1. Gambaran Umum Wilayah Administrasi

i.) Deskripsi Umum

Wilayah Kabupaten Kupang secara geografis terletak pada titik koordinat 9º19 10º57 Lintang Selatan dan 121º30 – 124º11 Bujur Timur dengan ketinggian dari permukaan laut berkisar antara 0 sampai dengan 500 meter. Kondisi permukaan tanah Kabupaten Kupang umumnya berbukit, bergunung dan sebagian terdiri dari dataran rendah dengan tingkat kemiringan rata – rata mencapai 45º. Panjang garis pantai mencapai 485 km dan luas wilayah laut seluas 4.063 km2. Luas wilayah Kabupaten Kupang 5.434,76 km², yang terbagi dalam 24 Kecamatan (160 Desa dan 17 Kelurahan). Ibukota kabupaten ini berada di Oelamasi yang terletak di Kecamatan Kupang Timur. Kabupaten Kupang memiliki batas-batas wilayah geografis sebagai berikut:

  • Sebelah Utara : berbatasan dengan Laut Sawu
  • Sebelah Selatan : berbatasan dengan Samudera Hindia dan Selat Timor
  • Sebelah Barat : berbatasan dengan Laut Sawu
  • Sebelah Timur : berbatasan dengan Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Negara Republic Democratic Timor Leste.

ii.) Luas dan Tinggi Wilayah

Gambaran umum 24 kecamatan yang berada di Kabupaten Kupang dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

Tabel 1. Ibukota Kecamatan, Luas, dan Ketinggian Kabupaten Kupang Per Kecamatan 2020

Kecamatan Ibukota Kecamatan Luas Wilayah Persentase Luas Wilayah Ketinggian
[1] [2] [3] [4] [5]
Semau Uitao 143,42 2,71% 14,00
Semau Selatan Akle 153,00 2,89% 7,00
Kupang Barat Batakte 149,72 2,83% 250,00
Nekamese Oemasi 128,40 2,42% 29,00
Kupang Tengah Tarus 88,64 1,67% 42,00
Taebenu Baumata 106,42 2,01% 210,00
Amarasi Oekabiti 154,90 2,92% 412,00
Amarasi Barat Teunbaun 246,47 4,65% 430,00
Amarasi Selatan Buraen 172,71 3,26% 62,00
Amarasi Timur Pakubaun 162,92 3,08% 31,00
Kupang Timur Babau 338,60 6,39% 33,00
Amabi Oefeto Timur Oemofa 236,72 4,47% 385,00
Amabi Oefeto Fatukanutu 123,90 2,34% 247,00
Sulamu Sulamu 141,18 2,66% 21,00
Fatuleu Camplong 351,52 6,63% 256,00
Fatuleu Barat Poto 496,47 9,37% 20,00
Fatuleu Tengah Oelbiteno 107,85 2,04% 823,00
Takari Takari 508,13 9,59% 217,00
Amfoang Selatan Lelogama 305,09 5,76% 1.023,00
Amfoang Barat Daya Manubelon 167,61 3,16% 16,00
Amfoang Utara Naikliu 278,42 5,26% 12,00
Amfoang Barat Laut Soliu 428,59 8,09% 18,00
Amfoang Timur Nunuanah 133,24 2,51% 33,00
Amfoang Tengah Fatumonas 174,21 3,29% 713,00
Kupang 5.298,13 100%  

Sumber : Badan Pusat Statistik dalam angka, 2021 (diolah)

 

Adapun jarak antar kecamatan terhadap Ibukota Kabupaten Kupang (Oelamasi) dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

Gambar 1. Jarak Antar Kecamatan terhadap Ibukota Kabupaten Kupang Tahun 2020
Sumber : Badan Pusat Statistik dalam angka, 2021. (Diolah)

 

2. Kondisi Fisik

Kondisi fisik Kabupaten Kupang dapat diamati sebagai berikut.

i.) Topografi

Secara topografis, Kabupaten Kupang umumnya beriklim tropis & kering yang juga cenderung dipengaruhi oleh angin dan dikategorikan sebagai daerah semi arid karena curah hujan yang relatif rendah keadaan vegetasi yang didominasi sabana dan stepa. Kabupaten Kupang juga terdiri dari daerah pegunungan, perbukitan, dan dataran dengan ketinggian dari atas permukaan laut sebagai berikut :

Tabel 2. Kemiringan Tanah di Kabupaten Kupang

No. Kemiringan Tanah (m) Persentase (%)
1. 0-5 m 47.144 Ha (20,50%)
2. 50-100 m 112.126 Ha (15,28%)
3. 100 – 150 m 98.133 Ha (13,37%)
4. 150 – 500 m 301.960 Ha (41,55%)
5. > 500 m 74.509 Ha (10,15%)
Total 100 %

Sumber : Badan Pusat Statistik dalam angka, 2021. (Diolah)

ii.) Geologi dan Morfologi

Secara umum keadaan geologi di Kabupaten Kupang mempunyai kondisi beragam yang didominasi oleh Formasi Noele, kompleks Bobonaro dan Formasi Batuputih dengan sedikit Formasi Ofu dan Aluvium pada daerah pesisir di bagian selatan Kabupaten Kupang, di bagian tengah sampai ke arah utara didominasi oleh kompleks Bobonaro dengan sedikit Batuputih, sedangkan di bagian timur dan barat pada daerah pesisir didominasi oleh kompleks Mutis, Formasi Batu Gamping dan sedikit Aluvium.

 

iii.) Klimatologi

Jika dilihat dari sisi iklim, rata-rata suhu udara di Kabupaten Kupang tahun 2020 berkisar antara 29,31˚C sampai dengan 31,39˚C dengan kelembaban udara rata-rata tahunan 69,7. Curah hujan tertinggi di Kabupaten Kupang pada bulan Desember sebanyak 305,70 mm dan yang terendah di bulan Juli, Agustus, dan September yaitu 0 mm dengan total hari hujan sebanyak 113 hari.

 

iv.) Kerawanan Bencana

Berdasarkan data BPS, bencana alam yang tercatat dalam kurun waktu 2018-2020 adalah longsor, banjir, dan gempa. Berdasarkan RTRW Kabupaten Kupang 2014-2034, perincian daerah rawan bencana adalah sebagai berikut.

Tabel 3. Kawasan Rawan Bencana di Kabupaten Kupang

No Kawasan Lokasi
1 Kawasan Rawan Longsor Kecamatan Semau, Kupang Barat, Nekamese, Taebenu, Kupang Tengah, Kupang Timur, Amarasi, Amarasi Barat, Amarasi Selatan, Amarasi Timur, Amabi Oefeto Timur, Amabi Oefeto, Fatuleu, Fatuleu Tengah, Kecamatan Takari, Sulamu, Fatuleu Barat, Amfoang Selatan, Amfoang Tengah, Amfoang Barat Laut, Amfoang Barat Daya, Amfoang Utara dan Amfoang Timur.
2 Kawasan Rawan Banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kecamatan Kupang Timur, Kupang Tengah, Kupang Barat, Amarasi Timur, Fatuleu, Takari, Fatuleu Barat, Amfoang Barat Daya, Amfoang Barat Laut, Amfoang Utara, dan Amfoang Timur.
3 Kawasan Rawan Gempa Bumi Kecamatan Amfoang Selatan, Fatuleu Barat, Sulamu, Takari, Kupang Timur, Kupang Barat, Amarasi Barat, Amarasi Selatan dan Kecamatan Amarasi Timur.
4 Kawasan Rawan Tsunami Sepanjang kawasan pesisir kabupaten.
5 Kawasan Rawan Abrasi Sepanjang kawasan pesisir kabupaten.

Sumber : RTRW Kabupaten Kupang Tahun 2014-2034

Adapun bencana siklon tropis seroja pada April 2021 menyebabkan kerusakan di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Kupang, kecuali Kecamatan Amarasi Selatan dan Amfoang Tengah. Total kerusakan sejumlah 11.702, mencakup rusak ringan 6.701 unit, rusak sedang 2.626 unit, dan rusak berat 2.375 unit. Sebanyak 654 rumah tangga dievakuasi.

Tabel 4. Lokasi Terdampak Bencana Siklon Tropis Seroja di Kabupaten Kupang Tahun 2021

No Kecamatan Desa/Kelurahan
1 Semau Desa Batuinan, Desa Bokonusan, Desa Hansisi, Desa Huilelot, Desa Letbaun, Desa Otan, Desa Uiasa, Desa Uitao
2 Semau Selatan Desa Akle, Desa Naikean, Desa Onansila, Desa Uiboa, Desa Uitiuhana, Desa Uitiuhtuan
3 Kupang Barat Desa Manulai I, Desa Nitneo, Desa Oematnunu, Desa Oenaek, Desa Sumlili, Desa Tablolong, Desa Tesabela, Kelurahan Batakte, Kelurahan Oenesu, Desa Bolok, Desa Kuanheun, Desa Lifuleo
4 Nekamese Desa Bismarak, Desa Bone, Desa Oelomin, Desa Oemasi, Desa Oenif, Desa Oepaha, Desa Taloitan, Desa Tasikona, Desa Tunfeu, Desa Usapi Sonbai, Desa Oben
5 Kupang Tengah Desa Mata Air, Desa Noelbaki, Desa Oebelo, Desa Oelpuah, Desa Penfui Timur, Desa Tanah Merah, Kelurahan Tarus, Desa Oelnasi, Kelurahan Tarus
6 Taebenu Baumata Utara, Desa Baumata, Desa Baumata Barat, Desa Baumata Timur, Desa Bokong, Desa Kuaklo, Desa Oelatsala, Desa Oeltuah
7 Amarasi Desa Apren, Desa Kotabes, Desa Oenoni, Desa Oenoni II, Desa Oesena, Desa Ponain, Desa Tesbatan, Kelurahan Nonbes
8 Amarasi Barat Desa Nekbaun, Desa Erbaun, Desa Merbaun, Desa Nekbaun, Desa Niukbaun, Desa Soba, Desa Toobaun, Desa Tunbaun, Kelurahan Teunbaun
9 Amarasi Selatan
10 Amarasi Timur Desa Oebesi, Desa Enoraen, Desa Pakubaun
11 Kupang Timur Desa Manusak, Desa Nunkurus, Desa Oefafi, Desa Oelatimo, Desa Pukdale, Desa Tanah Putih, Desa Tuapukan, Kelurahan Babau, Kelurahan Merdeka, Kelurahan Naibonat, Kelurahan/Desa Oesao, Kelurahan Tuatuka
12 Amabi Oefeto Timur Desa Enolanan, Desa Oenuntono, Desa Oeniko, Desa Nunmafo, Desa Oemolo
13 Amabi Oefeto Desa Fatukanutu, Desa Kuanheum, Desa Niunbaun
14 Sulamu Desa Bipolo, Desa Oeteta, Desa Pantulan, Desa Pariti, Desa Pitay, Kelurahan Sulamu, Pantai Beringin
15 Fatuleu Desa Ekateta, Desa Tolnaku, Kelurahan Camplong I, Desa Camplong II, Desa Sillu
16 Fatuleu Barat Desa Nuataus, Desa Poto, Desa Tuakau, Desa Kalali, Desa Naitae
17 Fatuleu Tengah Desa Nonbaun, Desa Nunsaen, Desa Oelbiteno, Desa Passi
18 Takari Desa Benu, Desa Noelmina, Desa Tanini, Desa Tuapanaf, Kelurahan Takari, Desa Oelnaineno, Desa Kauniki
19 Amfoang Selatan Desa Fatumetan, Desa Fatusuki, Desa Leloboko, Desa Oelbanu, Desa Oh’aem I, Desa Oh’aem II, Kelurahan Lelogama

Desa Bitobe, Binafun, Bitobe, Bonmuti, Fatumonas

20 Amfoang Barat Daya Desa Bioba Baru, Desa Letkole, Desa Manubelon, Desa Nefoneut
21 Amfoang Utara Desa Afoan, Desa Bakuin, Desa Fatunaus, Desa Kolabe, Desa Lilmus, Kel. Naikliu
22 Amfoang Barat Laut Desa Faumes, Desa Honuk, Desa Oelfatu, Desa Saukibe, Desa Soliu, Desa Timau
23 Amfoang Timur Desa Kifu, Desa Netemananu Utara, Desa Netemnanu Selatan, Desa Kifu, Desa Netemnanu
24 Amfoang Tengah

Sumber: BPBD Kabupaten Kupang, 2021

3. Demografi

i.) Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Kupang pada tahun 2020 adalah sebanyak 366.383 Jiwa dengan RJK (Rasio jenis kelamin) sebesar 103. Jumlah penduduk tersebut mengalami penurunan sebesar 3,81% dari tahun 2019. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2010-2020 adalah sebesar 1,87 %. Kabupaten Kupang memiliki kepadatan penduduk rendah yaitu 69,15 jiwa/km2. Pada tahun 2019, dari total penduduk 380,91 ribu jiwa, Kecamatan Kupang Timur memiliki jumlah penduduk terbanyak sejumlah 52,86 ribu jiwa. Persebaran jumlah penduduk per kecamatan di Kabupaten Kupang pada tahun 2019 dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 5. Jumlah Penduduk di Kabupaten Kupang tahun 2019

No Kecamatan Jumlah Penduduk (ribu)
1 Amabi Oefeto 9,06
2 Amabi Oefeto Timur 13,91
3 Amarasi 20,05
4 Amarasi Barat 17,72
5 Amarasi Selatan 13,39
6 Amarasi Timur 9,72
7 Amfoang Barat Daya 5,34
8 Amfoang Barat Laut 10,99
9 Amfoang Selatan 10,75
10 Amfoang Tengah 6,72
11 Amfoang Timur 8,13
12 Amfoang Utara 8,55
13 Fatuleu 28,00
14 Fatuleu Barat 9,96
15 Fatuleu Tengah 5,99
16 Kupang Barat 19,15
17 Kupang Tengah 43,42
18 Kupang Timur 52,86
19 Nekamese 12,35
20 Semau 7,94
21 Semau Selatan 5,62
22 Sulamu 18,21
23 Taebenu 17,71
24 Takari 25,38
Total 380,91

Sumber: BPS Kabupaten dalam Angka  Kabupaten Kupang, 2020

ii.) Jumlah Rumah Tangga

Rata-rata banyaknya anggota keluarga di Kabupaten Kupang Tahun 2020 adalah 4,35 (BPS Provinsi NTT dalam Angka, 2021). Jumlah KK di Kabupaten Kupang Pada tahun 2020 sebanyak 484.226 KK.

Berdasarkan Data BPS Kabupaten Kupang, jumlah rumah tangga di Kabupaten Kupang pada tahun 2019 sebanyak 82.002 KK. Rumah tangga terbanyak ditemukan di Kecamatan Kupang Timur (10.852 KK) dan Kecamatan Kupang Tengah (9.987 KK). Jumlah rumah tangga paling sedikit ada di Kecamatan Amfoang Barat Daya (937 KK), Kecamatan Amfoang Tengah (1.188 KK), dan Kecamatan Semau Selatan (1.430 KK).

Tabel 6. Jumlah Rumah Tangga di Kabupaten Kupang, Tahun 2018 – 2019

No Kecamatan Jumlah RT
2018 2019
1 Amabi Oefeto 2.067 1.957
2 Amabi Oefeto Timur 3.866 3.534
3 Amarasi 4.158 4.086
4 Amarasi Barat n/a 4.207
5 Amarasi Selatan 2.761 2.761
6 Amarasi Timur n/a 1.882
7 Amfoang Barat Daya 1.005 937
8 Amfoang Barat Laut 2.174 1.976
9 Amfoang Selatan 2.030 1.879
10 Amfoang Tengah 1.344 1.188
11 Amfoang Timur 1.857 1.857
12 Amfoang Utara 1.593 1.593
13 Fatuleu 6.139 6.139
14 Fatuleu Barat 2.353 2.146
15 Fatuleu Tengah 1.397 1.427
16 Kupang Barat 4.094 4.260
17 Kupang Tengah 9.987 9.987
18 Kupang Timur 10.385 10.852
19 Nekamese 2.707 2.707
20 Semau 1.951 1.937
21 Semau Selatan 1.499 1.430
22 Sulamu 4.007 3.944
23 Taebenu 3.943 3.943
24 Takari 5.373 5.373
Total   82.002

Sumber: BPS Kecamatan dalam Angka Kabupaten Kupang, Tahun 2019 – 2020

iii.) Piramida Penduduk

Penduduk pada Kabupaten Kupang saat ini didominasi oleh penduduk yang berusia produktif (penduduk berusia 15-64 tahun) yaitu 70,72%. Jika dilihat dari piramida penduduk yang ada pada gambar dibawah, piramida tersebut tergolong piramida ekspansif (muda). Artinya sebagian besar penduduk berusia muda, sedangkan penduduk usia lanjutnya sedikit. Sehingga diperlukan lapangan pekerjaan yang cukup untuk memenuhi jumlah angkatan kerja yang ada.

Gambar 2. Piramida Penduduk Kab. Kupang
Sumber : Badan Pusat Statistik dalam angka, 2021

 

iv.) Proyeksi Penduduk

Berdasarkan proyeksi penduduk yang telah dilakukan, pada tahun 2041 penduduk Kabupaten Kupang meningkat dari 366.383 jiwa (tahun 2020) menjadi 540.160 jiwa. Proyeksi tersebut dihitung dengan menggunakan rumus geometri seperti berikut :

Dengan : Pn  = Proyeksi penduduk tahun tertentu

Po  = Penduduk awal tahun

1    = konstanta

r     = angka pertumbuhan penduduk

n    = rentang tahun

Proyeksi tersebut menggunakan data jumlah penduduk dari tahun 2010 hingga 2020. Jumlah penduduk Kabupaten Kupang pada tahun 2010 adalah sebesar 304.548 jiwa dan laju pertumbuhan penduduk 2010-2020 adalah sebesar 1,87%. Sehingga didapatkan hasil proyeksi seperti pada tabel berikut :

Tabel 7. Proyeksi Penduduk Kabupaten Kupang

Tahun 2010 2015 2020 2021 2025 2030 2035 2041
Jumlah Penduduk (jiwa) 304.548 348.010 366.383 373.219 401.860 440.773 483.453 540.160

Sumber : Badan Pusat Statistik dalam angka (diolah), 2021

v.) Kemiskinan

Kemiskinan di Kabupaten Kupang selama tahun 2013-2020 menunjukkan tren yang terus meningkat. Garis kemiskinan terus meningkat dari 252.934 di tahun 2013 menjadi 379.600 di tahun 2020. Disisi lain, indeks keparahan dan indeks kedalaman kemiskinan mengalami perkembangan yang fluktuatif namun cenderung meningkat dari 2013-2020.

Gambar 1. Jarak Antar Kecamatan terhadap Ibukota Kabupaten Kupang Tahun 2020
Sumber : Badan Pusat Statistik dalam angka, 2021. (Diolah)

Gambar 4. Indeks Keparahan dan Kedalaman Kemiskinan di Kabupaten Kupang
Sumber: BPS Kabupaten Dalam Angka, 2021. (Diolah)

 

4. Perumahan dan Kawasan Permukiman

i.) Tipologi Bangunan dan Jumlah Bangunan

Orang-orang Timor di Kabupaten Kupang sejatinya tidak merasa penting untuk memiliki lahan pribadi, tapi lahan-lahan perladangan tetap (po’an), dan belukar bekas ladang (bane) bisa diwariskan penggunaannya. Melalui mekanisme tebas bakar dan rotasi, para peladang akan menggunakan ladang selama satu kurun waktu tertentu dan kemudian ditinggalkan ketika tanah tidak lagi subur. Pada dasarnya budaya atau etika orang Timor tidak bisa membiarkan orang lain kelaparan. Seorang amaf (tuan wilayah) seyogianya memberikan sebidang lahan kepada anggota keluarga yang tidak memiliki lahan agar tidak kelaparan. Bahkan memberikan lahan untuk digarap orang luar sekalipun untuk agar mereka dapat hidup adalah semacam kewajiban moral tuan tanah.

Kawasan transmigrasi di Kabupaten Kupang ditetapkan di kawasan Amfoang (92.010,85 Ha), mencakup 27 desa di Kecamatan Amfoang Timur, Amfoang Utara, Amfoang Barat Laut, Amfoang Barat Daya, dan Fatuleu Barat (KemenPDTT No 118/2017).

ii.) Status Penguasaan Bangunan

Status penguasaan bangunan merupakan salah satu indikator kesejahteraan penduduk bagian perumahan. Semakin banyak penduduk yang mempunyai rumah sendiri maka semakin banyak juga masyarakat yang tergolong mapan dan sejahtera terutama memenuhi kebutuhan hidupnya. Berdasarkan data pada buku statistik kesejahteraan Nusa Tenggara Timur tahun 2020, persentase kepemilikan bangunan tertinggi di Kabupaten Kupang adalah milik sendiri yaitu sebesar 87,5%. Berikut merupakan tabel persentase status penguasaan bangunan tahun 2018-2020 di Kabupaten Kupang :

Tabel 8. Persentase Status Penguasaan Bangunan di Kabupaten Kupang

Status Penguasaan Bangunan Persentase (%)
2018 2019 2020
Milik Sendiri 86,64 86,9 87,5
Kontrak/Sewa 1,86 4,94 0
Bebas Sewa 10,96 6,11 5,92
Dinas/lainnya 0,53 2,05 5,56

Sumber : Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

 

iii.) Luas Lantai Bangunan Setiap Rumah

Luas lantai bangunan merupakan indikator lain yang menunjukkan kesejahteraan penduduk. Idealnya, sebuah keluarga harus menempati rumah dengan luas lantai minimal 8 kali jumlah anggota keluarganya. Di Kabupaten Kupang, luas lantai yang mendominasi adalah 50-99 m2 yaitu 42,08%. Akan tetapi masih terdapat 7,8% bangunan yang memiliki luas lantai dibawah 20 m2. Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan luas lantai di Kabupaten Kupang tahun 2018-2020:

Tabel 9. Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Luas Lantai di Kabupaten Kupang

Luas lantai (m²) Persentase (%)
2018 2019 2020
<19 2,14 5,3 7,18
20-49 45,99 36,63 41,87
50-99 45,41 48,14 42,08
100-149 5,46 8,34 6,66
150+ 1,01 1,58 2,2

Sumber : Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

iv.) Jumlah Bangunan Berdasarkan Luas Perkapita

Luas Perkapita merupakan salah satu kriteria rumah layak huni. Berdasarkan publikasi BPS, luas perkapita minimal agar sebuah rumah dikatakan layak huni adalah ≥ 7,2 m2. Di Kabupaten Kupang, luas perkapita yang mendominasi adalah ≥ 10 m2 yaitu 64,94%. Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan luas perkapita di Kabupaten Kupang pada tahun 2018-2020:

Tabel 10. Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Luas Perkapita di Kabupaten Kupang

Luas Perkapita (m²) Persentase (%)
2018 2019 2020
7,2 m² 16,89 14,36 15,99
7,3 – 9,9 m² 21,79 14,55 17,07
≥ 10 m² 61,32 71,09 66,94

Sumber : Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

v.) Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Atap Terluas

Bangunan berdasarkan atap terluas adalah klasifikasi bangunan berdasarkan penutup bagian atas sebuah bangunan, sehingga anggota rumah tangga yang berada di rumah tersebut dapat terlindung dari terik matahari, hujan dan sebagainya. Pada Kabupaten Kupang, sebanyak 85,46% menggunakan seng sebagai atap. Berikut merupakan persentase bangunan berdasarkan jenis atap terluas di Kabupaten Kupang tahun 2018-2020:

Tabel 11. Persentase Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Atap Terluas di Kabupaten Kupang

Jenis Atap Persentase (%)
2018 2019 2020
Beton/Genteng/Asbes 0,54 0,99 1,16
Seng 85,63 84,37 85,46
Bambu/Kayu/Sirap 0,21 0,28 0,13
Jerami/Ijuk/ Daun/Rumbia/Lainnya 13,62 14,35 13,25

Sumber : Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

vi.) Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Dinding Terluas

Bangunan berdasarkan dinding terluas adalah klasifikasi bangunan berdasarkan sisi luar/batas/penyekat dari suatu bangunan dengan bangunan lain. Pada Kabupaten Kupang, sebanyak 58,77% rumah menggunakan tembok/plesteran anyaman bambu/kawat sebagai dinding bangunan. Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan dinding terluas di Kabupaten Kupang pada tahun 2018-2020 :

Tabel 12. Persentase Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Dinding Terluas di Kabupaten Kupang

Jenis Dinding Persentase (%)
2018 2019 2020
Tembok/ Plesteran Anyaman Bambu/Kawat 50,14 55,96 58,77
Kayu/papan 1,73 1,02 0,52
Anyaman bambu N/A 1,08 1,26
Batang Kayu/ Bambu/Lainnya 48,13 41,94 39,45

Sumber : Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

vii.) Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Lantai Terluas

Bangunan berdasarkan jenis lantai terluas adalah klasifikasi bangunan berdasarkan bagian bawah/dasar/alas suatu ruangan, baik terbuat dari marmer, keramik, granit, tegel/teraso, semen, kayu, tanah dan lainnya seperti bambu. Pada Kabupaten Kupang, kebanyakan bangunan menggunakan semen/bata merah sebagai lantai yaitu 51,21% dari total bangunan. Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan jenis lantai terluas di Kabupaten Kupang pada tahun 2018-2020:

Tabel 13. Persentase Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Lantai Terluas di Kabupaten Kupang

Jenis Lantai Persentase (%)
2018 2019 2020
Marmer/Granit/Keramik/ Parket/Vinyl/ Karpet 16,38 21,98 23,52
Ubin/tegel/teraso N/A 0,42 0
Kayu/papan 0,19 0 0
Semen/bata merah 58,33 46,22 51,21
Bambu/Tanah/ Lainnya 25,1 31,39 25,27

Sumber : Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

viii.) Backlog Perumahan

Berdasarkan aplikasi e-RTLH, data backlog perumahan di Kabupaten Kupang per Juli 2020 sebanyak 1.510 KK yang tersebar di 24 kecamatan. Backlog perumahan paling banyak ada di Kecamatan Kupang Timur (198 KK), Kecamatan Sulami (190 KK), dan Kecamatan Kupang Tengah (160 KK).

Tabel 14. Data Backlog Kabupaten Kupang (per Juli 2020)

No Kecamatan Backlog (KK)
1 Amabi Oefeto 38
2 Amabi Oefeto Timur 48
3 Amarasi 54
4 Amarasi Barat 11
5 Amarasi Selatan 47
6 Amarasi Timur 69
7 Amfoang Barat Daya 51
8 Amfoang Barat Laut 55
9 Amfoang Selatan 40
10 Amfoang Tengah 24
11 Amfoang Timur 56
12 Amfoang Utara 51
13 Fatuleu 0
14 Fatuleu Barat 31
15 Fatuleu Tengah 10
16 Kupang Barat 43
17 Kupang Tengah 160
18 Kupang Timur 198
19 Nekamese 33
20 Semau 54
21 Semau Selatan 33
22 Sulamu 190
23 Taebenu 96
24 Takari 118
Total 1.510

Sumber: eRTLH, 2020

ix.) Rumah Tidak Layak Huni

Berdasarkan aplikasi e-RTLH, data Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Kupang per Juli 2020 sebanyak 25.811 unit yang tersebar di 24 kecamatan. Jumlah RTLH paling banyak ada di Kecamatan Kupang Timur (2.815 unit), Kecamatan Takari (2.606 unit), dan Kecamatan Fatuleu (2.337 unit). Jumlah RTLH paling sedikit ada di Kecamatan Semau Selatan (208 unit).

Tabel 15. Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Kupang (per Juli 2020)

No Kecamatan RTLH (unit)
1 Amabi Oefeto 763
2 Amabi Oefeto Timur 1.708
3 Amarasi 1.008
4 Amarasi Barat 718
5 Amarasi Selatan 476
6 Amarasi Timur 829
7 Amfoang Barat Daya 560
8 Amfoang Barat Laut 1.314
9 Amfoang Selatan 1.111
10 Amfoang Tengah 688
11 Amfoang Timur 1.079
12 Amfoang Utara 897
13 Fatuleu 2.337
14 Fatuleu Barat 1.029
15 Fatuleu Tengah 420
16 Kupang Barat 533
17 Kupang Tengah 1.513
18 Kupang Timur 2.815
19 Nekamese 559
20 Semau 485
21 Semau Selatan 208
22 Sulamu 1.216
23 Taebenu 939
24 Takari 2.606
Total 25.811

Sumber: eRTLH, 2020

x.) Kawasan Permukiman Kumuh

Kawasan permukiman kumuh di Kabupaten Kupang telah ditetapkan oleh SK Bupati Kupang No. 250/KEP/HK/2021 seluas 36,94 Ha dalam lima lokasi yang berbeda meliputi:

Tabel 16. Permukiman Kumuh di Kabupaten Kupang Tahun 2021

Nama Lokasi Luas (Ha)
Tarus 4,8
Sulamu 21,4
Oesao 4,62
Buraen 3,38
Baun 2,74
Total 36,94

Sumber: SK Bupati Kupang No. 250/KEP/HK/2021

xi.) Kampung Adat

Dalam RPJMD Kabupaten Kupang 2019-2024, beberapa kampung adat yang menjadi kawasan strategis kabupaten untuk kategori kawasan strategis fungsi sosial budaya, yaitu:

  1. Kawasan permukiman adat kampung adat Kauniki di Kecamatan Takari;
  2. Kawasan permukiman kampung adat Raja Koro di Kecamatan Amarasi Barat; dan
  3. Kawasan permukiman kampung adat strategis lainnya di wilayah kabupaten

Kampung Adat Kauniki di Kecamatan Takari dan Kampung Adat Sonaf Raja Koro di Kecamatan Amarasi Barat merupakan kawasan kampung adat atau tradisional yang masih memiliki tata kehidupannya sendiri yang harus dilestarikan dan dijaga. Kedua kampung adat tersebut merupakan kawasan lindung spiritual dan kearifan lokal dan juga kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan.

 

5. Prasarana dan Sarana Umum

i.) Prasarana Jalan

Prasarana jalan di Kabupaten Kupang berdasarkan data BPS bahwa panjang ruas jalan Kabupaten Kupang adalah 1.090,35 km dimana 63,99% nya merupakan jalan kabupaten. Sebagian besar jalan sudah menggunakan aspal namun masih terdapat jalan kerikil, tanah, dan lainnya sebesar 15,77%. Jika ditinjau dari kondisi jalannya, terdapat 43,15% jalan yang masuk kategori rusak-rusak berat. Rincian kondisi, jenis, dan tingkat kewenangan jalan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 17. Tingkat Kewenangan, Kondisi, dan Jenis Jalan di Kabupaten Kupang

No. Jenis Jumlah Persentase
1 Negara  45,10 4,14%
2 Provinsi  347,51 31,87%
3 Kabupaten  697,74 63,99%
Jumlah  1.090,35 100,00%
No. Jenis Jumlah Persentase
1 Baik  918,42 84,23%
2 Sedang  56,45 5,18%
3 Rusak  58,18 5,34%
4 Rusak Berat  57,30 5,26%
Jumlah  1.090,35 100,00%
No. Jenis Jumlah Persentase
1 Aspal  655,60 60,13%
2 Kerikil  271,15 24,87%
3 Tanah  163,60 15,00%
4 Lainnya  – 0,00%
Jumlah  1.090,35 100,00%

Sumber : BPS Kabupaten Dalam Angka, 2021. (Diolah)

iii.) Prasarana Persampahan

Profil prasarana persampahan Kabupaten Kupang terbatas dikarenakan ketersediaan data yang minim. Jika ditinjau dari  ketersediaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) nya, perincian prasarana persampahan Kabupaten Kupang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 18. Jumlah Tempat Pembuangan Sampah di Kabupaten Kupang

Kecamatan TPS/Desa
Tidak Tersedia Tersedia
Semau 8
Semau Selatan 6
Kupang Barat 12
Nekamese 10 1
Kupang Tengah 8
Taebenu 8
Amarasi 9
Amarasi Barat 8
Amarasi Selatan 5
Amarasi Timur 4
Kupang Timur 12 1
Amabi Oefeto Timur 10
Amabi Oefeto 7
Sulamu 7
Fatuleu 10
Fatuleu Barat 5
Fatuleu Tengah 4
Takari 10
Amfoang Selatan 7
Amfoang Barat Daya 4
Amfoang Utara 6
Amfoang Barat Laut 6
Amfoang Timur 5
Amfoang Tengah 4
Kupang 175 2

Sumber : Profil Kemendesa Kabupaten Kupang Tahun 2020

Sedangkan bila ditinjau dari RTRW Kabupaten Kupang. Sistem pengelolaan persampahan dilakukan dengan prinsip mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang (recycle), meliputi :

  • Rencana lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan sistem Sanitary Landfill, di Kecamatan Sulamu;
  • Rencana lokasi Tempat Penampungan Sementara (TPS) tersebar di seluruh wilayah kecamatan; dan
  • Rencana pengelolaan sampah skala rumah tangga.

 

iv.) Prasarana Telekomunikasi

Jumlah Akses Internet (AI) dan Base Transceiver Station (BTS) Sinyal yang sudah on air menurut Kecamatan di Kabupaten Kupang adalah sebagai berikut. Terdapat 33 AI dengan jumlah terbanyak  berada di Kecamatan Kupang Timur (3 buah). Terdapat 10 BTS di Kabupaten Kupang dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Amfoang Timur (4 buah).

Tabel 19. Jumlah AI dan BTS di Kabupaten Kupang

Kecamatan Realisasi
AI On Air BTS On Air
Semau 2
Semau Selatan 2 1
Kupang Barat 1
Nekamese 1
Kupang Tengah 1
Taebenu 1
Amarasi
Amarasi Barat 1
Amarasi Selatan 2
Amarasi Timur 1
Kupang Timur 3
Amabi Oefeto Timur 1
Amabi Oefeto 1
Sulamu 1
Fatuleu 1
Fatuleu Barat 1 1
Fatuleu Tengah 1
Takari 2 1
Amfoang Selatan 2
Amfoang Barat Daya 1
Amfoang Utara 2
Amfoang Barat Laut 1 1
Amfoang Timur 2 4
Amfoang Tengah 2 1
Kupang 33 10

Sumber : Profil Kemendesa Kabupaten Kupang Tahun 2020

v.) Jaringan Listrik dan Penerangan

Profil prasarana listrik di Kabupaten Kupang adalah sebagai berikut. Rincian konsumsi dan produksi listrik dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 20. Profil Kelistrikan di Kabupaten Kupang

Tahun Daya Terpasang (KW) Produksi Listrik (KWh) Listrik Terjual (KWh) Dipakai Sendiri (KWh) Susut/Hilang (KWh)
2020 40.359.932 2.852.749,80 3.566.368 40,11 163,64

Sumber : BPS Kabupaten Dalam Angka, 2021. (Diolah)

Sedangkan bila kita meninjau jaringan penerangan, sumber penerangan masyarakat Kabupaten Kupang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 21. Data Sumber Penerangan di Kabupaten Kupang

No. Jenis Perkotaan Pedesaan Total
1 Listrik PLN dengan Meteran 87,78% 67,82% 69,94%
2 Listrik PLN Tanpa Meteran 12,22% 10,97% 11,10%
3 Listrik Non PLN 0,00% 9,06% 8,10%
4 Bukan Listrik 0,00% 12,15% 10,86%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00%

Sumber : Statistik Kesejahteraan Provinsi NTT, 2020

vi.) Jaringan Air Bersih dan Air Minum

Sumber air minum Kabupaten Kupang sebagian besar berasal dari sumur terlindung (29,25%) dan sumur bor (22,03%). Perincian sumber air minum dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

 

Tabel 22. Sumber Air Minum di Kabupaten Kupang

No Jenis Perkotaan Perdesaan Total
1 Air Kemasan 3,17% 0,27% 0,58%
2 Air Isi Ulang 41,54% 4,16% 8,13%
3 Ledeng Meteran 18,32% 2,24% 3,95%
4 Sumur Bor 28,85% 21,22% 22,03%
5 Sumur Terlindung 0,67% 32,64% 29,25%
6 Sumur Tak Terlindung 0,00% 9,32% 8,33%
7 Mata Air Terlindung 7,45% 21,32% 19,85%
8 Mata Air Tak Terlindung 0,00% 6,23% 5,55%
9 Air Permukaan, Hujan dan Sumber Tidak Terlindung 0,00% 2,60% 2,33%
10 Air Hujan 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00%

Sumber : Statistik Kesejahteraan Provinsi NTT, 2020

Untuk kualitas air minum, sebanyak 66,14% penduduk mengakses air minum bersih sehingga prasarana air minum menjadi salah satu prasarana yang perlu ditingkatkan di Kabupaten Kupang.

 

vii.) Sarana Sanitasi

Sarana sanitasi Kabupaten Kupang dapat ditinjau dari jenis tempat pembuangan akhir tinja serta kepemilikan fasilitas pembuangan akhir tinja. Di Kabupaten Kupang, dominasi jenis tempat pembuangan akhir tinja adalah IPAL/ septic tank sebesar 64,10%. Perinciannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 23. Jenis Tempat Pembuangan Akhir Tinja di Kabupaten Kupang

No Jenis  Jumlah Persentase
1 IPAL/ Septic Tank               – 64,10%
2 Lubang Tanah               – 35,90%
3 Lainnya               – 0,00%
Jumlah   100,00%

Sumber : Statistik Kesejahteraan Provinsi NTT, 2020

Adapun berdasarkan kepemilikannya, sebanyak 84,66% telah memiliki fasilitas Bab sendiri. Sedangkan terdapat 5,53% masyarakat yang tidak memiliki fasilitas BAB.

Tabel 24. Kepemilikan Fasilitas BAB di Kabupaten Kupang

No. Jenis Perkotaan Pedesaan Total
1 Sendiri 73,54% 85,98% 84,66%
2 Sendiri namun Bersama 24,92% 7,17% 9,04%
3 Komunal 0,00% 0,85% 0,77%
4 Tidak Ada Fasilitas 1,54% 6,00% 5,53%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00%

Sumber : Statistik Kesejahteraan Provinsi NTT, 2020

viii.) Sarana Peribadatan

Sarana peribadatan di Kabupaten Kupang adalah masjid, musholla, gereja protestan, gereja katolik, pura, dan vihara. Jumlah sarana peribadatan di Kabupaten Kupang terangkum dalam tabel di bawah ini.

Tabel 25. Jumlah Fasilitas Peribadatan di Kabupaten Kupang

No Jenis Jumlah Persentase
1 Masjid  26 2,73%
2 Musholla  – 0,00%
3 Gereja Protestan  810 84,91%
4 Gereja Katolik  116 12,16%
5 Pura  2 0,21%
6 Vihara  – 0,00%
Jumlah 954 100,00%

Sumber : BPS Provinsi NTT Dalam Angka, 2021

ix.)  Sarana Pendidikan

Sarana pendidikan di Kabupaten Kupang  terdiri dari SD, SMP, SMA, SMK, dan Universitas. Jumlah Sarana pendidikan di Kabupaten Kupang terangkum dalam tabel di bawah ini:

Tabel 26. Jumlah Fasilitas Pendidikan di Kabupaten Kupang

No. Jenis Jumlah Persentase
1 SD  177 43,81%
2 SMP  137 33,91%
3 SMA  59 14,60%
4 SMK  25 6,19%
5 Universitas  6 1,49%
Jumlah 404 100,00%

Sumber : BPS Provinsi NTT Dalam Angka, 2021

x.) Sarana Kesehatan

Sarana kesehatan terdiri dari rumah sakit, rumah sakit bersalin, poliklinik, puskesmas, puskesmas pembantu, dan apotek. Jumlah sarana kesehatan di Kabupaten Kupang terangkum dalam tabel di bawah ini.

Tabel 27. Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Kupang

No Jenis Jumlah Persentase
1 Rumah Sakit  1 0,53%
2 Rumah Sakit Bersalin  – 0,00%
3 Poliklinik  4 2,11%
4 Puskesmas  28 14,74%
5 Puskesmas Pembantu  150 78,95%
6 Apotek  7 3,68%
Jumlah  190 100,00%

Sumber : BPS Provinsi NTT Dalam Angka, 2021

xi.) Sarana Perdagangan

Sarana perdagangan yang terdata di Kabupaten Kupang adalah pasar dengan rincian sebagai berikut.

Tabel 28. Jumlah Sarana Perdagangan di Kabupaten Kupang

No Jenis Jumlah Persentase
1 Pasar  46 100,00%
2 Toko  – 0,00%
3 Kios  – 0,00%
4 Warung  – 0,00%
Jumlah  46 100,00%

Sumber : Kabupaten Dalam Angka, 2020