Rumah swadaya adalah rumah yang dibangun atas prakarsa dan upaya masyarakat, baik secara individu maupun kelompok (UU No. 1/2011). Salah satu layanan yang membantu masyarakat dalam membangun rumah secara swadaya adalah Klinik Rumah Swadaya (KRS). Layanan yang diberikan mencakup pemberian informasi dan bantuan teknis gratis mengenai pembangunan rumah sehat kepada MBR. Untuk meningkatkan pemahaman dalam penyelenggaraan KRS, dilaksanakan kegiatan pembekalan pelaksana KRS selama 3 hari (14 – 16 Maret 2023) di Kota Surakarta. Pada kegiatan tersebut, Ibu Mahditia Paramita selaku CEO Caritra bersama tim diundang sebagai narasumber dan pendamping kegiatan lapangan.

Hari pertama diawali dengan pemaparan materi tentang peran Pemda dan Stakeholder dalam Pemberdayaan KRS oleh Ibu Mahditia Paramita atau akrab disapa Ibu Tia. Penyelenggaraan rumah di Indonesia masih menghadapi tantangan, sebanyak 64,9% desa/kelurahan di Indonesia berada di kawasan rawan bencana, selain itu lahan yang terbatas menyebabkan harga rumah semakin mahal. Rumah yang dibangun masyarakat, belum sepenuhnya sesuai dengan standar dan adaptif bencana, ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat ataupun tukang dalam membangun rumah. Sedangkan dari sisi pendampingan, kemampuan dan jumlah fasilitator masih kurang sehingga rumah swadaya yang layak masih sulit untuk diwujudkan. Untuk itu penyelenggaraan KRS penting sebagai upaya pemerintah dalam mewujudkan rumah swadaya yang aman dari bencana.

Dalam penyelenggaraan rumah swadaya pemerintah memiliki 4 peran besar yakni (1) peneliti dan perencana, (2) pendidik dan pengembang kapasitas, (3) koordinasi, administrasi dan monitoring, serta (4) pembiayaan. Pemerintah pusat berperan mengatur kebijakan terkait perumahan swadaya sehingga tercipta sinergi regulasi, dan mendorong kompetisi antar daerah untuk pelaksanaan program terbaik. Pemerintah provinsi berperan meyiapkan program, fasilitasi kemitraan, dan kerja sama dengan Pemda dalam mengembangkan program. Pemerintah kabupaten/kota sebagai pelaksana berperan untuk menerapkan program sebanyak-banyaknya di tingkat daerah.

 

Dalam sesi tanya jawab terdapat beberapa hal yang didiskusikan, seperti:

“Bagaimana ketersediaan dana dan Sumber Daya Manusia (SDM) pada KRS?”

Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan mengembangkan buku desain yang isinya tidak hanya desain tapi juga jumlah dana yang dikumpulkan setiap harinya untuk membangun rumah swadaya. Buku desain tersebut dapat membantu meningkatkan kapasitas SDM yang terlibat dalam KRS.

 

“Bagaimana cara menyelesaikan masalah pendataan pembiayaan KRS?”   

Pendataan dapat dilakukan pada tempat-tempat masyarakat berkumpul sehingga jumlah masyarakat yang disasar akan lebih banyak dibandingkan mendata ke masing-masing rumah. Selain itu dapat juga bekerja sama dengan lembaga perbankan untuk menghitung kemampuan bayar masyarakat. Sehingga diperoleh kemampuan daya beli dan kemungkinan program pembiayaan yang dapat diakses masyarakat.

 

Pada sesi kedua, Tim Caritra menyampaikan materi tentang implementasi KRS secara offline, dimana materi yang disampaikan akan menjadi bekal untuk kunjungan lapangan pada hari kedua. KRS tidak hanya berperan dalam proses pembangunan fisik saja, tetapi dari mulai perencanaan, pembiayaan dan akses ke dalam sistem pembiayaan. Sehingga pemahaman tentang gambar rumah sehat, kualitas bangunan yang baik, dan mekanisme dalam mengakses sistem pembiayaan dengan berdasarkan kemampuan bayar masyarakat, juga sangat dibutuhkan dalam KRS ini.

 

Hari Kedua Kegiatan Kunjungan Lapangan
Sumber: Dokumentasi Caritra, 2023

 

Hari kedua pelaksanaan kegiatan KRS, dilakukan kunjungan lapangan ke Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini bertujuan mengajak peserta praktik layanan KRS secara langsung kepada masyarakat. Tim Caritra berperan sebagai pendamping lapangan dan bertugas mengarahkan peserta. Peserta dibagi ke dalam 4 kelompok besar. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Pondok, selanjutnya setiap kelompok bersama pendamping lapangan menuju lokasi praktik. Setelah selesai peserta kembali ke hotel untuk mempresentasikan hasil kunjungan lapangan. Peserta diminta menceritakan permasalahan yang ditemui dan solusi yang dapat diberikan. Dalam sesi penyampaian hasil kunjungan lapangan, Tim Caritra turut menyampaikan beberapa saran untuk mendukung penyelenggaraan KRS kedepannya.

Penyelenggaraan KRS tidak hanya membantu masyarakat pada permasalahan teknis, namun seluruh aspek termasuk pembiayaan. Melalui tujuannya untuk memandirikan masyarakat dalam memperoleh rumah layak huni dan terjangkau, sudah sepatutnya website KRS juga perlu dikembangkan agar bisa menjadi tempat pendataan yang menjelaskan daya beli dan kemampuan akses masyarakat. Pendataan yang baik dapat digunakan pemda untuk mencocokan dengan program yang sesuai sehingga tepat sasaran (MN/DV).