Perumahan dan Lingkungan

Kebutuhan  rumah  dari waktu ke waktu  semakin meningkat diiringi dengan  bertambahnya jumlah penduduk yang ada di Indonesia, termasuk di Provinsi Riau. Akibatnya, lahan  produktif  semakin  lama  semakin  berkurang, dan berubah  fungsi  menjadi lahan pemukiman penduduk.

Kualitas    perumahan    yang    baik    dan    penggunaan    fasilitas perumahan yang memadai akan memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Salah   satu   dari   sekian   banyak   fasilitas   yang dapat   mencerminkan kesejahteraan rumah tangga adalah kualitas material seperti jenis atap, dinding, lantai  terluas  yang  digunakan,  termasuk  juga  fasilitas  penunjang  lainnya  yang meliputi   sumber   air   minum,   faslitas   tempat  buang   air   besar   dan   sumber penerangan.

Secara  umum  di  Provinsi  Riau,  kualitas  rumah  yang  dihuni  jika  menilik dari  aspek  jenis  lantai,  sebagian  besar  sudah  menggunakan  jenis  lantai  semen. Porsi  rumah  tinggal  dengan  jenis  lantai  ini hampir setengahnya  dari  seluruh rumah  huni  yang  ada  di  Provinsi Riau,  yakni 46,32%.  Sementara  untuk rumah  yang  masih  menggunakan  kayu/papan  kualitas  rendah  sebesar 18,7%  dan  yang masih menggunakan  lantai  tanah/lainnya  tinggal  0,89%.

Tabel 6. Persentase  Rumah  Tangga menurut  Jenis  Lantai  Terluas  dan Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Tahun 2018

No Kabupaten/Kota Bahan Bangunan Utama Lantai Rumah Terluas Jumlah
Marmer Keramik Parket/Vini/Karpet Ubin/Tegel/Teraso Kayu/Papan Semen/Batu Merah Tanah
1 Kuantan Singingi 1,25 30,75 0,17 1,36 5,16 60,71 0,6 100
2 Indragiri Hulu 1,36 25,48 0 0,5 14,92 57,13 0,62 100
3 Indragiri Hilir 1,2 8,86 0,3 0,64 77,02 11,07 0,91 100
4 Pelalawan 0,39 25,85 0 6,09 12,31 54,45 0,9 100
5 Siak 1,31 28,84 0,21 0,31 10,85 57,57 0,9 100
6 Kampar 1,06 32,08 0 1,04 1,46 63,37 0,99 100
7 Rokan Hulu 0,63 26,14 0,12 1,14 4,95 65,39 1,64 100
8 Bengkalis 2,79 31,67 0,22 0,37 24,39 40,09 0,46 100
9 Rokan Hilir 0,45 21,15 9,73 0,18 19,49 46,71 2,29 100
10 Kepulauan Meranti 1,27 13,05 0 0,31 78,97 6,41 0 100
11 Kota Pekanbaru 2,14 54,71 0,16 0,76 2,49 39,52 0,23 100
12 Kota Dumai 0,19 43,39 2,08 1,75 8,87 43,34 0,37 100
Provinsi Riau 1,27 30,56 1,14 1,12 18,7 46,32 0,89 100

Sumber: Susenas 2018

 

Selain  jenis  lantai,  indikator  lain  yang  berhubungan  dengan  kualitas tempat   tinggal   adalah   atap   dan   dinding   terluas   yang   digunakan. Berdasarkan data Susenas 2018, mayoritas penduduk Provinsi Riau menggunakan jenis atap terluas  berbahan  seng. Berikut presentase rumah tangga menurut jenis atap:

Tabel 7. Persentase Rumah Tangga menurut Jenis Atap Terluas dan Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Tahun 2018

No Kabupaten/Kota Bahan Bangunan Utama Atap Rumah Terluas
Beton Genteng Asbes Seng Bambu Kayu/Sirap Jerami/Ijuk/Daun/Rumbia Lainnya
1 Kuantan Singingi 1,62 8,00 1,53 88,85 0,00 0,00 0,00 0,00
2 Indragiri Hulu 2,06 4,02 4,63 88,84 0,00 0,00 0,46 0,00
3 Indragiri Hilir 1,67 0,70 2,36 88,18 0,26 0,00 6,39 0,44
4 Pelalawan 2,35 3,62 4,21 89,12 0,00 0,00 0,70 0,00
5 Siak 0,87 2,20 19,56 76,86 0,00 0,00 0,27 0,25
6 Kampar 0,90 6,75 9,6 82,74 0,00 0,00 0,00 0,00
7 Rokan Hulu 1,24 3,99 2,03 92,6 0,00 0,00 0,00 0,13
8 Bengkalis 1,85 1,90 3,07 92,29 0,00 0,00 0,90 0,00
9 Rokan Hilir 0,00 1,66 1,74 96,43 0,17 0,00 0,00 0,00
10 Kepulauan Meranti 1,18 1,05 3,08 85,65 0,11 0,39 8,53 0,00
11 Kota Pekanbaru 4,19 4,25 1,34 89,95 0,14 0,00 0,00 0,00
12 Kota Dumai 3,18 1,22 2,84 91,12 0,16 0,00 0,00 0,12
Provinsi Riau 1,89 3,47 4,51 88,79 0,08 0,01 1,1 1,47

Sumber: Susenas 2018

Selanjutnya   mengenai   persentase   rumah   tangga   berdasarkan   jenis dinding  terluas, dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 8. Persentase  Rumah  Tangga menurut  Jenis  Dinding  Terluas dan Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Tahun 2018

No Kabupaten/Kota Bahan Bangunan Utama Dinding Rumah Terluas Jumlah
Tembok Plasteran Anyaman Bambu/Kawat Kayu, Batang Kayu Bambu, Anyaman Bambu Lainnya
1 Kuantan Singingi 73,77 0,16 26,07 0,00 0,00 100
2 Indragiri Hulu 51,74 5,41 42,85 0,00 0,00 100
3 Indragiri Hilir 15,50 11,32 71,41 0,51 1,26 100
4 Pelalawan 57,33 0,00 42,39 0,16 0,12 100
5 Siak 60,29 0,00 39,13 0,50 0,09 100
6 Kampar 78,75 1,17 19,62 0,13 0,33 100
7 Rokan Hulu 60,33 0,00 39,67 0,00 0,00 100
8 Bengkalis 55,35 0,00 44,37 0,29 0,00 100
9 Rokan Hilir 38,19 0,00 59,89 1,14 0,78 100
10 Kepulauan Meranti 18,13 0,00 81,71 0,00 0,16 100
11 Kota Pekanbaru 87,20 0,27 12,37 0,16 0,00 100
12 Kota Dumai 73,68 0,24 25,72 0,13 0,23 100
Provinsi Riau 59,05 1,79 38,59 0,28 0,28 100

Sumber: Susenas 2018

 

Selain  kualitas  fisik,  fungsi  kenyamanan  rumah  tinggal  juga  ditentukan oleh kelengkapan fasilitas rumah seperti tersedianya sumber air bersih, fasilitas jamban  sendiri,  sanitasi  layak,  dan  sumber  penerangan  listrik. Tersedianya sumber air minum bersih juga merupakan salah satu target yang  ingin  dicapai  melalui  tujuan  pembangunan  berkelanjutan  (Sustainable Development Goals/SDGs). Berikut merupakan data ketersediaan air minum di Provinsi Riau berdasarkan hasil Susenas 2018:

Tabel 9. Persentase  Rumah  Tangga menurut Sumber  Air  Minum   dan Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Tahun 2018

No Kabupaten/Kota Sumber Air Utama yang digunakan Rumah Tangga untuk Minum
Air Kemasan Bermerk Air Isi Ulang Leding Sumur Bor/Pompa Sumur Terlindung Sumur Tak Terlindung Mata Air Terlindung, Mata Air Tak Terlindung Air Permukaan Air Hujan Lainnya
1 Kuantan Singingi 0,13 25,17 0,37 16,13 44,87 9,59 0,46 0,15 0,71 2,42
2 Indragiri Hulu 0,27 47,36 5 12,74 15,74 15,00 0,12 0,44 2,04 1,19
3 Indragiri Hilir 0,53 17,06 0,7 0,48 2,70 1,00 0,45 0,00 0,27 76,82
4 Pelalawan 0,00 59,90 0 19,39 8,95 5,97 0,34 0,29 0,13 4,21
5 Siak 1,92 68,30 0 11,53 6,74 1,27 0,00 0,00 0,00 10,24
6 Kampar 0,51 36,58 0,49 27,14 16,59 5,36 11,29 0,74 0,85 0,44
7 Rokan Hulu 0,34 37,83 0,66 16,64 39,30 2,84 1,50 0,25 0,24 0,39
8 Bengkalis 1,73 50,96 0,36 6,93 5,13 2,41 0,00 0,00 0,00 32,33
9 Rokan Hilir 1,16 39,37 0,03 12,37 12,30 4,43 0,00 0,00 0,36 29,98
10 Kepulauan Meranti 6,37 3,01 0 0 0,62 6,93 0,00 0,00 0,00 83,07
11 Kota Pekanbaru 4,56 74,18 0 17,65 2,92 0,49 0,00 0,18 0,00 0,00
12 Kota Dumai 1,39 78,61 0,3 10,36 4,47 1,31 0,00 0,00 0,00 3,55
Provinsi Riau 1,57 47,36 0,58 13,96 12,74 3,93 1,61 0,20 0,36 17,60

Sumber: Susenas 2018

Selain  air  bersih,  salah  satu  kebutuhan  penting  dalam  tempat  tinggal adalah  tersedianya  fasilitas  sanitasi  seperti  fasilitas  buang  air  besar (jamban). Rumah  tangga  cenderung  akan  memilih  tempat  tinggal  yang  memiliki  jamban sendiri  karena  lebih  terjaga  kebersihannya.  Memiliki  fasilitas  jamban  sendiri dalam  rumah  tempat  tinggal  merefleksikan  perspektif  kesejahteraan  maupun kelestarian  lingkungan yang   lebih  baik.   Adapun   jika   menggunakan   jamban umum   atau   tidak   menggunakan   jamban,   maka   dapat   berimplikasi   pada kelestarian  lingkungan.  Semakin  banyak  masyarakat  membuang  air  besar  di sungai  atau  kebun,  maka  akan  semakin  besar  dampaknya  terhadap  sanitasi lingkungan.

Tabel 10. Persentase   Rumah   Tangga menurut Fasilitas Jamban dan Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Tahun 2018

No Kabupaten/Kota Fasilitas Tempat Buang Air Besar Total
Sendiri Bersama Umum Digunakan Tidak Ada
1 Kuantan Singingi 80,34 4,53 1,17 0,12 13,84 100
2 Indragiri Hulu 88,15 2,87 1,26 0,00 7,72 100
3 Indragiri Hilir 77,82 5,35 1,31 0,31 15,21 100
4 Pelalawan 91,38 2,51 1,5 0,21 4,40 100
5 Siak 94,59 2,38 1,19 0,11 1,73 100
6 Kampar 90,65 2,18 0,29 0,21 6,67 100
7 Rokan Hulu 88,09 2,10 0,83 0,00 8,98 100
8 Bengkalis 92,97 3,11 0,35 0,18 3,39 100
9 Rokan Hilir 94,39 3,07 0,47 0,00 2,07 100
10 Kepulauan Meranti 90,63 2,29 0,29 0,00 6,78 100
11 Kota Pekanbaru 93,39 5,77 0,5 0,00 0,34 100
12 Kota Dumai 95,98 2,86 0,36 0,00 0,81 100
Provinsi Riau 89,9 3,53 0,77 0,10 5,7 100

Sumber: Susenas 2018

Fasilitas perumahan  lainnya  yang  cukup  penting  adalah  penerangan. Sumber  penerangan  yang  ideal  berasal  dari  listrik  (PLN  dan  bukan  PLN)  karena cahaya listrik lebih terang dibandingkan sumber penerangan lainnya. Berikut merupakan data rumah tangga menurut sumber penerangan dan daerah tempat tinggal di Provinsi Riau tahun 2018:

Tabel 11. Persentase  Rumah  Tangga menurut  Sumber  Penerangan dan Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Tahun 2018

No Kabupaten/Kota Sumber Penerangan Utama Total
Listrik PLN dengan Meteran Listrik PLN tanpa Meteran Listrik Non PLN Bukan Listrik
1 Kuantan Singingi 86,18 9,88 2,19 1,75 100
2 Indragiri Hulu 83,07 8,64 6,77 1,51 100
3 Indragiri Hilir 61,84 7,84 20,55 9,76 100
4 Pelalawan 75,06 6,94 15,18 2,20 100
5 Siak 83,90 6,21 8,33 1,55 100
6 Kampar 90,84 4,21 4,28 0,67 100
7 Rokan Hulu 76,17 7,28 14,97 1,58 100
8 Bengkalis 89,34 6,67 2,33 1,66 100
9 Rokan Hilir 79,20 11,06 6,56 3,18 100
10 Kepulauan Meranti 69,83 10,06 10,08 10,03 100
11 Kota Pekanbaru 96,23 3,53 0,05 0,19 100
12 Kota Dumai 96,99 2,22 0,33 0,46 100
Provinsi Riau 83,3 6,62 7,57 2,51 100

Sumber: Susenas 2018

Jika  dilihat  dari keseluruhan penggunaan penerangan utama di Provinsi Riau, sudah sebesar 83,30 % masyarakat Provinsi Riau menggunakan sumber penerangan utama dari listrik PLN dengan meteran. Serta masih terdapat masyarakat Provinsi Riau untuk memenuhi sumber utama penerangan bukan menggunakan sumber dari listrik, yaitu sebesar 2,51%.

 

Sumber:

dataerlth.perumahan.pu.go.id diakses pada 28 Juni 2019, pukul 08.30 WIB

Riau.bps.go.id

Badan Pusat Statistik (2019). Indikator Kesejahteraan Rakyat 2018. Riau