Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di pulau Timor Provinsi NTT. Secara astronomis Kabupaten Timor Tengah Utara terletak antara 90 02’ 48” LS – 90 37’ 36” LS dan antara 1240 04’ 02” BT-1240 46’ 00” BT. Batas-batas wilayah administratif adalah sebagai berikut :
- Sebelah Selatan dengan wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan
- Sebelah Utara dengan wilayah Ambenu (Timor Leste) dan Laut Sawu.
- Sebelah Barat dengan wilayah Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan
- Sebelah Timur dengan wilayah Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka.
Luas wilayah daratan Kabupaten Timor Tengah Utara adalah seluas 2669,70 km2 dengan pulau Timor sebagai pulau terluas (14.732,35 km2). Wilayah administrasi di Kabupaten Timor Tengah Utara tahun 2020 terbagi atas 24 kecamatan yang terdiri dari 182 desa dan 11 kelurahan. Wilayah terluas adalah Kecamatan Insana dengan luas 333,08 km2 (12,48%) dan Kecamatan Biboki Anleu dengan luas 206,40 km2 (7,73%). Wilayah terkecil adalah Kota Bikomi Selatan dengan luas 48,68 km2 (1,82%).
Luas dan Tinggi Wilayah
Gambaran umum 24 kecamatan yang berada di Kabupaten Timor Tengah Utara dapat dilihat pada grafik di bawah ini.
Ibukota Kecamatan, Luas, dan Ketinggian di Kabupaten Timur Tengah Utara Per Kecamatan
| Kecamatan | Ibukota Kecamatan | Luas Wilayah | Persentase Luas Wilayah | Ketinggian |
| Miomaffo Barat | Eban | 199,63 | 7,48% | 1.068,00 |
| Miomaffo Tengah | Bijaepasu | 75,00 | 2,81% | 445,00 |
| Musi | Oelolo | 82,17 | 3,08% | 325,00 |
| Mutis | Naekake A | 90,50 | 3,39% | 790,00 |
| Miomaffo Timur | Nunpepe | 101,45 | 3,80% | 796,00 |
| Noemuti | Fatumuti | 155,60 | 5,83% | 349,00 |
| Bikomi Selatan | Tublopo | 48,68 | 1,82% | 365,00 |
| Bikomi Tengah | Oenenu Utara | 61,50 | 2,30% | 436,00 |
| Bikomi Nilulat | Sunkaen | 82,00 | 3,07% | 550,00 |
| Bikomi Utara | Napan | 70,70 | 2,65% | 522,00 |
| Naibenu | Bakitolas | 88,00 | 3,30% | 485,00 |
| Noemuti Timur | Haekto | 55,77 | 2,09% | 215,00 |
| Kota Kefamenanu | Sasi | 74,00 | 2,77% | 417,00 |
| Insana | Oelolok | 333,08 | 12,48% | 1.002,00 |
| Insana Utara | Wini | 53,84 | 2,02% | 16,00 |
| Insana Barat | Mamsena | 102,00 | 3,82% | 332,00 |
| Insana Tengah | Maubesi | 124,00 | 4,64% | 402,00 |
| Insana Fafinesu | Fafinesu C | 52,88 | 1,98% | 597,00 |
| Biboki Selatan | Manufui | 164,17 | 6,15% | 423,00 |
| Biboki Tanpah | Oenopu | 99,15 | 3,71% | 485,00 |
| Biboki Moenleu | Oepuah Selatan | 85,78 | 3,21% | 25,00 |
| Biboki Utara | Lurasik | 138,70 | 5,20% | 366,00 |
| Biboki Anleu | Ponu | 206,40 | 7,73% | 22,00 |
| Biboki Feotleu | Makun | 124,70 | 4,67% | 493,00 |
| Timor Tengah Utara | 2.669,70 | 100% | ||
Sumber: Badan Pusat Statistik dalam angka, 2021 (diolah)
Adapun jarak antar kecamatan terhadap Ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara (Kota Kefamenanu) dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

Jarak Antar Kecamatan terhadap Ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara Tahun 2020
Sumber: Badan Pusat Statistik dalam angka, 2021. (Diolah)
Kondisi Fisik
- Topografi
Secara umum, wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara berada antara 0 – 500 meter di atas permukaan laut, dengan rincian sebagai berikut:
- 0-25 m : 6.519,69 Ha (2,44%)
- 26-100 m : 11.186,00 Ha (4,18%)
- 101-500 m : 149.944,935 Ha (56,16%)
- 501-1000 m: 88.908,875 Ha (33,30%)
- > 1000 m : 10.410,500 Ha (3,89%)
- Geologi dan Morfologi
Dari kandungan tanah atau potensi tanah, Kabupaten Timor Tengah Utara memiliki 3 jenis tanah yang membentuk muka bumi wilayah ini antara lain tiga jenis tanah yaitu litosal, tanah kompleks dan grumosal. Tanah litosal meliputi areal seluas 1,666,96 km2 atau 62,4 %; tanah kompleks seluas 479,48 km2 atau 18,0 % dan tanah grumosal 522,26 km2 atau 19,6 % dari luas wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara. Komposisi kedalaman efektif tanah Kabupaten Timor Tengah Utara memperlihatkan tanah dengan kedalaman efektif kurang dari 30 cm seluas 35.316 Ha (13,2%); kedalaman 30-60 cm seluas 73.201 Ha (27,4 %); 60-90 cm seluas 16.354 Ha (6,1 %) dan kedalaman efektif di atas 90 cm dengan luas 142.099 Ha (53,2%).
Kemampuan dan daya tahan tanah yang rawan erosi seluas 105.226 Ha (39,4 %), dan sisanya 161.744 Ha (60,6 %) merupakan tanah dengan struktur yang relatif stabil. Secara parsial tanah labil yang rawan erosi terdapat pada tiga wilayah kecamatan yakni Miomaffo barat 37.921 Ha, Biboki Selatan 28.538 Ha, dan Biboki Utara 28.538 Ha.
- Klimatologi
Sesuai dengan klasifikasi iklim oleh Schmidt dan Ferguson Kabupaten Timor Tengah Utara termasuk wilayah iklim tipe D (iklim semi arid) dengan koefisien 2 sebesar 71,43 % atau beriklim tropis dengan dua musim yaitu musim kemarau dan hujan. Curah hujan total Kabupaten Timor Tengah Utara adalah 1.363,83 mm dengan total hari hujan sebanyak 71 hari. Wilayah di Kabupaten Timor Tengah Utara memiliki suhu yang bervariasi namun secara umum daerah Kabupaten Timor Tengah Utara tergolong panas.
- Kerawanan Bencana
Berdasarkan data BPS, bencana alam yang tercatat dalam kurun waktu 2018-2020 adalah banjir, gempa bumi, tanah longsor, dan kekeringan. Perincian daerah rawan bencana adalah sebagai berikut.
Daerah Potensi Rawan Bencana di Kabupaten Timur Tengah Utara
| No | Jenis Bencana | Lokasi/Kecamatan | Keterangan |
| 1 | Gempa bumi | Miomaffo Timur, Bikomi Utara, Bikomi Selatan, Bikomi Nilulat, Naibenu, Insana Utara, Biboki Monleu, Biboki Anleu, Biboki Utara, Biboki Feotleu, Biboki Selatan, Biboki Tanpah, Insana, Insana Barat, Insana Tengah, Insana Fafinesu, Kota Kefamenanu, Noemuti, Noemuti Timur, Miomaffo Tengah, Musi, Miomaffo Barat, Mutis, Bikomi Tengah | Gempa bumi yang terjadi pada skala kecil |
| 2 | Tsunami | Pantura: Insana Utara, Biboki Moenleu, Biboki Anleu | |
| 3 | Gerakan tanah | Miomaffo Timur, Bikomi Utara, Bikomi Selatan, Bikomi Nilulat, Naibenu, Insana Utara, Biboki Moenleu, Biboki Anleu, Biboki Utara, Biboki Feotleu, Biboki Selatan, Biboki Tanpah, Insana, Insana Barat, Insana Tengah, Insana Fafinesu, Kota Kefamenanu, Noemuti, Noemuti Timur, Miomaffo Tengah, Musi, Miomaffo Barat, Mutis, Bikomi Tengah | Apabila curah hujan tinggi, maka potensi terjadinya gerakan tanah/longsoran tanah sangat besar. Gerakan tanah menyebabkan kerusakan permukiman penduduk serta lahan pertanian |
| 4 | Banjir | Noemuti, Noemuti Timur, Bikomi Selatan, Biboki Monleu, Biboki Anleu, Insana Utara, Insana, Mutis, Kota Kefamenanu | Banjir yang terjadi merusak lahan pertanian (sawah) dan permukiman warga |
| 5 | Kekeringan | Miomaffo Timur, Bikomi Utara, Bikomi Selatan, Bikomi Nilulat, Naibenu, Insana Utara, Biboki Monleu, Biboki Anleu, Biboki Utara, Biboki Feotleu, Biboki Selatan, Biboki Tanpah, Insana, Insana Barat, Insana Tengah, Insana Fafinesu, Kota Kefamenanu, Noemuti, Noemuti Timur | Sering terjadi kekeringan setiap tahun yang menyebabkan kegagalan panen |
| 6 | Kebakaran gedung dan permukiman | Miomaffo Timur, Bikomi Utara, Bikomi Selatan, Bikomi Nilulat, Naibenu, Insana Utara, Biboki Monleu, Biboki Anleu, Biboki Utara, Biboki Feotleu, Biboki Selatan, Biboki Tanpah, Insana, Insana Barat, Insana Tengah, Insana Fafinesu, Kota Kefamenanu, Noemuti, Noemuti Timur, Miomaffo Tengah, Musi, Miomaffo Barat, Mutis | Kebakaran disebabkan oleh kelalaian manusia |
| 7 | Epidemi dan wabah penyakit | Miomaffo Timur, Bikomi Utara, Bikomi Selatan, Bikomi Nilulat, Naibenu, Insana Utara, Biboki Monleu, Biboki Anleu, Biboki Utara, Biboki Feotleu, Biboki Selatan, Biboki Tanpah, Insana, Insana Barat, Insana Tengah, Insana Fafinesu, Kota Kefamenanu, Noemuti, Noemuti Timur, Miomaffo Tengah, Musi, Miomaffo Barat, Mutis | Terjadi pada perubahan musim panas dan musim hujan. Mengkonsumsi air minum yang tidak sehat pada saat perubahan musim |
| 8 | Bencana siklon tropis seroja 2021 | Kota Kefamenanu (6 kelurahan), Miomaffo Timur (5 desa), Bikomi Tengah (1 desa), Naibenu (3 desa), Insana Utara (2 desa), Biboki Utara (3 desa), Insana (1 desa), Insana Tengah (2 desa), Insana Fafinesu (1 desa), Biboki Monleu (2 desa), Miomaffo Barat (3 desa), Miomaffo Tengah (1 desa), Noemuti (1 desa), Bikomi Utara (1 desa), Bikomi Selatan (3 desa/kelurahan), Biboki Tanpah (4 desa), Biboki Feotleu (2 desa), Musi (3 desa), Biboki Selatan (1 desa), Bikomi Nilulat (1 desa), Mutis (1 desa) |
Sumber: KLHS RPJMD TTU, 2017; BPBD Kab. TTU, 2021 (Diolah)
Luas Risiko Bencana di Kabupaten Timur Tengah Utara Per Kecamatan 2018-2019
| Kecamatan | Lingkungan Terpapar (Ha) | ||
| Banjir | Tanah Longsor | Kekeringan | |
| Miomaffo Barat | – | – | 7.141 |
| Miomaffo Tengah | 81 | 81 | 3.714 |
| Musi | – | – | 1.536 |
| Mutis | – | – | 15.635 |
| Miomaffo Timur | 16 | 16 | 5.479 |
| Noemuti | 5 | 5 | 7.196 |
| Bikomi Selatan | 43 | 43 | 6.165 |
| Bikomi Tengah | 1 | 1 | 2.050 |
| Bikomi Nilulat | – | – | 2.372 |
| Bikomi Utara | – | – | 3.020 |
| Naibenu | 6 | 6 | 7.825 |
| Noemuti Timur | – | – | 2.373 |
| Kota Kefamenanu | 1.228 | 1.228 | 1.602 |
| Insana | 1.278 | 1.278 | 14.037 |
| Insana Utara | 1.310 | 1.310 | 9.239 |
| Insana Barat | 1.362 | 1.362 | 4092 |
| Insana Tengah | 443 | 443 | 7.851 |
| Insana Fafinesu | – | – | 5.067 |
| Biboki Selatan | 132 | 132 | 9.762 |
| Biboki Tanpah | 1.039 | 1.039 | 2.786 |
| Biboki Moenleu | 1.076 | 1.076 | 8.076 |
| Biboki Utara | 2.319 | 2.319 | 1.840 |
| Biboki Anleu | 1.970 | 1.970 | 17.468 |
| Biboki Feotleu | 2 | 2 | 9.919 |
| Total | 12.311 | 12.311 | 156.245 |
Sumber: http://inarisk.bnpb.go.id/
Demografi
- Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk di Kabupaten Timor Tengah Utara pada tahun 2020 adalah sebanyak 259.829 Jiwa dengan RJK (Rasio Jenis Kelamin) sebesar 100,53. Jumlah penduduk tersebut mengalami penurunan sebesar 5,91% dari tahun 2019. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2010-2020 adalah sebesar 1,24 %. Kabupaten Timor Tengah Utara memiliki kepadatan penduduk rendah yaitu 97 jiwa/Km2.
- Jumlah Rumah Tangga
Jumlah rumah tangga per kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Utara pada tahun 2020 adalah sebanyak 71.348 KK. Jumlah KK terbanyak terdapat di Kecamatan Kota Kefamenanu (12.693 KK), sedangkan jumlah paling sedikit terdapat di Kecamatan Biboki Feotleu (1.051 KK).
Jumlah Rumah Tangga Per Kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Utara, 2020
| Kecamatan | Jumlah KK |
| Miomaffo Barat | 4.475 |
| Miomaffo Tengah | 1.743 |
| Musi | 1.409 |
| Mutis | 1.869 |
| Miomaffo Timur | 3.548 |
| Noemuti | 3.689 |
| Bikomi Selatan | 3.121 |
| Bikomi Tengah | 2.168 |
| Bikomi Nilulat | 1.344 |
| Bikomi Utara | 1.777 |
| Naibenu | 1.419 |
| Noemuti Timur | 1.243 |
| Kota Kefamenanu | 12.693 |
| Insana | 5.736 |
| Insana Utara | 2.686 |
| Insana Barat | 3.035 |
| Insana Tengah | 2.988 |
| Insana Fafinesu | 1.696 |
| Biboki Selatan | 2.686 |
| Biboki Tanpah | 1.581 |
| Biboki Moenleu | 1.959 |
| Biboki Utara | 2.929 |
| Biboki Anleu | 4.503 |
| Biboki Feotleu | 1.051 |
| Total | 71.348 |
Sumber: Dinas Dukcapil, 2021
- Piramida Penduduk
Penduduk di Kabupaten Timor Tengah Utara saat ini didominasi oleh penduduk yang berusia produktif (penduduk berusia 15-64 tahun) yaitu 67,77%. Jika dilihat dari piramida penduduk yang ada pada gambar dibawah, piramida tersebut tergolong piramida ekspansif (muda). Artinya sebagian besar penduduk berusia muda, sedangkan penduduk usia lanjutnya sedikit. Sehingga diperlukan lapangan pekerjaan yang cukup untuk memenuhi jumlah angkatan kerja yang ada.
Tabel 5
Jumlah Penduduk Berdasar Kelompok Umur 2021
| No | Kelompok Umur | Jumlah | |
| n | % | ||
| 1 | 0-4 | 12.635 | 4,73% |
| 2 | 5-9 | 26.205 | 9,82% |
| 3 | 10-14 | 28.638 | 10,73% |
| 4 | 15-19 | 30.586 | 11,46% |
| 5 | 20-24 | 25.329 | 9,49% |
| 6 | 25-29 | 20.820 | 7,80% |
| 7 | 30-34 | 18.815 | 7,05% |
| 8 | 35-39 | 18.547 | 6,95% |
| 9 | 40-44 | 16.383 | 6,14% |
| 10 | 45-49 | 14.492 | 5,43% |
| 11 | 50-54 | 13.378 | 5,01% |
| 12 | 55-59 | 12.359 | 4,63% |
| 13 | 60-64 | 10.179 | 3,81% |
| 14 | 65-69 | 6.387 | 2,39% |
| 15 | 70-74 | 5.026 | 1,88% |
| 16 | >=75 | 7.160 | 2,68% |
| Jumlah | 266.939 | 100,00 | |
Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten TTU Tahun 2021 (Diolah)
- Proyeksi Penduduk
Berdasarkan proyeksi penduduk yang telah dilakukan, pada tahun 2041 penduduk Kabupaten Timor Tengah Utara meningkat dari 25.829 jiwa (tahun 2020) menjadi 336.267 jiwa. Proyeksi tersebut dihitung dengan menggunakan rumus geometri seperti berikut:
Dengan: Pn = Proyeksi penduduk tahun tertentu
Po = Penduduk awal tahun
1 = konstanta
r = angka pertumbuhan penduduk
n = rentang tahun
Proyeksi tersebut menggunakan data jumlah penduduk dari tahun 2010 hingga 2020. Jumlah penduduk Kabupaten Timor Tengah Utara pada tahun 2010 adalah 229.803 jiwa dan laju pertumbuhan penduduk 2010-2020 adalah 1,24%. Sehingga didapatkan hasil proyeksi seperti pada tabel berikut:
Proyeksi Penduduk di Kabupaten Timor Tengah Utara
| Tahun | 2010 | 2015 | 2020 | 2021 | 2025 | 2030 | 2035 | 2041 |
| Jumlah Penduduk (jiwa) | 229.803 | 246.685 | 259.829 | 263.039 | 276.283 | 293.778 | 312.382 | 336.267 |
Sumber: Badan Pusat Statistik dalam angka (diolah), 2021
- Kemiskinan
Gambaran kemiskinan di Kabupaten Timor Tengah Utara selama tahun 2013-2020 dapat dilihat pada grafik. Jumlah penduduk miskin mengalami perkembangan fluktuatif hingga pada tahun 2020 mencapai 386.990 jiwa (22,28% dari keseluruhan).

Jumlah Penduduk dan Garis Kemiskinan di Kabupaten Timor Tengah Utara
Sumber: BPS Kabupaten Dalam Angka, 2021. (Diolah)
Adapun perkembangan secara fluktuatif juga terlihat pada indeks kedalaman kemiskinan dan keparahan kemiskinan yang pada tahun 2020 mencapai angka 3,75 untuk indeks kedalaman kemiskinan (lebih rendah dari rerata Prov. NTT sebesar 4,15) dan 0,90 untuk Indeks Keparahan Kemiskinan (lebih rendah dari rerata Prov. NTT sebesar 1,24).

Indeks Keparahan dan Kedalaman Kemiskinan di Kabupaten Timor Tengah Utara
Sumber: BPS Kabupaten Dalam Angka, 2021. (Diolah)
Perumahan dan Kawasan Permukiman
- Tipologi dan Jumlah Bangunan
Jumlah rumah di Kabupaten Timor Tengah Utara pada tahun 2017 adalah sebanyak 57.572 unit, yang terdiri dari 30.046 rumah layak huni dan 27.526 rumah tidak layak huni. Melalui program rumah layak huni terbangun, jumlah rumah layak huni pada tahun 2020 meningkat menjadi 34.065 unit, sedangkan rumah tidak layak huni berkurang menjadi 23.507 unit (Dinas PKP dan Pertanahan Kab. Timor Tengah Utara, 2020).
Pada umumnya tipologi perumahan dan kawasan permukiman di Kabupaten Timor Tengah Utara berada pada 3 (tiga) tipologi yaitu: dataran, pegunungan/ perbukitan, dan linear/sepanjang jalan. Tipe permukiman di Kabupaten Timor Tengah Utara diantaranya adalah permukiman penduduk Perkotaan Kefamenanu, Perumahan Developer, Perumahan BTN, Rusunawa BTN, Permukiman Perbatasan Negara (Napan dan WIni), dan Permukiman Transmigrasi.
Desa Napan di Kecamatan Bikomi Utara merupakan salah satu desa yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste. Permukiman di kawasan perbatasan ini umumnya berada di area perbukitan dengan pola sebaran permukiman sepanjang jalan dan menyebar. Permukiman lainnya yang berada pada topografi perbukitan seperti di permukiman kumuh Papin Kelurahan Tubuhe Kecamatan Kota Kefamenanu. Adapun permukiman yang berada di kawasan dataran dan pesisir dapat ditemukan di kawasan perbatasan Wini Kecamatan Insana Utara, permukiman transmigrasi Ponu di Kecamatan Biboki Anleu.
Terkait budaya bermukim masyarakat, permukiman Perkotaan Kefamenanu tidak memiliki budaya bermukim yang khas. Di Kecamatan Bikomi Utara, budaya bermukim yang khas adalah menghuni dekat kebun dan ada juga yang mendekati sumber air (sungai dan mata air), seperti di kampung lama (Desa Tes). Di Kecamatan Biboki Anleu, budaya bermukim penduduknya pada umumnya berada di pinggiran sungai, pantai, dan jaringan irigasi (Dusun 1, RT 1 dan RT 2, Kelurahan Ponu).
Adapun kawasan transmigrasi di Kabupaten Timor Tengah Utara ditetapkan di kawasan Ponu (35.814,17 ha), mencakup 90 desa di Kecamatan Insana Utara, Naibenu, Biboki Anleu, Biboki Moenleu, Insana Tengah, Biboki Feotleu, dan Kakuluk Mesak (KemenPDTT No 91/2016).
- Status Penguasaan Bangunan
Status penguasaan bangunan merupakan salah satu indikator kesejahteraan penduduk bagian perumahan. Semakin banyak penduduk yang mempunyai rumah sendiri maka semakin banyak juga masyarakat yang tergolong mapan dan sejahtera terutama memenuhi kebutuhan hidupnya. Berdasarkan data pada buku statistik kesejahteraan Nusa Tenggara Timur tahun 2020, persentase kepemilikan bangunan tertinggi di Kabupaten Timor Tengah Utara adalah milik sendiri yaitu sebesar 86,82%. Berikut merupakan tabel persentase status penguasaan bangunan tahun 2018-2020 di Kabupaten TTU:
Persentase Status Penguasaan Bangunan
| Status Penguasaan Bangunan | Persentase (%) | ||
| 2018 | 2019 | 2020 | |
| Milik Sendiri | 92,71 | 87,93 | 86,82 |
| Kontrak/Sewa | 2,49 | 8,33 | 0 |
| Bebas Sewa | 3,83 | 3,26 | 3,9 |
| Dinas/lainnya | 0,97 | 0,48 | 6,9 |
Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021
- Luas Lantai Bangunan Setiap Rumah
Luas lantai bangunan merupakan indikator lain yang menunjukkan kesejahteraan penduduk. Idealnya, sebuah keluarga harus menempati rumah dengan luas lantai minimal 8 kali jumlah anggota keluarganya. Di Kabupaten Timor Tengah Utara, luas lantai yang mendominasi adalah 50-99 m2 yaitu 49,84%. Akan tetapi masih terdapat 2,84% bangunan yang memiliki luas lantai dibawah 20 m2. Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan luas lantai di Kabupaten Timor Tengah Utara tahun 2018-2020:
Tabel 8
Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Luas Lantai
| Luas lantai (m²) | Persentase (%) | ||
| 2018 | 2019 | 2020 | |
| <19 | 2,47 | 5,64 | 2,84 |
| 20-49 | 31,81 | 35,04 | 37,81 |
| 50-99 | 56,32 | 51,71 | 49,84 |
| 100-149 | 6,33 | 6,33 | 7,1 |
| 150+ | 3,08 | 1,28 | 2,42 |
Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021
- Jumlah Bangunan Berdasarkan Luas Perkapita
Luas Perkapita merupakan salah satu kriteria rumah layak huni. Berdasarkan publikasi BPS, luas perkapita minimal agar sebuah rumah dikatakan layak huni adalah ≥ 7,2 m2. Di Kabupaten Timor Tengah Utara, luas perkapita yang mendominasi adalah ≥ 10 m2 yaitu 68,54%. Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan luas perkapita di Kabupaten Timor Tengah Utara pada tahun 2018-2020:
Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Luas Perkapita
| Luas Perkapita (m²) | Persentase (%) | ||
| 2018 | 2019 | 2020 | |
| 7,2 m² | 11,9 | 8,93 | 15,16 |
| 7,3 – 9,9 m² | 16,57 | 23,21 | 16,3 |
| ≥ 10 m² | 71,53 | 67,86 | 68,54 |
Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021
- Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Atap Terluas
Bangunan berdasarkan atap terluas adalah klasifikasi bangunan berdasarkan penutup bagian atas sebuah bangunan, sehingga anggota rumah tangga yang berada di rumah tersebut dapat terlindung dari terik matahari, hujan dan sebagainya. Pada Kabupaten Timor Tengah Utara, sebanyak 92,37% menggunakan seng sebagai atap. Berikut merupakan persentase bangunan berdasarkan jenis atap terluas di Kabupaten Timor Tengah Utara tahun 2018-2020:
Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Jenis Atap Terluas
| Jenis Atap | Persentase (%) | ||
| 2018 | 2019 | 2020 | |
| Beton/Genteng/Asbes | 1,13 | 0,11 | 1,08 |
| Seng | 89,53 | 89,12 | 92,37 |
| Bambu/Kayu/Sirap | N/A | 1,3 | 0,07 |
| Jerami/Ijuk/ Daun/Rumbia/Lainnya | 9,35 | 9,47 | 6,48 |
Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021
- Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Dinding Terluas
Bangunan berdasarkan dinding terluas adalah klasifikasi bangunan berdasarkan sisi luar/batas/penyekat dari suatu bangunan dengan bangunan lain. Pada Kabupaten Timor Tengah Utara, sebanyak 55,71% rumah menggunakan batang kayu/bambu/lainnya sebagai dinding bangunan. Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan dinding terluas di Kabupaten Timor Tengah Utara pada tahun 2018-2020:
Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Jenis Dinding Terluas
| Jenis Dinding | Persentase (%) | ||
| 2018 | 2019 | 2020 | |
| Tembok/ Plasteran Anyaman Bambu/Kawat | 41,02 | 40,06 | 42,85 |
| Kayu/papan | 0,32 | 0,09 | 1,44 |
| Anyaman bambu | 1,58 | n.a | 0 |
| Batang Kayu/ Bambu/Lainnya | 57,07 | 59,85 | 55,71 |
Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021
- Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Lantai Terluas
Bangunan berdasarkan jenis lantai terluas adalah klasifikasi bangunan berdasarkan bagian bawah/dasar/alas suatu ruangan, baik terbuat dari marmer, keramik, granit, tegel/teraso, semen, kayu, tanah dan lainnya seperti bambu. Pada Kabupaten Timor Tengah Utara, kebanyakan bangunan menggunakan semen/bata merah sebagai lantai yaitu 45,58% dari total bangunan. Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan jenis lantai terluas di Kabupaten Timor Tengah Utara pada tahun 2018-2020:
Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Jenis Lantai Terluas
| Jenis Lantai | Persentase (%) | ||
| 2018 | 2019 | 2020 | |
| Marmer/Granit/Keramik/ Parket/Vinil/ Karpet | 15,68 | 17,02 | 17,36 |
| Ubin/tegel/teraso | 0,79 | 0,51 | 0,28 |
| Kayu/papan | N/A | N/A | N/A |
| Semen/bata merah | 49,59 | 46,53 | 45,58 |
| Bambu/Tanah/ Lainnya | 33,94 | 35,93 | 36,78 |
Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021
- Backlog Perumahan
Jumlah rumah tangga yang tidak memiliki rumah (backlog) pada tahun 2018 sebanyak 5.115 KK (Dinas PKP dan Pertanahan Kab. TTU, 2020).
- Rumah Tidak Layak Huni
Total jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Timor Tengah Utara yang perlu ditangani sebanyak 25.198 unit pada tahun 2021. Kecamatan dengan jumlah RTLH terbanyak adalah Kecamatan Insana (2.511 unit), sedangkan jumlah RTLH paling sedikit terdapat di Kecamatan Noemuti Timur (548 unit).
Di kawasan Kota Terpadu Mandiri Desa Ponu Kecamatan Biboki Anleu, jumlah RTLH adalah sebanyak 490 unit dengan kategori rumah permanen sebanyak 20 unit, rumah semi permanen 160 unit, dan rumah darurat sebanyak 310 unit. Kondisi rumah tidak layak huni menggunakan atap seng/alang-alang yang sudah bocor, dinding bebak, berlantai tanah, dan kondisi sanitasi yang bervariasi, rata-rata memakai jamban cemplung.
Tabel Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Timor Tengah Utara, 2021
| Kecamatan | RTLH (unit) |
| Miomaffo Barat | 1.567 |
| Miomaffo Tengah | 926 |
| Musi | 815 |
| Mutis | 1.042 |
| Miomaffo Timur | 939 |
| Noemuti | 912 |
| Bikomi Selatan | 1.170 |
| Bikomi Tengah | 1.225 |
| Bikomi Nilulat | 678 |
| Bikomi Utara | 731 |
| Naibenu | 558 |
| Noemuti Timur | 548 |
| Kota Kefamenanu | 1.697 |
| Insana | 2.511 |
| Insana Utara | 574 |
| Insana Barat | 795 |
| Insana Tengah | 1.073 |
| Insana Fafinesu | 705 |
| Biboki Selatan | 1.211 |
| Biboki Tanpah | 859 |
| Biboki Moenleu | 931 |
| Biboki Utara | 1.237 |
| Biboki Anleu | 1.907 |
| Biboki Feotleu | 587 |
| Total | 25.198 |
Sumber: Dinas PKP dan Pertanahan Kabupaten TTU, 2021
Penanganan RTLH dengan penyediaan rumah layak huni terbangun di Kabupaten Timor Tengah Utara meliputi program Berarti, DAK, BSPS, BSPSP, dana desa, program rehabilitasi sosial, dan bantuan Bank NTT. Adapun target capaian masing-masing program setiap tahunnya adalah sebagai berikut.
Target Capaian Program Rumah Layak Huni Terbangun di Kabupaten Timor Tengah Utara
| No | Program | Tahun | ||||
| 2017 | 2018 | 2019 | 2020 | Jumlah | ||
| 1 | BERARTI | – | 59 | 602 | 3.364 | 4.025 |
| 2 | DAK | – | 169 | 138 | 321 | 628 |
| 3 | BSPS | 226 | 378 | 180 | 350 | 1.134 |
| 4 | BSPSP | – | 40 | 19 | – | 59 |
| 5 | Dana Desa | – | 17 | 385 | – | 402 |
| 6 | Program Rehabilitasi Sosial | – | – | 130 | 150 | 280 |
| 7 | Bantuan Bank NTT | – | – | 11 | – | 11 |
| Total | 226 | 663 | 1.465 | 4.185 | 6.539 | |
Sumber: Dinas PKP dan Pertanahan Kabupaten TTU, 2020
- Kawasan Permukiman Kumuh
Permukiman kumuh adalah permukiman yang tidak layak huni yang ditandai dengan ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat (UU No.1 Tahun 2011 tentang PKP). Berdasarkan SK Bupati Timor Tengah Utara nomor 687/KEP/HK/XII/2020, luas kawasan permukiman kumuh di Kabupaten Timor Tengah Utara adalah seluas 32,79 Ha. Persebarannya adalah sebagai berikut:
Lokasi Permukiman Kumuh Di Kabupaten Timor Tengah Utara
| Lokasi | Luas (Ha) | Kelurahan | Kecamatan |
| Kawasan Sasi | 7,73 | Sasi | Kota Kefamenanu |
| Kawasan Kilo 4 | 3,93 | Maubeli | |
| Kawasan Terminal | 3,32 | Kefa Selatan | |
| Kawasan Bijaenapa | 1,13 | Benpasi | |
| Kawasan Papin | 4,16 | Tubuhue | |
| BGR | 6,57 | ||
| Kawasan Tanah Putih | 2,29 | Kefa Tengah | |
| Kawasan Hoeana | 1,46 | Kefa Utara | |
| Kawasan Maumolo | 0,97 | Bansone | |
| Kawasan Kampung Baru | 1,58 | Aplasi | |
| Kawasan Nefomasi | 1,38 |
Sumber: SK Bupati Timor Tengah Utara nomor 687/KEP/HK/XII/2020
- Kampung Adat
Rumah adat atau tradisional yang merupakan warisan budaya di Kabupaten Timor Tengah Utara diantaranya sebagai berikut:
- Desa Adat Tamkesi (Ds. Tautpah Kec. Biboki Selatan)
- Rumah adat Haumeni (Kampung Adat) Desa Napan Kecamatan Bikomi Utara. Kondisi rumah-rumahnya relatif baik dan terawat, rata-rata dilakukan rehabilitasi setiap 3 tahun sekali.
- Rumah tradisional Anunu (Desa Napan Kec. Bikomi Utara) yang menggunakan bahan baku lokal.
- Keberadaan rumah tradisional Suku Amnain (Kp. Sikun) Kecamatan Biboki Anleu dengan kondisi infrastruktur parah. Kampung ini memiliki potensi pertanian dan peternakan. Dalam hal ini perlu diperhatikan untuk penataan rumah tradisional beserta infrastrukturnya.
Kampung adat dengan potensi daya tarik wisata terdapat di Kecamatan Miomaffo Barat, Kota Kefamenanu, Miomaffo Timur, Insana, Biboki Selatan.
Persebaran Rumah dan Kampung Adat dengan Potensi Wisata di
Kabupaten Timor Tengah Utara, 2019
| No | Kecamatan | Nama Obyek | Desa/ Kelurahan |
| I | Miomaffo Barat | 1. Rumah Adat Mumi Tola, Naekeke B | |
| II | Kota Kefamenanu | 2. Rumah Adat Maslete | |
| III | Miomaffo Timur | 3. Rumah Adat Nilulat | Desa Nilulat |
| IV | Insana | 4. Sonaf Maubesi (Rumah Adat Usnifit) | Nunmafo/Kiupasan |
| 5. Sonaf Oelolok (Rumah Adat Taolin) | Oeluluk/Alniut | ||
| V | Biboki Selatan | 6. Tamkesi (Perkampungan megalitik/ tradisional) | Desa Tautpah |
Sumber: Disparekraf Buku Database Kepariwisataan, 2019
Prasarana dan Sarana Umum
- Prasarana Jalan
Prasarana jalan di Kabupaten Timor Tengah Utara berdasarkan data BPS bahwa panjang ruas jalan Kabupaten Timor Tengah Utara adalah 1.048,40 km dimana 80,97% nya merupakan jalan kabupaten. Sebagian besar jalan sudah menggunakan aspal namun masih terdapat jalan kerikil, tanah, dan lainnya sebesar 57,98%. Jika ditinjau dari kondisi jalannya, terdapat 55,51% jalan yang masuk kategori rusak-rusak berat. Rincian kondisi, jenis, dan tingkat kewenangan jalan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tingkat Kewenangan, Kondisi, dan Jenis Jalan di Kabupaten Timor Tengah Utara
| No. | Jenis | Jumlah | Persentase |
| 1 | Negara | 66,54 | 6,35% |
| 2 | Provinsi | 133,01 | 12,69% |
| 3 | Kabupaten | 848,85 | 80,97% |
| Jumlah | 1.048,40 | 100,00% | |
| No. | Jenis | Jumlah | Persentase |
| 1 | Baik | 295,51 | 34,83% |
| 2 | Sedang | 124,37 | 14,66% |
| 3 | Rusak | 130,45 | 15,37% |
| 4 | Rusak Berat | 298,16 | 35,14% |
| Jumlah | 848,49 | 100,00% | |
| No. | Jenis | Jumlah | Persentase |
| 1 | Aspal | 356,71 | 42,02% |
| 2 | Kerikil | 276,46 | 32,57% |
| 3 | Tanah | 215,68 | 25,41% |
| 4 | Lainnya | – | 0,00% |
| Jumlah | 848,85 | 100,00% | |
Sumber: BPS Kabupaten Dalam Angka, 2021. (Diolah)
- Prasarana Drainase
Kota Kefamenanu adalah kota dengan topografi cenderung datar, sehingga pengaliran air permukaan relatif susah. Kondisi ini mengakibatkan Kota Kefamenanu sangat rawan terhadap genangan. Walaupun demikian kondisi genangan di kawasan permukiman di kawasan perkotaan sampai saat ini belum mengkhawatirkan dikarenakan masih rendahnya tingkat kepadatan penduduk, masih luasnya kawasan berupa tanah kosong yang dapat menampung air pada saat musim penghujan, sudah terbangunnya drainase tersier pada beberapa kawasan permukiman dan juga curah hujan yang relatif rendah, kondisi ini membuat kawasan permukiman di Kota Kefamenanu tidak mengalami genangan air. Untuk pengelolaan drainase kota di Kota Kefamenanu pada awalnya di kelola oleh Dinas PU Kabupaten Timor Tengah Utara akan tetapi sejak tahun 2011 kegiatan pembangunan infrastruktur Keciptakaryaan diserahkan sepenuhnya kepada Dinas Perumahan Penataan Ruang dan Kebersihan (PPRK) Kabupaten Timor Tengah Utara, penyerahan tanggung jawab ini tidak disertai dengan penjelasan tentang data kondisi infrastruktur drainase perkotaan di Kota Kefamenanu, sehingga data yang terkait dengan infrastruktur drainase hanya tahun 2012 saja. Secara visual dan survey lapangan pada kondisi normal di Kota Kefamenanu tidak terjadi genangan yang mengganggu. Genangan terjadi hanya pada saat musim penghujan dan itu pun hanya pada kawasan tertentu saja, kondisi drainase relatif cukup baik, saluran drainase yang tersumbat oleh sampah hanya pada kawasan pasar, sedangkan yang lain relatif lancar. Sampai dengan tahun 2012 hanya 35% infrastruktur drainase saja yang masih dalam kondisi baik.
Untuk genangan air yang terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara hanya ada di kawasan permukiman pengungsi, kawasan permukiman ini belum memiliki sistem drainase yang baik untuk mengalirkan air menuju badan penerima air. Jika terjadi curah hujan yang tinggi maka kawasan ini sering terjadi genangan air.
Pada umumnya kawasan/lingkungan di Kabupaten Timor Tengah Utara belum tersedia saluran drainase yang memadai. Jaringan drainase yang ada khususnya di perkotaan adalah drainase jalan raya untuk menampung air hujan dari atas badan jalan. Jaringan drainase tersebut belum tertata dengan baik bahkan saluran drainase yang ada sudah tidak layak lagi mengalirkan air hujan karena dipenuhi dengan sampah atau kotoran lainnya. Pembuangan air hujan ini umumnya dialirkan ke kali dan atau ke laut sedangkan di daerah pedesaan umumnya masyarakat masih mengandalkan drainase alam seperti sungai/danau yang ada di wilayah tersebut. Genangan yang terjadi umumnya berlangsung antara 6 jam sampai dengan 12 jam.
Pekerjaan saluran drainase lingkungan permukiman kota selama kurun waktu 2017 – 2019 yang dilakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Timor Tengah Utara tersebar dalam Kecamatan Kota Kefamenanu sebagai berikut.
Rekapitulasi Pekerjaan Drainase di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara
| No | Tahun | Panjang (meter) |
| 1 | 2017 | 776 |
| 2 | 2018 | 1.003 |
| 3 | 2019 | 2.295 |
| Total | 4.047 | |
Sumber: Dinas PKP dan Pertanahan Kabupaten TTU, 2019
- Prasarana Persampahan
Untuk menggambarkan kondisi eksisting pengembangan persampahan yang telah dilakukan pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara, diuraikan hal-hal berikut ini:
Pengelolaan persampahan di Kabupaten Timor Tengah Utara umumnya dilakukan dalam skala individu yaitu masyarakat mengelola sampahnya sendiri dengan cara dibakar, dikubur atau dibuang ke tanah kosong yang ada disekitarnya. Produksi sampah di perdesaan umumnya sampah organik dan mudah dimusnahkan sehingga belum memberikan dampak buruk bagi masyarakat kecuali di daerah kumuh nelayan perlu penataan lebih lanjut
Pengelolaan sampah di daerah perkotaan khususnya di Kota Kefamenanu ditangani oleh Instansi Bidang Kebersihan Kabupaten Timor Tengah Utara. Di setiap kawasan permukiman tertentu yang padat penduduknya, di pusat perdagangan dan pasar serta Rumah Sakit Umum Kefamenanu disediakan Tempat Penampungan Sementara (TPS) kemudian setiap hari dengan mobil sampah, sampah-sampah tersebut diangkut dan dibuang ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Produksi sampah yang diangkut belum banyak lebih kurang 12 m3 – 15 m3 per hari yang diangkut oleh 3 truk sampah dengan rata-rata 2 trip/hari. Rendahnya produksi sampah tersebut karena sebagian besar sampah adalah sampah organik yang mudah dimusnahkan oleh masyarakat dengan cara membakar sampah-sampah tersebut.
Pengelolaan dan penanganan persampahan di Kabupaten Timor Tengah Utara saat ini ditangani oleh Bidang Kebersihan pada Dinas Perumahan, Penataan Ruang dan Kebersihan (PPRK) Kabupaten Timor Tengah Utara. Dalam pelaksanaan pengelolaan sampah di Kabupaten Timor Tengah Utara mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara No. 53/Tahun 2001 Tanggal 16 Oktober 2001 tentang pengelolaan persampahan. Penanganan persampahan di Kabupaten Timor Tengah Utara belum mendapatkan perhatian yang serius/utama dari pemerintah daerah, hal ini bisa dilihat dari alokasi anggaran yang kecil untuk penanganan persampahan maupun sarana/prasarana persampahan yang sangat terbatas. Untuk penanganan persampahan di Kabupaten Timor Tengah Utara lebih banyak diserahkan kepada masyarakat dalam hal ini sampah yang berasal dari rumah tangga langsung dikelola oleh masyarakat dengan cara dikumpulkan pada TPS-TPS dan kemudian dibakar. Berdasarkan data BPS (Kabupaten Timor Tengah Utara dalam Angka Tahun 2012), volume sampah di Kota Kefamenanu Tahun 2010 mencapai 159,68 m3/hari. Untuk penanganan sampah di Kota Kefamenanu telah dibangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tublopo pada Tahun 2005, namun pengelolaannya masih dilakukan dengan Sistem Open dumping dan pengelolaan TPA tidak dilakukan sesuai prosedur yang ada. Hal ini perlu mendapat perhatian mengingat pengelolaan TPA harus ditingkatkan dari sistem Open dumping menjadi sistem Control Landfill atau Sanitary landfill. Pada TPA Tublopo, sampah yang diangkut tidak dibuang pada tempat semestinya tetapi dibuang pada sekitar akses jalan menuju TPA sehingga menyebabkan kendaraan truk operasional pengangkut sampah sering mengalami kerusakan ban/mesin. Kendala lain dalam penanganan sampah di Kabupaten Timor Tengah Utara selain karena masih sangat terbatasnya biaya operasional dan terbatasnya tenaga operasional juga kurang sadarnya masyarakat dalam membuang sampah menjadi Penyebab masih rendahnya penanganan sampah di Kabupaten Timor Tengah Utara.
Kondisi eksisting pengembangan persampahan sebagaimana diuraikan di atas ditampilkan dalam tabel berikut ini:
Kondisi Prasarana Persampahan di Kabupaten Timor Tengah Utara
| No | Uraian | Volume |
| 1 | Cakupan Pelayanan | 38,26% |
| 2 | Perkiraan Timbunan Sampah | 159,69 m3/hari |
| 3 | Timbunan Sampah Terangkut:
– Permukiman – Non Permukiman – Total |
7,98 m3/hari 47,90 m3/hari 55,80 m3/hari |
| 4 | Kapasitas Pelayanan TPA | 6,10 m3/hari |
Sumber: RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Timor Tengah Utara Tahun 2017-2021. (Diolah)
Jumlah Jenis Pewadahan dan Daerah Pelayanan Penampungan Sampah di Kabupaten Timor Tengah Utara
| Jenis Pewadahan | Daerah Pelayanan Penampungan Sampah | Total | ||||
| Permukiman | Pasar | Tempat Umum | Rumah Makan dan Pertokoan | Jalan Protokol | ||
| Tong plastik | 325 | – | 81 | 238 | – | 644 |
| Bak pasangan bata | 4 | 11 | 13 | 3 | 33 | 64 |
| Kontainer | 1 | – | 11 | – | – | 12 |
| Total | 330 | 11 | 105 | 241 | 33 | 720 |
Sumber: BPS Kabupaten TTU, 2020
- Prasarana Telekomunikasi
Prasarana telekomunikasi yang dikembangkan di Kabupaten Timor Tengah Utara, meliputi:
- Jaringan prasarana telekomunikasi sistem kabel yang berada di perkotaan Kefamananu dan Wini serta Napanmen jadi sistem Serat Optik.
- rencana pengembangan prasarana telekomunikasi sistem fiber optik dikembangkan pada wilayah pusat-pusat pertumbuhan dan sepanjang jalan kolektor;
- Rencana pengembangan prasarana telekomunikasi melalui sistem seluler terus ditingkatkan perkembangannya melalui tower-tower Base Transceiver Station (BTS) yang dikembangkan di seluruh kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Utara agar seluruh wilayah dapat terjangkau;
- Mengarahkan pemanfaatan secara bersama pada satu tower BTS untuk beberapa operator telepon seluler dengan pengelolaan secara bersama pula hingga menjangkau ke pelosok perdesaan; dan
- Rencana pengembangan prasarana telekomunikasi sistem satelit dilakukan untuk meningkatkan pelayanan di wilayah terpencil atau yang tidak bisa dilayani oleh kedua sistem lainnya.
Adapun rencana pengembangan sistem jaringan prasarana telematika, meliputi:
- prasarana telematika yang dikembangkan, meliputi sistem kabel, sistem seluler, dan sistem satelit.
- rencana sistem jaringan prasarana telematika akan terus ditingkatkan perkembangannya hingga mencapai pelosok wilayah yang belum terjangkau sarana prasarana telematika mendorong kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan;
- rencana penyediaan infrastruktur telematika, berupa tower Base Transceiver Station (BTS) khususnya pada wilayah yang belum mendapatkan pelayanan;
- Jaringan Listrik dan Penerangan
Dikarenakan keterbatasan data. Profil prasarana listrik di Kabupaten Timor Tengah Utara adalah sebagai berikut:
Profil Kelistrikan di Kabupaten Timor Tengah Utara
| Tahun | Daya Terpasang (KW) | Produksi Listrik (KWh) | Listrik Terjual (KWh) | Dipakai Sendiri (KWh) | Susut/Hilang (KWh) |
| 2020 | 53.585.207 | – | – | – | – |
Sumber: BPS Kabupaten Dalam Angka, 2021. (Diolah)
Sedangkan bila kita meninjau jaringan penerangan, sumber penerangan masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Data Sumber Penerangan di Kabupaten Timor Tengah Utara
| No. | Jenis | Perkotaan | Pedesaan | Total |
| 1 | Listrik PLN dengan Meteran | 74,31% | 69,80% | 70,38% |
| 2 | Listrik PLN Tanpa Meteran | 25,16% | 13,09% | 14,64% |
| 3 | Listrik Non PLN | 0,00% | 7,61% | 6,64% |
| 4 | Bukan Listrik | 0,53% | 9,50% | 8,35% |
| Jumlah | 100,00% | 100,00% | 100,00% | |
Sumber: Statistik Kesejahteraan Provinsi NTT, 2020
- Jaringan Air Bersih dan Air Minum
Sumber air minum di Kabupaten Timor Tengah Utara sebagian besar berasal dari sumur terlindung (30,71%) dan mata air terlindung (23,82%). Perincian sumber air minum dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 23
Sumber Air Minum di Kabupaten Timor Tengah Utara
| No | Jenis | Perkotaan | Pedesaan | Total |
| 1 | Air Kemasan | 6,64% | 0,00% | 0,85% |
| 2 | Air Isi Ulang | 23,78% | 3,38% | 6,00% |
| 3 | Ledeng Meteran | 0,15% | 11,13% | 9,72% |
| 4 | Sumur Bor | 19,38% | 15,36% | 15,88% |
| 5 | Sumur Terlindung | 26,17% | 31,38% | 30,71% |
| 6 | Sumur Tak Terlindung | 15,12% | 2,67% | 4,27% |
| 7 | Mata Air Terlindung | 0,00% | 27,32% | 23,82% |
| 8 | Mata Air Tak Terlindung | 0,00% | 1,57% | 1,37% |
| 9 | Air Permukaan, Hujan dan Sumber Tidak Terlindung | 8,76% | 7,19% | 7,38% |
| 10 | Air Hujan | 0,00% | 0,00% | 0,00% |
| Jumlah | 100,00% | 100,00% | 100,00% | |
Sumber: Statistik Kesejahteraan Provinsi NTT, 2020
Untuk kualitas air minum, sebanyak 67,72% penduduk mengakses air minum bersih sehingga prasarana air minum menjadi salah satu prasarana yang perlu ditingkatkan di Kabupaten Timor Tengah Utara.
- Sarana Sanitasi
Sarana Sanitasi di Kabupaten Timor Tengah Utara dapat ditinjau dari jenis tempat pembuangan akhir tinja serta kepemilikan fasilitas pembuangan akhir tinja. Di Kabupaten Timor Tengah Utara, dominasi jenis tempat pembuangan akhir tinja adalah IPAL/ Septic Tank sebesar 80,22%. Perinciannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Jenis Tempat Pembuangan Akhir Tinja di Kabupaten Timor Tengah Utara
| No | Jenis | Jumlah | Persentase |
| 1 | IPAL/ Septic Tank | – | 80,22% |
| 2 | Lubang Tanah | – | 19,70% |
| 3 | Lainnya | – | 0,08% |
| Jumlah | 100,00% | ||
Sumber: Statistik Kesejahteraan Provinsi NTT, 2020
Adapun berdasarkan kepemilikannya, sebanyak 81,23% telah memiliki fasilitas BAB sendiri. Sedangkan terdapat 6,22% masyarakat yang tidak memiliki fasilitas BAB.
Kepemilikan Fasilitas BAB di Kabupaten Timor Tengah Utara
| No. | Jenis | Perkotaan | Pedesaan | Total |
| 1 | Sendiri | 89,86% | 79,95% | 81,23% |
| 2 | Sendiri namun Bersama | 9,13% | 12,37% | 11,95% |
| 3 | Komunal | 0,00% | 0,69% | 0,60% |
| 4 | Tidak Ada Fasilitas | 1,01% | 6,99% | 6,22% |
| Jumlah | 100,00% | 100,00% | 100,00% | |
Sumber: Statistik Kesejahteraan Provinsi NTT, 2020
Pekerjaan instalasi sanitasi perkotaan di Kabupaten TTU di dalam wilayah prioritas perbatasan darat Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dapat dilihat pada tabel berikut.
Pekerjaan Sanitasi di Kabupaten Timor Tengah Utara di Wilayah Perbatasan RI – RDTL
| Tahun | Pekerjaan | Desa / Kelurahan | Kecamatan | Kegiatan Pembangunan | Sasaran (KK) |
| 2016 | IPAL Komunal Kombinasi MCK + 25 Sambungan Rumah (SR) | Desa Suanae | Miomafo Barat | 25 SR | 25 |
| Desa Naikake B | Mutis | 25 SR | 25 | ||
| Desa Oepuah | Biboki Moenleu | 25 SR | 25 | ||
| Desa Tubu | Bikomi Nilulat | 25 SR | 25 | ||
| Desa Baas | Bikomi Utara | 25 SR | 25 | ||
| Desa Wini | Insana Utara | 25 SR | 25 | ||
| Desa Napan | Bikomi Utara | 25 SR | 25 | ||
| Desa Sunkaen | Bikomi Nilulat | 25 SR | 25 | ||
| TOTAL | 200 | ||||
| 2017 | IPAL Komunal Kombinasi MCK + 25 Sambungan Rumah (SR) | Desa Naikake B | Mutis | 25 SR | 25 |
| Desa Sono | Bikomi Tengah | 25 SR | 25 | ||
| TOTAL | 50 | ||||
| 2018 | Septik Tank Individual | Desa Oepuah | Biboki Moenleu | 95 Unit | 95 |
| Desa Sunsea | Naibenu | 95 Unit | 95 | ||
| Desa Sifaniha | Biboki Anleu | 95 Unit | 95 | ||
| Desa Haumeni Ana | Bikomi Utara | 95 Unit | 95 | ||
| Desa Manusasi | Miomaffo Barat | 95 Unit | 95 | ||
| TOTAL | 475 | ||||
| 2019 | Ipal Skala Komunal | Desa Benus | Naibenu | 10 Unit | 50 |
| Desa Napan | Bikomi Utara | 10 Unit | 50 | ||
| Desa Sallu | Miomaffo Barat | 10 Unit | 50 | ||
| Desa Ponu | Biboki Anleu | 11 Unit | 51 | ||
| TOTAL | 201 | ||||
| SUB TOTAL | 926 | ||||
Sumber: Dinas PKP dan Pertanahan Kabupaten TTU, 2021
Pekerjaan Sanitasi di Kabupaten Timor Tengah Utara di Kecamatan Kota Kefamenanu
| Tahun | Pekerjaan | Desa / Kelurahan | Kecamatan | Kegiatan Pembangunan | Sasaran (KK dan Siswa) |
| 2017 | IPAL Komunal Kombinasi MCK + 25 Sambungan Rumah (SR) | Kelurahan Kefa Selatan | Kota Kefamenanu | 25 SR | 25 |
| Kelurahan Sasi | Kota Kefamenanu | 25 SR | 25 | ||
| TOTAL | 50 | ||||
| 2019 | IPAL Komunal kombinasi 25 SR | Kel. Kefa Tengah | Kota Kefamenanu | 25 SR | 25 |
| TOTAL | 25 | ||||
| IPAL Komunal Kombinasi MCK + | Lembaga Pendidikan SMP ST. Antonius Padua Sasi | Kota Kefamenanu | 2 Unit MCK | 300 | |
| TOTAL | 300 | ||||
| SUB TOTAL KK | 75 | ||||
| SUB TOTAL SISWA | 300 | ||||
Sumber: Dinas PKP dan Pertanahan Kabupaten TTU, 2021
- Sarana Peribadatan
Sarana peribadatan di Kabupaten Timor Tengah Utara adalah masjid, musholla, gereja protestan, gereja katolik, pura, dan vihara. Jumlah sarana peribadatan di Kabupaten Timor Tengah Utara terangkum dalam tabel di bawah ini.
Jumlah Fasilitas Peribadatan di Kabupaten Timor Tengah Utara
| No | Jenis | Jumlah | Persentase |
| 1 | Masjid | 7 | 2,66% |
| 2 | Musholla | 5 | 1,90% |
| 3 | Gereja Protestan | 55 | 20,91% |
| 4 | Gereja Katolik | 195 | 74,14% |
| 5 | Puta | 1 | 0,38% |
| 6 | Vihara | – | 0,00% |
| Jumlah | 263 | 100% | |
Sumber: BPS Provinsi NTT Dalam Angka, 2021
- Sarana Pendidikan
Sarana pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Utara terdiri dari SD, SMP, SMA, SMK, dan Universitas. Jumlah Sarana pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Utara terangkum dalam tabel di bawah ini.
Jumlah Fasilitas Pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Utara
| No | Jenis | Jumlah | Persentase |
| 1 | SD | 182 | 56,88% |
| 2 | SMP | 85 | 26,56% |
| 3 | SMA | 32 | 10,00% |
| 4 | SMK | 19 | 5,94% |
| 5 | Universitas | 2 | 0,63% |
| Jumlah | 320 | 100,00% | |
Sumber: BPS Provinsi NTT Dalam Angka, 2021
- Sarana Kesehatan
Sarana kesehatan terdiri dari rumah sakit, rumah sakit bersalin, poliklinik, puskesmas, puskesmas pembantu, dan apotek. Jumlah sarana kesehatan di Kabupaten Timor Tengah Utara terangkum dalam tabel di bawah ini.
Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Timor Tengah Utara
| No | Jenis | Jumlah | Persentase |
| 1 | Rumah Sakit | 3 | 3,95% |
| 2 | Rumah Sakit Bersalin | – | 0,00% |
| 3 | Poliklinik | 10 | 13,16% |
| 4 | Puskesmas | 26 | 34,21% |
| 5 | Puskesmas Pembantu | 31 | 40,79% |
| 6 | Apotek | 6 | 7,89% |
| Jumlah | 76 | 100,00% | |
Sumber: BPS Provinsi NTT Dalam Angka, 2021
- Sarana Perdagangan
Sarana perdagangan di Kabupaten Timor Tengah Utara terdiri pasar, toko, kios, dan warung. Jumlah sarana perdagangan di Kabupaten Timor Tengah Utara terangkum dalam tabel berikut.
Fasilitas Perdagangan dan Jasa Menurut Kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Utara, 2015
| No | Kecamatan | Jenis Perdagangan | Jumlah | |||
| Besar | Menengah | Kecil | Rumah Makan | |||
| 1 | Miomaffo Barat | 2 | 3 | 52 | 3 | 60 |
| 2 | Miomaffo Tengah | 3 | – | 11 | – | 14 |
| 3 | Musi | 2 | – | 4 | – | 6 |
| 4 | Mutis | 1 | – | 3 | – | 4 |
| 5 | Miomaffo Timur | – | – | 56 | – | 56 |
| 6 | Noemuti | 1 | – | 50 | – | 55 |
| 7 | Bikomi Selatan | 7 | – | 18 | – | 27 |
| 8 | Bikomi Tengah | 4 | – | 3 | – | 7 |
| 9 | Bikomi Nilulat | – | – | – | – | – |
| 10 | Bikomi Utara | – | – | 9 | – | 9 |
| 11 | Naibenu | 2 | – | 5 | – | 7 |
| 12 | Noemuti Timur | 1 | – | 80 | – | 81 |
| 13 | Kota Kefamenanu | 38 | 278 | 755 | 80 | 1.151 |
| 14 | Insana | 4 | 14 | 133 | 6 | 157 |
| 15 | Insana Utara | 18 | – | 42 | 7 | 67 |
| 16 | Insana Barat | 2 | – | 6 | – | 8 |
| 17 | Insana Tengah | 2 | – | 13 | – | 15 |
| 18 | Insana Fafinesu | 1 | – | 1 | – | 2 |
| 19 | Biboki Selatan | 3 | 3 | 40 | 1 | 47 |
| 20 | Biboki Tanpah | 3 | – | 31 | – | 34 |
| 21 | Biboki Moenleu | 9 | – | 8 | 1 | 18 |
| 22 | Biboki Utara | 1 | 1 | 27 | 1 | 29 |
| 23 | Biboki Anleu | 6 | 1 | 31 | 2 | 39 |
| 24 | Biboki Feotleu | 4 | – | 2 | – | 6 |
| Timor Tengah Utara | 114 | 304 | 1.380 | 101 | 1.899 | |
Sumber: Kabupaten TTU Dalam Angka 2016
Jumlah Sarana Perdagangan di Kabupaten Timor Tengah Utara
| No | Jenis | Jumlah | Persentase |
| 1 | Pasar | 32 | 5,00% |
| 2 | Toko | 80 | 12,50% |
| 3 | Kios | 449 | 70,16% |
| 4 | Warung | 79 | 12,34% |
| Jumlah | 640 | 100,00% | |
Sumber: Kabupaten Dalam Angka, 2020
- Ruang Terbuka Hijau
Kawasan peruntukan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten TTU berada di Kota Kefamenanu (1.919,51 ha) dan Kecamatan Insana Utara (700,76 ha). Berikut ini rincian dari ruang terbuka hijau yang berada di Kabupaten Timor Tengah Utara pada tahun 2018.
Persebaran kawasan RTH di Kabupaten Timor Tengah Utara 2018
| No | Jenis RTH | Lokasi | Luas (Ha) |
| Kota Kefamenanu | 1.919,51 | ||
| 1 | Hutan Kota | Bukit Kensulat | 100 |
| Bukit Beonbat | 30,3 | ||
| Bukit Soeb | 72,71 | ||
| Bukit Maol | 1.668 | ||
| 2 | Taman Kota dan Lapangan Olahraga | Depan rumah jabatan | 0,85 |
| Depan kantor bupati | 4,6 | ||
| 3 | TPU | TMP Km. 9 | 0,82 |
| TPU Bijaesunan | 11,57 | ||
| TPU Km. 6 | 0,62 | ||
| TPU Belakang PLN | 0,94 | ||
| 4 | Median Jalan | Tugu HKSN – Kantor DPRD | 1,1 |
| Tugu Biinmaffo – Unimor | |||
| Tugu HKSN – Noemeto | |||
| Depan kantor bupati | |||
| Depan rumah jabatan | |||
| 5 | Embung | Depan DPRD (pinggir jalan | 12 |
| Depan DPRD (bagian dalam) | 16 | ||
| Kecamatan Unsana Utara (Kawasan Perkotaan Wini) | 700,76 | ||
| 1 | Taman Kota | Los lintas batas negara | 9,40 |
| Pantai Libas | 2,42 | ||
| 2 | Median Jalan | PLBN s.d Maesmolo | 58,60 |
| 3 | Lapangan Olahraga | Stadion Wini | 3,34 |
| 4 | Hutan Produksi Bifemnasi | Tanjung Bastian, Manufonu | 627 |
Sumber: Naskah Akademik RTH Kawasan Perkotaan Kabupaten TTU, 2018
Berdasarkan SK.7875/MenLHK-PHPL/KPHP/HPL.0/12/2020, Kabupaten Timor Tengah Utara memiliki kawasan hutan dengan luas 263.833,17 ha, meliputi Area Penggunaan Lain (149.045,72 ha), Cagar Alam (2.426,82 ha), Hutan Lindung (40.661,02 ha), Hutan Produksi (16.150,05 ha), Hutan Produksi Konversi (300,78 ha), dan Hutan Produksi Terbatas (55.248,77 ha). Adapun kawasan perkebunan seluas 41.602,96 ha dan kawasan pertanian seluas 19.325,18 ha (Pertanian Lahan Basah 3.314,32 ha dan Pertanian Lahan Kering 16.010,87 ha).
