Eksistensi Rumah Adat

 Nusa Tenggara Timur adalah salah satu provinsi yang masih mempertahankan peninggalan leluhur berupa permukiman dalam kampung adat. Perumahan adat ini memiliki nilai budaya yang kuat dan masih digunakan hingga saat ini. Bahkan salah satu diantaranya telah mendapat penghargaan Warisan Budaya Asia-Pasifik UNESCO.  Beberapa kampung adat dengan permukiman tradisional di Nusa Tenggara Timur diantaranya :

 

  1. Kampung Adat Bena

Sumber : Backpacker Jakarta, 2017

 

Kampung Adat Bena  adalah salah satu perkampungan megalitikum yang terletak di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Tepatnya di Desa Tiwuriwu, Kecamatan Aimere, sekitar 19 km selatan Bajawa. Kampung ini sama sekali belum tersentuh kemajuan teknologi. Arsitektur bangunannya masih sangat sederhana yang hanya memiliki satu pintu gerbang untuk masuk dan keluar.

Bangunan arsitektur Bena tidak hanya merupakan hunian semata, tetapi memiliki fungsi dan makna mendalam yang mengandung kearifan lokal dan masih relevan diterapkan masyarakat pada masa kini dalam pengelolaan lingkungan binaan yang ramah lingkungan. masyarakat Bena tidak mengeksploitasi lingkungannya ialah lahan pemukiman yang dibiarkan sesuai kontur asli tanah berbukit.

 

 

  1. Kampung Adat Tololela

 

Kampung Tololela merupakan salah satu kampung yang berada di Desa Manubhara, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada. Rumah ini dihuni oleh suku asli Kampung Tololela. Uniknya formasi rumah ini tersusun rapi membentuk pola segi empat, di mana bagian tengahnya terdapat lapangan berundak yang digunakan sebagai tampat Ngadu dan Bhaga.

 

 

  1. Kampung Adat Gurusina

 

Sumber : Suara.com, 2018

 

Kampung Adat Gurusina terletak di Kecamatan Jarebu’u, Kabupaten Ngada, Flores, NTT. Jarak tempuhnya 16 km dari Aimere dan 21 Km dari Kota Bajawa.

Gurusina adalah salah satu kampung adat di Kabupaten Ngada. Kabupaten yang sama dengan Kampung Adat Bena, yang lebih dulu tersohor di mata wisatawan. Meski kalah tenar, bukan berarti Gurusina tak punya daya tarik. Gurusina disinyalir sebagai kampung adat tertua di Flores. Ada total 33 buah rumah yang semuanya terbuat dari bambu dengan atap alang-alang.

Namun saat ini, Kampung Adat Gurusina di Pulau Flores telah mengalami kebakaran pada Agustus 2018.

 

 

  1. Kampung Adat Wae Rebo

Sumber : Pos Kupang, 2018

 

Desa adat terpencil di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Terletak di ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut. Di kampung ini hanya terdapat 7 rumah utama atau yang disebut sebagai Mbaru Niang. Setiap rumah dihuni oleh enam hingga delapan keluarga. Mbaru Niang terdiri dari lima lantai dengan atap daun lontar dan ditutupi oleh ijuk.

 

  1. Kampung Praijing di Tebara

Sumber : National Geographic Indonesia

                Kampung Adat Praijing terletak di Desa Tebara, Kecamatan Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat. Di kampung ini tersisa 38 rumah tradisional khas Sumba. Sebelum mengalami kebakaran pada tahun 2000, tercatat ada 42 rumah tradisional di kampung ini