345,40 10,84
7 Lhathosol 394,49 12.38
Jumlah 3.186,40 100

Sumber: DIY dalam Angka 2018, BPS DIY, 2018

            Potensi sumber daya air permukaan yang tersedia di DIY meliputi debit sungai, bendung air dan air tanah. Di Kabupaten Gunungkidul, selain aliran sungai, sumber daya air permukaan juga berupa genangan atau telaga. Kawasan resapan air terletak di lereng Gunung Merapi, meliputi wilayah Tempel, Turi, Pakem, Cangkringan, Sleman, Ngemplak, dan sekitarnya.

 

Tabel 4. Sungai di Daerah Istimewa Yogyakarta

No Sungai Panjang Aliran (km) Kabupaten/ Kota yang Dilewati
1 Code 32 Sleman, Bantul, Yogyakarta
2 Opak 35 Sleman, Bantul
3 Progo 43 Sleman, Kulon Progo
4 Gajah Wong 20 Sleman, Bantul, Yogyakarta
5 Winongo 43 Sleman, Bantul, Yogyakarta
6 Serang 29 Kulon Progo

Sumber: DIY dalam Angka 2018, BPS DIY, 2018

 

DIY merupakan salah satu daerah yang mempunyai banyak lokasi rawan bencana. Lokasi-lokasi tersebut ditunjukkan dalam tabel berikut.

Tabel 5. Kawasan Rawan Bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta

No Jenis Lokasi
1 Kawasan rawan tanah longsor § Kabupaten Bantul: Kecamatan Pundong, Imogiri, Dlingo, Piyungan, Kasihan, dan Sedayu.

§ Kabupaten Gunungkidul: Kecamatan Panggang, Purwosari, Playen, Patuk, Gedangsari, Nglipar, dan Ngawen.

§ Kabupaten Sleman: Kecamatan Gamping dan Prambanan.

2 Kawasan rawan gelombang pasang (tsunami) § Kabupaten Kulon Progo: Kecamatan Temon, Wates, Panjatan, dan Galur.

§ Kabupaten Bantul: Kecamatan Srandakan, Sanden, dan Kretek.

§ Kabupaten Gunungkidul: Kecamatan Purwosari, Saptosari, Tepus, Tanjungsari, dan Girisubo.

3 Kawasan rawan banjir § Kabupaten Kulon Progo: Kecamatan Temon, Wates, Panjatan, Galur, Lendah, Pengasih, dan Kokap.

§ Kabupaten Bantul: Kecamatan Srandakan, Sanden, Kretek, Pundong, Pandak, Jetis, Pleret, Banguntapan, Sewon, dan Pajangan.

§ Kabupaten Gunungkidul: Kecamatan Karangmojo, Wonosari, Gedangsari, Nglipar, dan Semin.

4 Kawasan rawan gempa bumi § Kabupaten Bantul: yang dilewati patahan meliputi Kecamatan Kretek, Pundong, Jetis, Imogiri, Dlingo, Pleret, Piyungan, Srandakan, Sanden, Bambanglipuro, Pandak, Sewon, Kasihan, Pajangan, dan Sedayu.

§ Kabupaten Kulon Progo: yang dilewati patahan meliputi Kecamatan Wates, Panjatan, Lendah, Sentolo dan Pengasih.

§ Kabupaten Sleman: yang dilewati patahan meliputi Kecamatan Mlati, Depok, Berbah, Prambanan, Kalasan, dan Sleman.

5 Kawasan rawan kekeringan § Kabupaten Kulon Progo: Kecamatan Pengasih, Kokap, Girimulyo, Nanggulan, Kalibawang, dan Samigaluh.

§ Kabupaten Bantul: Kecamatan Kretek, Pundong, Imogiri, dan Dlingo.

§ Kabupaten Gunungkidul: Kecamatan Panggang, Purwosari, Paliyan, Saptosari, Tepus, Tanjungsari, Rongkop, Girisubo, Semanu, Ponjong, Wonosari, dan Playen.

6 Kawasan rawan letusan gunung berapi § Kabupaten Sleman: Kecamatan Cangkringan, Ngaglik, Pakem, Tempel, dan Turi.

Sumber: Dokumen RTRW DIY, Dinas PUP-ESDM DIY, 2015

Pada tahun 2017, penduduk DIY terkonsentrasi di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul yang merupakan bagian dari Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY). Data jumlah dan kepadatan penduduk DIY ditunjukkan dalam tabel berikut.

 

Tabel 5. Kondisi Kependudukan di daerah Istimewa Yogyakarta

No Kabupaten/ Kota Jumlah Penduduk Tahun (jiwa) Luas Wilayah (km2) Kepadatan Penduduk (jiwa/km2) Jumlah Rumah Tangga
Laki-Laki Perempuan Jumlah
1 Yogyakarta 206.421 216.311 422.732 32.50 13.007 144.137
2 Sleman 602.063 591.449 1.193.512 574.82 2.076 367.976
3 Bantul 493.087 502.177 995.264 506.85 1.964 284.169
4 Kulon Progo 207.245 214.050 421.295 586.27 719 118.205
5 Gunungkidul 352.053 377.311 729.364 1.485.36 491 205.989
DIY 1.860.869 1.901.298 3.762.167 3.185.80 1.181 1.120.477

Sumber: DIY dalam Angka 2018, BPS DIY, 2018

 

Pola pertumbuhan penduduk DIY ditunjukkan dalam tabel berikut.

Tabel 6. Laju Pertumbuhan Penduduk DIY

No Kabupaten/Kota Tahun Laju Pertumbuhan Penduduk
2010 2015 2017 2010-2017 2015-2017
1 Kota Yogyakarta 387.379 412.704 422.732 1,25 1,21
2 Kab. Sleman 1.103.534 1.167.481 1.193.512 1,12 1,11
3 Kab. Bantul 909.539 971.511 995.264 1,29 1,22
4 Kab. Kulon Progo 389.661 412.198 421.295 1,12 1,10
5 Kab. Gunungkidul 677.376 715.282 729.364 1,06 0,98

Sumber: DIY dalam Angka,, BPS DIY, 2018

Berdasarkan proyeksi jumlah penduduk tahun 2020-2035, dapat diperoleh kebutuhan hunian di wilayah DIY pada tahun 2020-2035 yang ditunjukkan dalam grafik berikut.

 

Tabel 7 Proyeksi Penduduk DIY 2020-2035

No Kabupaten/ Kota Uraian Tahun
2020 2025 2030 2035
1 Kulon Progo

 

Jumlah Penduduk (Jiwa) 421.043 438.116 455.880 474.365
Kebutuhan Rumah 84.209 87.623 91.176 94.873
2 Bantul

 

Jumlah Penduduk (Jiwa) 986.919 1.026.936 1.068.576 1.111.903
Kebutuhan Rumah 197.384 205.387 213.715 222.381
3 Gunungkidul

 

Jumlah Penduduk (Jiwa) 731.262 760.913 791.766 823.870
Kebutuhan Rumah 146.252 152.183 158.353 164.774
4 Sleman

 

Jumlah Penduduk (Jiwa) 1.183.552 1.231.542 1.281.478 1.333.438
Kebutuhan Rumah 236.710 246.308 256.296 266.688
5 Yogyakarta

 

Jumlah Penduduk (Jiwa) 420.781 437.843 455.596 474.069
Kebutuhan Rumah 84.156 87.569 91.119 94.814
DIY Jumlah Penduduk (Jiwa) 3.743.559 3.895.350 4.053.295 4.217.645
Kebutuhan Rumah 748.712 779.070 810.659 843.529

Sumber: BAPPEDA DIY, 2016