Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Sumatera. Secara geografis Provinsi Sumatera Barat terletak antara 0º54’ LU dan 3º30’ LS serta 98º36’ BT dan 101º53’ BT dan dilalui garis katulistiwa. Luas daratan Provinsi Sumatera Barat adalah 42.297,30 km², sedangkan luas perairan laut Provinsi Sumatera Barat diperkirakan ±186.580 km2. Luas perairan territorial adalah 57.880 km2 dan 12.870 km2 perairan ZEE serta panjang garis pantai 2.420.388 km. Provinsi Sumatera Barat terdiri dari 19 Kabupaten atau Kota (12 Kabupaten, 7 Kota, 147 Kecamatan, 877 Kelurahan atau Desa). Adapun batas-batas wilayah Provinsi Sumatera Barat antara lain :

– Sebelah Utara : Berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara;

– Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Provinsi Bengkulu;

– Sebelah Timur : Berbatasan dengan Provinsi Riau dan Provinsi Jambi; dan

– Sebelah Barat : Berbatasan dengan Samudera Hindia.

Lokasi yang strategis tersebut menjadikan Provinsi Sumatera Barat sebagai gerbang masuk Indonesia di wilayah barat, didukung dengan prasarana dan sarana transportasi yang memadai, seperti jalan nasional Trans Sumatera, Bandara Internasional Minangkabau (BIM), maupun pelabuhan laut internasional Teluk Bayur. Provinsi ini juga termasuk dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Sub Regional (KESR) segitiga pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand.

Sumatra Barat terletak di pesisir barat di bagian tengah pulau Sumatra yang terdiri dari dataran rendah di pantai barat dan dataran tinggi vulkanik yang dibentuk oleh Bukit Barisan. Sumatra Barat merupakan salah satu daerah rawan gempa di Indonesia. Hal ini disebabkan karena letaknya yang berada pada jalur patahan Semangko, tepat di antara pertemuan dua lempeng benua besar, yaitu Eurasia dan Indo-Australia. Oleh karenanya, wilayah ini sering mengalami gempa bumi. Gempa bumi besar yang terjadi akhir-akhir ini di Sumatra Barat di antaranya adalah Gempa bumi 30 September 2009 dan Gempa bumi Kepulauan Mentawai tahun 2010.

 

Tabel 1. Luas Wilayah menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat

No Kabupaten/Kota Luas (km2) %
1 Kabupaten Pesisir Selatan 5,749.89 13.686%
2 Kabupaten Solok 3,738.00 8.897%
3 Kabupaten Sijunjung 3,130.40 7.451%
4 Kabupaten Tanah Datar 1,336.10 3.180%
5 Kabupaten Padang Pariaman 1,332.51 3.172%
6 Kabupaten Agam 1,804.30 4.295%
7 Kabupaten Lima Puluh Kota 3,571.14 8.500%
8 Kabupaten Pasaman 3,947.63 9.396%
9 Kabupaten Kepulauan Mentawai 6,011.35 14.308%
10 Kabupaten Dharmasraya 2,961.13 7.048%
11 Kabupaten Solok Selatan 3,346.20 7.965%
12 Kabupaten Pasaman Barat 3,887.77 9.254%
13 Kota Padang 693.66 1.651%
14 Kota Solok 71.29 0.170%
15 Kota Sawahlunto 231.93 0.552%
16 Kota Padangpanjang 23.00 0.055%
17 Kota Bukittinggi 25.24 0.060%
18 Kota Payakumbuh 85.22 0.203%
19 Kota Pariaman 66.13 0.157%
  Total 42,012.89 100.000%

Sumber: BPS Sumatera Barat, 2019

 

Kependudukan

Sumatera Barat memiliki jumlah penduduk sebanyak 5.441.197 jiwa, dengan kepadatan penduduk sebesar 128,64 jiwa/km2 pada tahun 2019. Berikut tabel jumlah penduduk menurut kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat.

Tabel 2. jumlah penduduk menurut kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat tahun 2019

No Wilayah Jumlah Penduduk (Jiwa)
Laki-Laki Perempuan Laki-Laki + Perempuan
2019 2019 2019
1 Kepulauan Mentawai 47916 44105 92021
2 Pesisir Selatan 230308 233615 463923
3 Kab.Solok 184812 188602 373414
4 Sijunjung 119011 118365 237376
5 Tanah Datar 170272 177947 348219
6 Padang Pariaman 204780 210833 415613
7 Agam 241877 249405 491282
8 Lima Puluh Kota 190298 192519 382817
9 Pasaman 139576 141635 281211
10 Solok Selatan 86394 84681 171075
11 Dharmasraya 128401 119178 247579
12 Pasaman Barat 224517 219205 443722
13 Padang 475656 475215 950871
14 Kota Solok 35286 35724 71010
15 Sawahlunto 31129 31395 62524
16 Padang Panjang 26821 26872 53693
17 Bukittinggi 63519 67254 130773
18 Payakumbuh 67486 68087 135573
19 Pariaman 43713 44788 88501
SUMATERA BARAT 2711772 2729425 5441197

Sumber: BPS Sumatera Barat, 2019

 

Kemiskinan

Jumlah penduduk miskin di Sumatera Barat pada September 2018 mencapai 353,24 ribu orang. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 3,89 ribu orang dibandingkan Maret 2018. Penurunan lebih signifikan terjadi jika dibandingkan dengan angka September tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin menurun sebanyak 6,76 ribu orang.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2018 – September 2018, jumlah

penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebesar 10,74 ribu orang, sedangkan daerah perdesaan turun sebesar 14,63 ribu orang. Persentase kemiskinan di perkotaan naik dari 4,86 persen menjadi 4,99 persen. Sedangkan di perdesaan turun dari 8,07 persen menjadi 7,90 persen.

Tabel 3. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah, September 2017 – September 2018

Daerah/Tahun Jumlah Penduduk Miskin (000 Jiwa) Presentase Penduduk Miskin (%)
Perkotaan
Sep-17 114,59 5,11
Mar-18 114,84 4,86
Sep-18 125,58 4,99
Perdesaan
Sep-17 245,41 7,94
Mar-18 242,29 8,07
Sep-18 227,66 7,9
Total
Sep-17 359,99 6,75
Mar-18 357,13 6,65
Sep-18 353,24 6,55

Sumber: BPS Sumatera Barat, 2019

 

Backlog dan Rumah Tidak Layak Huni

Pertambahan penduduk di Sumatera Barat terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Sehingga kebutuhan akan ketersediaan permukiman pun terus bertambah. Peningkatan kebutuhan permukiman ini menimbulkan backlog di Provinsi Sumatera Barat cukup besar. Berikut merupakan data backlog Provinsi Sumatera Barat:

Tabel 4  Backlog Provinsi Sumatera Selatan

Provinsi RT KK Penghuni (Jiwa) Backlog (KK)
SUMBAR 11.108 26.357 75.395 12.010

Sumber: ertlh.perumahan.go.id, diakses tanggal 20 Juni 2019

 

Dari data tersebut dapat dijelaskan bahwa kebutuhan akan perumahan di Provinsi Sumatera Barat masih sangat kurang. Sedangkan untuk RTLH Provinsi Sumatera Barat berdasarkan kepemilikan tanah dapat dilihat pada grafik dibawah ini:

RTLH berdasarkan status kepemilikan tanah
Sumber: ertlh.perumahan.go.id, diakses tanggal 20 Juni 2019