Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di pulau Timor Provinsi NTT. Secara astronomis Kabupaten Timor Tengah Utara terletak antara 90 02’ 48” LS – 90 37’ 36” LS dan antara 1240 04’ 02” BT-1240 46’ 00” BT. Batas-batas wilayah administratif adalah sebagai berikut :

  • Sebelah Selatan dengan wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan
  • Sebelah Utara dengan wilayah Ambenu (Timor Leste) dan Laut Sawu.
  • Sebelah Barat dengan wilayah Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan
  • Sebelah Timur dengan wilayah Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka.

Luas wilayah daratan Kabupaten Timor Tengah Utara adalah seluas 2669,70 km2 dengan pulau Timor sebagai pulau terluas (14.732,35 km2). Wilayah administrasi di Kabupaten Timor Tengah Utara tahun 2020 terbagi atas 24 kecamatan yang terdiri dari 182 desa dan 11 kelurahan. Wilayah terluas adalah Kecamatan Insana dengan luas 333,08 km2 (12,48%) dan Kecamatan Biboki Anleu dengan luas 206,40 km2 (7,73%). Wilayah terkecil adalah Kota Bikomi Selatan dengan luas 48,68 km2 (1,82%).

 

Luas dan Tinggi Wilayah

Gambaran umum 24 kecamatan yang berada di Kabupaten Timor Tengah Utara dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

 

Tabel 1

Ibukota Kecamatan, Luas, dan Ketinggian di Kabupaten Timur Tengah Utara Per Kecamatan

Kecamatan Ibukota Kecamatan Luas Wilayah Persentase Luas Wilayah Ketinggian
Miomaffo Barat Eban 199,63 7,48% 1.068,00
Miomaffo Tengah Bijaepasu 75,00 2,81% 445,00
Musi Oelolo 82,17 3,08% 325,00
Mutis Naekake A 90,50 3,39% 790,00
Miomaffo Timur Nunpepe 101,45 3,80% 796,00
Noemuti Fatumuti 155,60 5,83% 349,00
Bikomi Selatan Tublopo 48,68 1,82% 365,00
Bikomi Tengah Oenenu Utara 61,50 2,30% 436,00
Bikomi Nilulat Sunkaen 82,00 3,07% 550,00
Bikomi Utara Napan 70,70 2,65% 522,00
Naibenu Bakitolas 88,00 3,30% 485,00
Noemuti Timur Haekto 55,77 2,09% 215,00
Kota Kefamenanu Sasi 74,00 2,77% 417,00
Insana Oelolok 333,08 12,48% 1.002,00
Insana Utara Wini 53,84 2,02% 16,00
Insana Barat Mamsena 102,00 3,82% 332,00
Insana Tengah Maubesi 124,00 4,64% 402,00
Insana Fafinesu Fafinesu C 52,88 1,98% 597,00
Biboki Selatan Manufui 164,17 6,15% 423,00
Biboki Tanpah Oenopu 99,15 3,71% 485,00
Biboki Moenleu Oepuah Selatan 85,78 3,21% 25,00
Biboki Utara Lurasik 138,70 5,20% 366,00
Biboki Anleu Ponu 206,40 7,73% 22,00
Biboki Feotleu Makun 124,70 4,67% 493,00
Timor Tengah Utara 2.669,70 100%  

Sumber: Badan Pusat Statistik dalam angka, 2021 (diolah)

 

 

 

 

 

 

Adapun jarak antar kecamatan terhadap Ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara (Kota Kefamenanu) dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

 

Gambar 1

Jarak Antar Kecamatan terhadap Ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara Tahun 2020
Sumber: Badan Pusat Statistik dalam angka, 2021. (Diolah)

 

Kondisi Fisik

  • Topografi

Secara umum, wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara berada antara 0 – 500 meter di atas permukaan laut, dengan rincian sebagai berikut:

  • 0-25 m : 6.519,69 Ha (2,44%)
  • 26-100 m : 11.186,00 Ha (4,18%)
  • 101-500 m : 149.944,935 Ha (56,16%)
  • 501-1000 m: 88.908,875 Ha (33,30%)
  • > 1000 m : 10.410,500 Ha (3,89%)

 

  • Geologi dan Morfologi

Dari kandungan tanah atau potensi tanah, Kabupaten Timor Tengah Utara memiliki 3 jenis tanah yang membentuk muka bumi wilayah ini antara lain tiga jenis tanah yaitu litosal, tanah kompleks dan grumosal. Tanah litosal meliputi areal seluas 1,666,96 km2 atau 62,4 %; tanah kompleks seluas 479,48 km2 atau 18,0 % dan tanah grumosal 522,26 km2 atau 19,6 % dari luas wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara. Komposisi kedalaman efektif tanah Kabupaten Timor Tengah Utara memperlihatkan tanah dengan kedalaman efektif kurang dari 30 cm seluas 35.316 Ha (13,2%); kedalaman 30-60 cm seluas 73.201 Ha (27,4 %); 60-90 cm seluas 16.354 Ha (6,1 %) dan kedalaman efektif di atas 90 cm dengan luas 142.099 Ha (53,2%).

Kemampuan dan daya tahan tanah yang rawan erosi seluas 105.226 Ha (39,4 %), dan sisanya 161.744 Ha (60,6 %) merupakan tanah dengan struktur yang relatif stabil. Secara parsial tanah labil yang rawan erosi terdapat pada tiga wilayah kecamatan yakni Miomaffo barat 37.921 Ha, Biboki Selatan 28.538 Ha, dan Biboki Utara 28.538 Ha.

 

  • Klimatologi

Sesuai dengan klasifikasi iklim oleh Schmidt dan Ferguson Kabupaten Timor Tengah Utara termasuk wilayah iklim tipe D (iklim semi arid) dengan koefisien 2 sebesar 71,43 % atau beriklim tropis dengan dua musim yaitu musim kemarau dan hujan. Curah hujan total Kabupaten Timor Tengah Utara adalah 1.363,83 mm dengan total hari hujan sebanyak 71 hari. Wilayah di Kabupaten Timor Tengah Utara memiliki suhu yang bervariasi namun secara umum daerah Kabupaten Timor Tengah Utara tergolong panas.

 

  • Kerawanan Bencana

Berdasarkan data BPS, bencana alam yang tercatat dalam kurun waktu 2018-2020 adalah banjir, gempa bumi, tanah longsor, dan kekeringan. Perincian daerah rawan bencana adalah sebagai berikut.

Tabel 2

                                    Daerah Potensi Rawan Bencana di Kabupaten Timur Tengah Utara               

No Jenis Bencana Lokasi/Kecamatan Keterangan
1 Gempa bumi Miomaffo Timur, Bikomi Utara, Bikomi Selatan, Bikomi Nilulat, Naibenu, Insana Utara, Biboki Monleu, Biboki Anleu, Biboki Utara, Biboki Feotleu, Biboki Selatan, Biboki Tanpah, Insana, Insana Barat, Insana Tengah, Insana Fafinesu, Kota Kefamenanu, Noemuti, Noemuti Timur, Miomaffo Tengah, Musi, Miomaffo Barat, Mutis, Bikomi Tengah Gempa bumi yang terjadi pada skala kecil
2 Tsunami Pantura: Insana Utara, Biboki Moenleu, Biboki Anleu  
3 Gerakan tanah Miomaffo Timur, Bikomi Utara, Bikomi Selatan, Bikomi Nilulat, Naibenu, Insana Utara, Biboki Moenleu, Biboki Anleu, Biboki Utara, Biboki Feotleu, Biboki Selatan, Biboki Tanpah, Insana, Insana Barat, Insana Tengah, Insana Fafinesu, Kota Kefamenanu, Noemuti, Noemuti Timur, Miomaffo Tengah, Musi, Miomaffo Barat, Mutis, Bikomi Tengah Apabila curah hujan tinggi, maka potensi terjadinya gerakan tanah/longsoran tanah sangat besar. Gerakan tanah menyebabkan kerusakan permukiman penduduk serta lahan pertanian
4 Banjir Noemuti, Noemuti Timur, Bikomi Selatan, Biboki Monleu, Biboki Anleu, Insana Utara, Insana, Mutis, Kota Kefamenanu Banjir yang terjadi merusak lahan pertanian (sawah) dan permukiman warga
5 Kekeringan Miomaffo Timur, Bikomi Utara, Bikomi Selatan, Bikomi Nilulat, Naibenu, Insana Utara, Biboki Monleu, Biboki Anleu, Biboki Utara, Biboki Feotleu, Biboki Selatan, Biboki Tanpah, Insana, Insana Barat, Insana Tengah, Insana Fafinesu, Kota Kefamenanu, Noemuti, Noemuti Timur Sering terjadi kekeringan setiap tahun yang menyebabkan kegagalan panen
6 Kebakaran gedung dan permukiman Miomaffo Timur, Bikomi Utara, Bikomi Selatan, Bikomi Nilulat, Naibenu, Insana Utara, Biboki Monleu, Biboki Anleu, Biboki Utara, Biboki Feotleu, Biboki Selatan, Biboki Tanpah, Insana, Insana Barat, Insana Tengah, Insana Fafinesu, Kota Kefamenanu, Noemuti, Noemuti Timur, Miomaffo Tengah, Musi, Miomaffo Barat, Mutis Kebakaran disebabkan oleh kelalaian manusia
7 Epidemi dan wabah penyakit Miomaffo Timur, Bikomi Utara, Bikomi Selatan, Bikomi Nilulat, Naibenu, Insana Utara, Biboki Monleu, Biboki Anleu, Biboki Utara, Biboki Feotleu, Biboki Selatan, Biboki Tanpah, Insana, Insana Barat, Insana Tengah, Insana Fafinesu, Kota Kefamenanu, Noemuti, Noemuti Timur, Miomaffo Tengah, Musi, Miomaffo Barat, Mutis Terjadi pada perubahan musim panas dan musim hujan. Mengkonsumsi air minum yang tidak sehat pada saat perubahan musim
8 Bencana siklon tropis seroja 2021 Kota Kefamenanu (6 kelurahan), Miomaffo Timur (5 desa), Bikomi Tengah (1 desa), Naibenu (3 desa), Insana Utara (2 desa), Biboki Utara (3 desa), Insana (1 desa), Insana Tengah (2 desa), Insana Fafinesu (1 desa), Biboki Monleu (2 desa), Miomaffo Barat (3 desa), Miomaffo Tengah (1 desa), Noemuti (1 desa), Bikomi Utara (1 desa), Bikomi Selatan (3 desa/kelurahan), Biboki Tanpah (4 desa), Biboki Feotleu (2 desa), Musi (3 desa), Biboki Selatan (1 desa), Bikomi Nilulat (1 desa), Mutis (1 desa)  

Sumber: KLHS RPJMD TTU, 2017; BPBD Kab. TTU, 2021 (Diolah)

 

Tabel 3

 Luas Risiko Bencana di Kabupaten Timur Tengah Utara Per Kecamatan 2018-2019

Kecamatan Lingkungan Terpapar (Ha)
Banjir Tanah Longsor Kekeringan
Miomaffo Barat 7.141
Miomaffo Tengah 81 81 3.714
Musi 1.536
Mutis 15.635
Miomaffo Timur 16 16 5.479
Noemuti 5 5 7.196
Bikomi Selatan 43 43 6.165
Bikomi Tengah 1 1 2.050
Bikomi Nilulat 2.372
Bikomi Utara 3.020
Naibenu 6 6 7.825
Noemuti Timur 2.373
Kota Kefamenanu 1.228 1.228 1.602
Insana 1.278 1.278 14.037
Insana Utara 1.310 1.310 9.239
Insana Barat 1.362 1.362 4092
Insana Tengah 443 443 7.851
Insana Fafinesu 5.067
Biboki Selatan 132 132 9.762
Biboki Tanpah 1.039 1.039 2.786
Biboki Moenleu 1.076 1.076 8.076
Biboki Utara 2.319 2.319 1.840
Biboki Anleu 1.970 1.970 17.468
Biboki Feotleu 2 2 9.919
Total 12.311 12.311 156.245

Sumber: http://inarisk.bnpb.go.id/

 

Demografi

  • Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk di Kabupaten Timor Tengah Utara pada tahun 2020 adalah sebanyak 259.829 Jiwa dengan RJK (Rasio Jenis Kelamin) sebesar 100,53. Jumlah penduduk tersebut mengalami penurunan sebesar 5,91% dari tahun 2019. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2010-2020 adalah sebesar 1,24 %. Kabupaten Timor Tengah Utara memiliki kepadatan penduduk rendah yaitu 97 jiwa/Km2.

 

  • Jumlah Rumah Tangga

Jumlah rumah tangga per kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Utara pada tahun 2020 adalah sebanyak 71.348 KK. Jumlah KK terbanyak terdapat di Kecamatan Kota Kefamenanu (12.693 KK), sedangkan jumlah paling sedikit terdapat di Kecamatan Biboki Feotleu (1.051 KK).

 

Tabel 4

 Jumlah Rumah Tangga Per Kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Utara, 2020

Kecamatan Jumlah KK
Miomaffo Barat 4.475
Miomaffo Tengah 1.743
Musi 1.409
Mutis 1.869
Miomaffo Timur 3.548
Noemuti 3.689
Bikomi Selatan 3.121
Bikomi Tengah 2.168
Bikomi Nilulat 1.344
Bikomi Utara 1.777
Naibenu 1.419
Noemuti Timur 1.243
Kota Kefamenanu 12.693
Insana 5.736
Insana Utara 2.686
Insana Barat 3.035
Insana Tengah 2.988
Insana Fafinesu 1.696
Biboki Selatan 2.686
Biboki Tanpah 1.581
Biboki Moenleu 1.959
Biboki Utara 2.929
Biboki Anleu 4.503
Biboki Feotleu 1.051
Total 71.348

Sumber: Dinas Dukcapil, 2021

 

  • Piramida Penduduk

Penduduk di Kabupaten Timor Tengah Utara saat ini didominasi oleh penduduk yang berusia produktif (penduduk berusia 15-64 tahun) yaitu 67,77%. Jika dilihat dari piramida penduduk yang ada pada gambar dibawah, piramida tersebut tergolong piramida ekspansif (muda). Artinya sebagian besar penduduk berusia muda, sedangkan penduduk usia lanjutnya sedikit. Sehingga diperlukan lapangan pekerjaan yang cukup untuk memenuhi jumlah angkatan kerja yang ada.

Tabel 5

 Jumlah Penduduk Berdasar Kelompok Umur 2021

No Kelompok Umur Jumlah
n %
1 0-4 12.635 4,73%
2 5-9 26.205 9,82%
3 10-14 28.638 10,73%
4 15-19 30.586 11,46%
5 20-24 25.329 9,49%
6 25-29 20.820 7,80%
7 30-34 18.815 7,05%
8 35-39 18.547 6,95%
9 40-44 16.383 6,14%
10 45-49 14.492 5,43%
11 50-54 13.378 5,01%
12 55-59 12.359 4,63%
13 60-64 10.179 3,81%
14 65-69 6.387 2,39%
15 70-74 5.026 1,88%
16 >=75 7.160 2,68%
Jumlah 266.939 100,00

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten TTU Tahun 2021 (Diolah)

 

  • Proyeksi Penduduk

Berdasarkan proyeksi penduduk yang telah dilakukan, pada tahun 2041 penduduk Kabupaten Timor Tengah Utara meningkat dari 25.829 jiwa (tahun 2020) menjadi 336.267 jiwa. Proyeksi tersebut dihitung dengan menggunakan rumus geometri seperti berikut:

Dengan: Pn = Proyeksi penduduk tahun tertentu

Po = Penduduk awal tahun

1  = konstanta

r   = angka pertumbuhan penduduk

n  = rentang tahun

Proyeksi tersebut menggunakan data jumlah penduduk dari tahun 2010 hingga 2020. Jumlah penduduk Kabupaten Timor Tengah Utara pada tahun 2010 adalah 229.803 jiwa dan laju pertumbuhan penduduk 2010-2020 adalah 1,24%. Sehingga didapatkan hasil proyeksi seperti pada tabel berikut:

 

Tabel 6

Proyeksi Penduduk di Kabupaten Timor Tengah Utara

Tahun 2010 2015 2020 2021 2025 2030 2035 2041
Jumlah Penduduk (jiwa) 229.803 246.685 259.829 263.039 276.283 293.778 312.382 336.267

Sumber: Badan Pusat Statistik dalam angka (diolah), 2021

  • Kemiskinan

Gambaran kemiskinan di Kabupaten Timor Tengah Utara selama tahun 2013-2020 dapat dilihat pada grafik. Jumlah penduduk miskin mengalami perkembangan fluktuatif hingga pada tahun 2020 mencapai 386.990 jiwa (22,28% dari keseluruhan).

Gambar 2

Jumlah Penduduk dan Garis Kemiskinan di Kabupaten Timor Tengah Utara
Sumber: BPS Kabupaten Dalam Angka, 2021. (Diolah)

 

Adapun perkembangan secara fluktuatif juga terlihat pada indeks kedalaman kemiskinan dan keparahan kemiskinan yang pada tahun 2020 mencapai angka 3,75 untuk indeks kedalaman kemiskinan (lebih rendah dari rerata Prov. NTT sebesar 4,15) dan 0,90 untuk Indeks Keparahan Kemiskinan (lebih rendah dari rerata Prov. NTT sebesar 1,24).

Gambar 3

Indeks Keparahan dan Kedalaman Kemiskinan di Kabupaten Timor Tengah Utara
Sumber: BPS Kabupaten Dalam Angka, 2021. (Diolah)

 

 

Perumahan dan Kawasan Permukiman

  • Tipologi dan Jumlah Bangunan

Jumlah rumah di Kabupaten Timor Tengah Utara pada tahun 2017 adalah sebanyak 57.572 unit, yang terdiri dari 30.046 rumah layak huni dan 27.526 rumah tidak layak huni. Melalui program rumah layak huni terbangun, jumlah rumah layak huni pada tahun 2020 meningkat menjadi 34.065 unit, sedangkan rumah tidak layak huni berkurang menjadi 23.507 unit (Dinas PKP dan Pertanahan Kab. Timor Tengah Utara, 2020).

Pada umumnya tipologi perumahan dan kawasan permukiman di Kabupaten Timor Tengah Utara berada pada 3 (tiga) tipologi yaitu: dataran, pegunungan/ perbukitan, dan linear/sepanjang jalan. Tipe permukiman di Kabupaten Timor Tengah Utara diantaranya adalah permukiman penduduk Perkotaan Kefamenanu, Perumahan Developer, Perumahan BTN, Rusunawa BTN, Permukiman Perbatasan Negara (Napan dan WIni), dan Permukiman Transmigrasi.

Desa Napan di Kecamatan Bikomi Utara merupakan salah satu desa yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste. Permukiman di kawasan perbatasan ini umumnya berada di area perbukitan dengan pola sebaran permukiman sepanjang jalan dan menyebar. Permukiman lainnya yang berada pada topografi perbukitan seperti di permukiman kumuh Papin Kelurahan Tubuhe Kecamatan Kota Kefamenanu. Adapun permukiman yang berada di kawasan dataran dan pesisir dapat ditemukan di kawasan perbatasan Wini Kecamatan Insana Utara, permukiman transmigrasi Ponu di Kecamatan Biboki Anleu.

Terkait budaya bermukim masyarakat, permukiman Perkotaan Kefamenanu tidak memiliki budaya bermukim yang khas. Di Kecamatan Bikomi Utara, budaya bermukim yang khas adalah menghuni dekat kebun dan ada juga yang mendekati sumber air (sungai dan mata air), seperti di kampung lama (Desa Tes). Di Kecamatan Biboki Anleu, budaya bermukim penduduknya pada umumnya berada di pinggiran sungai, pantai, dan jaringan irigasi (Dusun 1, RT 1 dan RT 2, Kelurahan Ponu).

Adapun kawasan transmigrasi di Kabupaten Timor Tengah Utara ditetapkan di kawasan Ponu (35.814,17 ha), mencakup 90 desa di Kecamatan Insana Utara, Naibenu, Biboki Anleu, Biboki Moenleu, Insana Tengah, Biboki Feotleu, dan Kakuluk Mesak (KemenPDTT No 91/2016).

 

 

  • Status Penguasaan Bangunan

Status penguasaan bangunan merupakan salah satu indikator kesejahteraan penduduk bagian perumahan. Semakin banyak penduduk yang mempunyai rumah sendiri maka semakin banyak juga masyarakat yang tergolong mapan dan sejahtera terutama memenuhi kebutuhan hidupnya. Berdasarkan data pada buku statistik kesejahteraan Nusa Tenggara Timur tahun 2020, persentase kepemilikan bangunan tertinggi di Kabupaten Timor Tengah Utara adalah milik sendiri yaitu sebesar 86,82%. Berikut merupakan tabel persentase status penguasaan bangunan tahun 2018-2020 di Kabupaten TTU:

Tabel 7

 Persentase Status Penguasaan Bangunan

Status Penguasaan Bangunan Persentase (%)
2018 2019 2020
Milik Sendiri 92,71 87,93 86,82
Kontrak/Sewa 2,49 8,33 0
Bebas Sewa 3,83 3,26 3,9
Dinas/lainnya 0,97 0,48 6,9

Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

 

  • Luas Lantai Bangunan Setiap Rumah

Luas lantai bangunan merupakan indikator lain yang menunjukkan kesejahteraan penduduk. Idealnya, sebuah keluarga harus menempati rumah dengan luas lantai minimal 8 kali jumlah anggota keluarganya. Di Kabupaten Timor Tengah Utara, luas lantai yang mendominasi adalah 50-99 m2 yaitu 49,84%. Akan tetapi masih terdapat 2,84% bangunan yang memiliki luas lantai dibawah 20 m2. Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan luas lantai di Kabupaten Timor Tengah Utara tahun 2018-2020:

Tabel 8

 Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Luas Lantai

Luas lantai (m²) Persentase (%)
2018 2019 2020
<19 2,47 5,64 2,84
20-49 31,81 35,04 37,81
50-99 56,32 51,71 49,84
100-149 6,33 6,33 7,1
150+ 3,08 1,28 2,42

Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

  • Jumlah Bangunan Berdasarkan Luas Perkapita

Luas Perkapita merupakan salah satu kriteria rumah layak huni. Berdasarkan publikasi BPS, luas perkapita minimal agar sebuah rumah dikatakan layak huni adalah ≥ 7,2 m2. Di Kabupaten Timor Tengah Utara, luas perkapita yang mendominasi adalah ≥ 10 m2 yaitu 68,54%. Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan luas perkapita di Kabupaten Timor Tengah Utara pada tahun 2018-2020:

Tabel 9

Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Luas Perkapita

Luas Perkapita (m²) Persentase (%)
2018 2019 2020
7,2 m² 11,9 8,93 15,16
7,3 – 9,9 m² 16,57 23,21 16,3
≥ 10 m² 71,53 67,86 68,54

Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

 

  • Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Atap Terluas

Bangunan berdasarkan atap terluas adalah klasifikasi bangunan berdasarkan penutup bagian atas sebuah bangunan, sehingga anggota rumah tangga yang berada di rumah tersebut dapat terlindung dari terik matahari, hujan dan sebagainya. Pada Kabupaten Timor Tengah Utara, sebanyak 92,37% menggunakan seng sebagai atap. Berikut merupakan persentase bangunan berdasarkan jenis atap terluas di Kabupaten Timor Tengah Utara tahun 2018-2020:

Tabel 10

 Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Jenis Atap Terluas

Jenis Atap Persentase (%)
2018 2019 2020
Beton/Genteng/Asbes 1,13 0,11 1,08
Seng 89,53 89,12 92,37
Bambu/Kayu/Sirap N/A 1,3 0,07
Jerami/Ijuk/ Daun/Rumbia/Lainnya 9,35 9,47 6,48

Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

 

  • Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Dinding Terluas

Bangunan berdasarkan dinding terluas adalah klasifikasi bangunan berdasarkan sisi luar/batas/penyekat dari suatu bangunan dengan bangunan lain. Pada Kabupaten Timor Tengah Utara, sebanyak 55,71% rumah menggunakan batang kayu/bambu/lainnya sebagai dinding bangunan. Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan dinding terluas di Kabupaten Timor Tengah Utara pada tahun 2018-2020:

Tabel 11

 Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Jenis Dinding Terluas

Jenis Dinding Persentase (%)
2018 2019 2020
Tembok/ Plasteran Anyaman Bambu/Kawat 41,02 40,06 42,85
Kayu/papan 0,32 0,09 1,44
Anyaman bambu 1,58 n.a 0
Batang Kayu/ Bambu/Lainnya 57,07 59,85 55,71

Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

 

  • Jumlah Bangunan Berdasarkan Jenis Lantai Terluas

Bangunan berdasarkan jenis lantai terluas adalah klasifikasi bangunan berdasarkan bagian bawah/dasar/alas suatu ruangan, baik terbuat dari marmer, keramik, granit, tegel/teraso, semen, kayu, tanah dan lainnya seperti bambu. Pada Kabupaten Timor Tengah Utara, kebanyakan bangunan menggunakan semen/bata merah sebagai lantai yaitu 45,58% dari total bangunan. Berikut merupakan tabel persentase jumlah bangunan berdasarkan jenis lantai terluas di Kabupaten Timor Tengah Utara pada tahun 2018-2020:

Tabel 12

 Persentase Jumlah Bangunan berdasarkan Jenis Lantai Terluas

Jenis Lantai Persentase (%)
2018 2019 2020
Marmer/Granit/Keramik/ Parket/Vinil/ Karpet 15,68 17,02 17,36
Ubin/tegel/teraso 0,79 0,51 0,28
Kayu/papan N/A N/A N/A
Semen/bata merah 49,59 46,53 45,58
Bambu/Tanah/ Lainnya 33,94 35,93 36,78

Sumber: Buku Statistik Kesejahteraan Prov NTT 2018-2021

 

  • Backlog Perumahan

Jumlah rumah tangga yang tidak memiliki rumah (backlog) pada tahun 2018 sebanyak 5.115 KK (Dinas PKP dan Pertanahan Kab. TTU, 2020).

 

 

 

  • Rumah Tidak Layak Huni

Total jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Timor Tengah Utara yang perlu ditangani sebanyak 25.198 unit pada tahun 2021. Kecamatan dengan jumlah RTLH terbanyak adalah Kecamatan Insana (2.511 unit), sedangkan jumlah RTLH paling sedikit terdapat di Kecamatan Noemuti Timur (548 unit).

Di kawasan Kota Terpadu Mandiri Desa Ponu Kecamatan Biboki Anleu, jumlah RTLH adalah sebanyak 490 unit dengan kategori rumah permanen sebanyak 20 unit, rumah semi permanen 160 unit, dan rumah darurat sebanyak 310 unit. Kondisi rumah tidak layak huni menggunakan atap seng/alang-alang yang sudah bocor, dinding bebak, berlantai tanah, dan kondisi sanitasi yang bervariasi, rata-rata memakai jamban cemplung.

 

Tabel 13

 Tabel Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Timor Tengah Utara, 2021

Kecamatan RTLH (unit)
Miomaffo Barat 1.567
Miomaffo Tengah 926
Musi 815
Mutis 1.042
Miomaffo Timur 939
Noemuti 912
Bikomi Selatan 1.170
Bikomi Tengah 1.225
Bikomi Nilulat 678
Bikomi Utara 731
Naibenu 558
Noemuti Timur 548
Kota Kefamenanu 1.697
Insana 2.511
Insana Utara 574
Insana Barat 795
Insana Tengah 1.073
Insana Fafinesu 705
Biboki Selatan 1.211
Biboki Tanpah 859
Biboki Moenleu 931
Biboki Utara 1.237
Biboki Anleu 1.907
Biboki Feotleu 587
Total 25.198

Sumber: Dinas PKP dan Pertanahan Kabupaten TTU, 2021

 

Penanganan RTLH dengan penyediaan rumah layak huni terbangun di Kabupaten Timor Tengah Utara meliputi program Berarti, DAK, BSPS, BSPSP, dana desa, program rehabilitasi sosial, dan bantuan Bank NTT. Adapun target capaian masing-masing program setiap tahunnya adalah sebagai berikut.

Tabel 14

Target Capaian Program Rumah Layak Huni Terbangun di Kabupaten Timor Tengah Utara

No Program Tahun
2017 2018 2019 2020 Jumlah
1 BERARTI 59 602 3.364 4.025
2 DAK 169 138 321 628
3 BSPS 226 378 180 350 1.134
4 BSPSP 40 19 59
5 Dana Desa 17 385 402
6 Program Rehabilitasi Sosial 130 150 280
7 Bantuan Bank NTT 11 11
  Total 226 663 1.465 4.185 6.539

Sumber: Dinas PKP dan Pertanahan Kabupaten TTU, 2020

 

  • Kawasan Permukiman Kumuh

Permukiman kumuh adalah permukiman yang tidak layak huni yang ditandai dengan ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat (UU No.1 Tahun 2011 tentang PKP). Berdasarkan SK Bupati Timor Tengah Utara nomor 687/KEP/HK/XII/2020, luas kawasan permukiman kumuh di Kabupaten Timor Tengah Utara adalah seluas 32,79 Ha. Persebarannya adalah sebagai berikut:

Tabel 15

 Lokasi Permukiman Kumuh Di Kabupaten Timor Tengah Utara

Lokasi Luas (Ha) Kelurahan Kecamatan
Kawasan Sasi 7,73 Sasi Kota Kefamenanu
Kawasan Kilo 4 3,93 Maubeli
Kawasan Terminal 3,32 Kefa Selatan
Kawasan Bijaenapa 1,13 Benpasi
Kawasan Papin 4,16 Tubuhue
BGR 6,57
Kawasan Tanah Putih 2,29 Kefa Tengah
Kawasan Hoeana 1,46 Kefa Utara
Kawasan Maumolo 0,97 Bansone
Kawasan Kampung Baru 1,58 Aplasi
Kawasan Nefomasi 1,38

 Sumber: SK Bupati Timor Tengah Utara nomor 687/KEP/HK/XII/2020

 

  • Kampung Adat

Rumah adat atau tradisional yang merupakan warisan budaya di Kabupaten Timor Tengah Utara diantaranya sebagai berikut:

  1. Desa Adat Tamkesi (Ds. Tautpah Kec. Biboki Selatan)
  2. Rumah adat Haumeni (Kampung Adat) Desa Napan Kecamatan Bikomi Utara. Kondisi rumah-rumahnya relatif baik dan terawat, rata-rata dilakukan rehabilitasi setiap 3 tahun sekali.
  3. Rumah tradisional Anunu (Desa Napan Kec. Bikomi Utara) yang menggunakan bahan baku lokal.
  4. Keberadaan rumah tradisional Suku Amnain (Kp. Sikun) Kecamatan Biboki Anleu dengan kondisi infrastruktur parah. Kampung ini memiliki potensi pertanian dan peternakan. Dalam hal ini perlu diperhatikan untuk penataan rumah tradisional beserta infrastrukturnya.

Kampung adat dengan potensi daya tarik wisata terdapat di Kecamatan Miomaffo Barat, Kota Kefamenanu, Miomaffo Timur, Insana, Biboki Selatan.

 

Tabel 16

 Persebaran Rumah dan Kampung Adat dengan Potensi Wisata di

Kabupaten Timor Tengah Utara, 2019

No Kecamatan Nama Obyek Desa/ Kelurahan
I Miomaffo Barat 1.      Rumah Adat Mumi Tola, Naekeke B  
II Kota Kefamenanu 2.      Rumah Adat Maslete  
III Miomaffo Timur 3.      Rumah Adat Nilulat Desa Nilulat
IV Insana 4.      Sonaf Maubesi (Rumah Adat Usnifit) Nunmafo/Kiupasan
5.      Sonaf Oelolok (Rumah Adat Taolin) Oeluluk/Alniut
V Biboki Selatan 6.      Tamkesi (Perkampungan megalitik/ tradisional) Desa Tautpah

Sumber: Disparekraf Buku Database Kepariwisataan, 2019

Prasarana dan Sarana Umum

  • Prasarana Jalan

Prasarana jalan di Kabupaten Timor Tengah Utara berdasarkan data BPS bahwa panjang ruas jalan Kabupaten Timor Tengah Utara adalah 1.048,40 km dimana 80,97% nya merupakan jalan kabupaten. Sebagian besar jalan sudah menggunakan aspal namun masih terdapat jalan kerikil, tanah, dan lainnya sebesar 57,98%. Jika ditinjau dari kondisi jalannya, terdapat 55,51% jalan yang masuk kategori rusak-rusak berat. Rincian kondisi, jenis, dan tingkat kewenangan jalan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 17

Tingkat Kewenangan, Kondisi, dan Jenis Jalan di Kabupaten Timor Tengah Utara

No. Jenis Jumlah Persentase
1 Negara  66,54 6,35%
2 Provinsi  133,01 12,69%
3 Kabupaten  848,85 80,97%
Jumlah  1.048,40 100,00%
No. Jenis Jumlah Persentase
1 Baik  295,51 34,83%
2 Sedang  124,37 14,66%
3 Rusak  130,45 15,37%
4 Rusak Berat  298,16 35,14%
Jumlah  848,49 100,00%
No. Jenis Jumlah Persentase
1 Aspal  356,71 42,02%
2 Kerikil  276,46 32,57%
3 Tanah  215,68 25,41%
4 Lainnya  – 0,00%
Jumlah  848,85 100,00%

Sumber: BPS Kabupaten Dalam Angka, 2021. (Diolah)

 

  • Prasarana Drainase

Kota Kefamenanu adalah kota dengan topografi cenderung datar, sehingga pengaliran air permukaan relatif susah. Kondisi ini mengakibatkan Kota Kefamenanu sangat rawan terhadap genangan. Walaupun demikian kondisi genangan di kawasan permukiman di kawasan perkotaan sampai saat ini belum mengkhawatirkan dikarenakan masih rendahnya tingkat kepadatan penduduk, masih luasnya kawasan berupa tanah kosong yang dapat menampung air pada saat musim penghujan, sudah terbangunnya drainase tersier pada beberapa kawasan permukiman dan juga curah hujan yang relatif rendah, kondisi ini membuat kawasan permukiman di Kota Kefamenanu tidak mengalami genangan air. Untuk pengelolaan drainase kota di Kota Kefamenanu pada awalnya di kelola oleh Dinas PU Kabupaten Timor Tengah Utara akan tetapi sejak tahun 2011 kegiatan pembangunan infrastruktur Keciptakaryaan diserahkan sepenuhnya kepada Dinas Perumahan Penataan Ruang dan Kebersihan (PPRK) Kabupaten Timor Tengah Utara, penyerahan tanggung jawab ini tidak disertai dengan penjelasan tentang data kondisi infrastruktur drainase perkotaan di Kota Kefamenanu, sehingga data yang terkait dengan infrastruktur drainase hanya tahun 2012 saja. Secara visual dan survey lapangan pada kondisi normal di Kota Kefamenanu tidak terjadi genangan yang mengganggu. Genangan terjadi hanya pada saat musim penghujan dan itu pun hanya pada kawasan tertentu saja, kondisi drainase relatif cukup baik, saluran drainase yang tersumbat oleh sampah hanya pada kawasan pasar, sedangkan yang lain relatif lancar. Sampai dengan tahun 2012 hanya 35% infrastruktur drainase saja yang masih dalam kondisi baik.

Untuk genangan air yang terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara hanya ada di kawasan permukiman pengungsi, kawasan permukiman ini belum memiliki sistem drainase yang baik untuk mengalirkan air menuju badan penerima air. Jika terjadi curah hujan yang tinggi maka kawasan ini sering terjadi genangan air.

Pada umumnya kawasan/lingkungan di Kabupaten Timor Tengah Utara belum tersedia saluran drainase yang memadai. Jaringan drainase yang ada khususnya di perkotaan adalah drainase jalan raya untuk menampung air hujan dari atas badan jalan. Jaringan drainase tersebut belum tertata dengan baik bahkan saluran drainase yang ada sudah tidak layak lagi mengalirkan air hujan karena dipenuhi dengan sampah atau kotoran lainnya. Pembuangan air hujan ini umumnya dialirkan ke kali dan atau ke laut sedangkan di daerah pedesaan umumnya masyarakat masih mengandalkan drainase alam seperti sungai/danau yang ada di wilayah tersebut. Genangan yang terjadi umumnya berlangsung antara 6 jam sampai dengan 12 jam.

Pekerjaan saluran drainase lingkungan permukiman kota selama kurun waktu 2017 – 2019 yang dilakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Timor Tengah Utara tersebar dalam Kecamatan Kota Kefamenanu sebagai berikut.

 

Tabel 18

Rekapitulasi Pekerjaan Drainase di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara

No Tahun Panjang (meter)
1 2017 776
2 2018 1.003
3 2019 2.295
Total 4.047

Sumber: Dinas PKP dan Pertanahan Kabupaten TTU, 2019

 

  • Prasarana Persampahan

Untuk menggambarkan kondisi eksisting pengembangan persampahan yang telah dilakukan pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara, diuraikan hal-hal berikut ini:

Pengelolaan persampahan di Kabupaten Timor Tengah Utara umumnya dilakukan dalam skala individu yaitu masyarakat mengelola sampahnya sendiri dengan cara dibakar, dikubur atau dibuang ke tanah kosong yang ada disekitarnya. Produksi sampah di perdesaan umumnya sampah organik dan mudah dimusnahkan sehingga belum memberikan dampak buruk bagi masyarakat kecuali di daerah kumuh nelayan perlu penataan lebih lanjut

Pengelolaan sampah di daerah perkotaan khususnya di Kota Kefamenanu ditangani oleh Instansi Bidang Kebersihan Kabupaten Timor Tengah Utara. Di setiap kawasan permukiman tertentu yang padat penduduknya, di pusat perdagangan dan pasar serta Rumah Sakit Umum Kefamenanu disediakan Tempat Penampungan Sementara (TPS) kemudian setiap hari dengan mobil sampah, sampah-sampah tersebut diangkut dan dibuang ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Produksi sampah yang diangkut belum banyak lebih kurang 12 m3 – 15 m3 per hari yang diangkut oleh 3 truk sampah dengan rata-rata 2 trip/hari. Rendahnya produksi sampah tersebut karena sebagian besar sampah adalah sampah organik yang mudah dimusnahkan oleh masyarakat dengan cara membakar sampah-sampah tersebut.

Pengelolaan dan penanganan persampahan di Kabupaten Timor Tengah Utara saat ini ditangani oleh Bidang Kebersihan pada Dinas Perumahan, Penataan Ruang dan Kebersihan (PPRK) Kabupaten Timor Tengah Utara. Dalam pelaksanaan pengelolaan sampah di Kabupaten Timor Tengah Utara mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara No. 53/Tahun 2001 Tanggal 16 Oktober 2001 tentang pengelolaan persampahan. Penanganan persampahan di Kabupaten Timor Tengah Utara belum mendapatkan perhatian yang serius/utama dari pemerintah daerah, hal ini bisa dilihat dari alokasi anggaran yang kecil untuk penanganan persampahan maupun sarana/prasarana persampahan yang sangat terbatas. Untuk penanganan persampahan di Kabupaten Timor Tengah Utara lebih banyak diserahkan kepada masyarakat dalam hal ini sampah yang berasal dari rumah tangga langsung dikelola oleh masyarakat dengan cara dikumpulkan pada TPS-TPS dan kemudian dibakar. Berdasarkan data BPS (Kabupaten Timor Tengah Utara dalam Angka Tahun 2012), volume sampah di Kota Kefamenanu Tahun 2010 mencapai 159,68 m3/hari. Untuk penanganan sampah di Kota Kefamenanu telah dibangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tublopo pada Tahun 2005, namun pengelolaannya masih dilakukan dengan Sistem Open dumping dan pengelolaan TPA tidak dilakukan sesuai prosedur yang ada. Hal ini perlu mendapat perhatian mengingat pengelolaan TPA harus ditingkatkan dari sistem Open dumping menjadi sistem Control Landfill atau Sanitary landfill. Pada TPA Tublopo, sampah yang diangkut tidak dibuang pada tempat semestinya tetapi dibuang pada sekitar akses jalan menuju TPA sehingga menyebabkan kendaraan truk operasional pengangkut sampah sering mengalami kerusakan ban/mesin. Kendala lain dalam penanganan sampah di Kabupaten Timor Tengah Utara selain karena masih sangat terbatasnya biaya operasional dan terbatasnya tenaga operasional juga kurang sadarnya masyarakat dalam membuang sampah menjadi Penyebab masih rendahnya penanganan sampah di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Kondisi eksisting pengembangan persampahan sebagaimana diuraikan di atas ditampilkan dalam tabel berikut ini:

Tabel 19

Kondisi Prasarana Persampahan di Kabupaten Timor Tengah Utara

No Uraian Volume
1 Cakupan Pelayanan 38,26%
2 Perkiraan Timbunan Sampah 159,69 m3/hari
3 Timbunan Sampah Terangkut:

– Permukiman

– Non Permukiman

– Total

 

7,98 m3/hari

47,90 m3/hari

55,80 m3/hari

4 Kapasitas Pelayanan TPA 6,10 m3/hari

Sumber: RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Timor Tengah Utara Tahun 2017-2021. (Diolah)

 

Tabel 20

 Jumlah Jenis Pewadahan dan Daerah Pelayanan Penampungan Sampah di Kabupaten Timor Tengah Utara

Jenis Pewadahan Daerah Pelayanan Penampungan Sampah Total
Permukiman Pasar Tempat Umum Rumah Makan dan Pertokoan Jalan Protokol
Tong plastik 325 81 238 644
Bak pasangan bata 4 11 13 3 33 64
Kontainer 1 11 12
Total 330 11 105 241 33 720

Sumber: BPS Kabupaten TTU, 2020

 

  • Prasarana Telekomunikasi

Prasarana telekomunikasi yang dikembangkan di Kabupaten Timor Tengah Utara, meliputi:

  1. Jaringan prasarana telekomunikasi sistem kabel yang berada di perkotaan Kefamananu dan Wini serta Napanmen jadi sistem Serat Optik.
  2. rencana pengembangan prasarana telekomunikasi sistem fiber optik dikembangkan pada wilayah pusat-pusat pertumbuhan dan sepanjang jalan kolektor;
  3. Rencana pengembangan prasarana telekomunikasi melalui sistem seluler terus ditingkatkan perkembangannya melalui tower-tower Base Transceiver Station (BTS) yang dikembangkan di seluruh kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Utara agar seluruh wilayah dapat terjangkau;
  4. Mengarahkan pemanfaatan secara bersama pada satu tower BTS untuk beberapa operator telepon seluler dengan pengelolaan secara bersama pula hingga menjangkau ke pelosok perdesaan; dan
  5. Rencana pengembangan prasarana telekomunikasi sistem satelit dilakukan untuk meningkatkan pelayanan di wilayah terpencil atau yang tidak bisa dilayani oleh kedua sistem lainnya.

Adapun rencana pengembangan sistem jaringan prasarana telematika, meliputi:

  1. prasarana telematika yang dikembangkan, meliputi sistem kabel, sistem seluler, dan sistem satelit.
  2. rencana sistem jaringan prasarana telematika akan terus ditingkatkan perkembangannya hingga mencapai pelosok wilayah yang belum terjangkau sarana prasarana telematika mendorong kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan;
  3. rencana penyediaan infrastruktur telematika, berupa tower Base Transceiver Station (BTS) khususnya pada wilayah yang belum mendapatkan pelayanan;

 

  • Jaringan Listrik dan Penerangan

Dikarenakan keterbatasan data. Profil prasarana listrik di Kabupaten Timor Tengah Utara adalah sebagai berikut:

Tabel 21

Profil Kelistrikan di Kabupaten Timor Tengah Utara

Tahun Daya Terpasang (KW) Produksi Listrik (KWh) Listrik Terjual (KWh) Dipakai Sendiri (KWh) Susut/Hilang (KWh)
2020 53.585.207

Sumber: BPS Kabupaten Dalam Angka, 2021. (Diolah)

Sedangkan bila kita meninjau jaringan penerangan, sumber penerangan masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

 

Tabel 22

 Data Sumber Penerangan di Kabupaten Timor Tengah Utara

No. Jenis Perkotaan Pedesaan Total
1 Listrik PLN dengan Meteran 74,31% 69,80% 70,38%
2 Listrik PLN Tanpa Meteran 25,16% 13,09% 14,64%
3 Listrik Non PLN 0,00% 7,61% 6,64%
4 Bukan Listrik 0,53% 9,50% 8,35%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00%

Sumber: Statistik Kesejahteraan Provinsi NTT, 2020

 

  • Jaringan Air Bersih dan Air Minum

Sumber air minum di Kabupaten Timor Tengah Utara sebagian besar berasal dari sumur terlindung (30,71%) dan mata air terlindung (23,82%). Perincian sumber air minum dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

 

Tabel 23

 Sumber Air Minum di Kabupaten Timor Tengah Utara

No Jenis Perkotaan Pedesaan Total
1 Air Kemasan 6,64% 0,00% 0,85%
2 Air Isi Ulang 23,78% 3,38% 6,00%
3 Ledeng Meteran 0,15% 11,13% 9,72%
4 Sumur Bor 19,38% 15,36% 15,88%
5 Sumur Terlindung 26,17% 31,38% 30,71%
6 Sumur Tak Terlindung 15,12% 2,67% 4,27%
7 Mata Air Terlindung 0,00% 27,32% 23,82%
8 Mata Air Tak Terlindung 0,00% 1,57% 1,37%
9 Air Permukaan, Hujan dan Sumber Tidak Terlindung 8,76% 7,19% 7,38%
10 Air Hujan 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00%

Sumber: Statistik Kesejahteraan Provinsi NTT, 2020

 

Untuk kualitas air minum, sebanyak 67,72% penduduk mengakses air minum bersih sehingga prasarana air minum menjadi salah satu prasarana yang perlu ditingkatkan di Kabupaten Timor Tengah Utara.

 

  • Sarana Sanitasi

Sarana Sanitasi di Kabupaten Timor Tengah Utara dapat ditinjau dari jenis tempat pembuangan akhir tinja serta kepemilikan fasilitas pembuangan akhir tinja. Di Kabupaten Timor Tengah Utara, dominasi jenis tempat pembuangan akhir tinja adalah IPAL/ Septic Tank sebesar 80,22%. Perinciannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

 

Tabel 24

 Jenis Tempat Pembuangan Akhir Tinja di Kabupaten Timor Tengah Utara

No Jenis  Jumlah Persentase
1 IPAL/ Septic Tank 80,22%
2 Lubang Tanah 19,70%
3 Lainnya 0,08%
Jumlah   100,00%

Sumber: Statistik Kesejahteraan Provinsi NTT, 2020

 

Adapun berdasarkan kepemilikannya, sebanyak 81,23% telah memiliki fasilitas BAB sendiri. Sedangkan terdapat 6,22% masyarakat yang tidak memiliki fasilitas BAB.

 

Tabel 25

 Kepemilikan Fasilitas BAB di Kabupaten Timor Tengah Utara

No. Jenis Perkotaan Pedesaan Total
1 Sendiri 89,86% 79,95% 81,23%
2 Sendiri namun Bersama 9,13% 12,37% 11,95%
3 Komunal 0,00% 0,69% 0,60%
4 Tidak Ada Fasilitas 1,01% 6,99% 6,22%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00%

Sumber: Statistik Kesejahteraan Provinsi NTT, 2020

 

Pekerjaan instalasi sanitasi perkotaan di Kabupaten TTU di dalam wilayah prioritas perbatasan darat Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dapat dilihat pada tabel berikut.

 

Tabel 26

 Pekerjaan Sanitasi di Kabupaten Timor Tengah Utara di Wilayah Perbatasan RI – RDTL

Tahun Pekerjaan Desa / Kelurahan Kecamatan Kegiatan Pembangunan Sasaran (KK)
2016 IPAL Komunal Kombinasi MCK + 25 Sambungan Rumah (SR) Desa Suanae Miomafo Barat 25 SR 25
Desa Naikake B Mutis 25 SR 25
Desa Oepuah Biboki Moenleu 25 SR 25
Desa Tubu Bikomi Nilulat 25 SR 25
Desa Baas Bikomi Utara 25 SR 25
Desa Wini Insana Utara 25 SR 25
Desa Napan Bikomi Utara 25 SR 25
Desa Sunkaen Bikomi Nilulat 25 SR 25
TOTAL 200
2017 IPAL Komunal Kombinasi MCK + 25 Sambungan Rumah (SR) Desa Naikake B Mutis 25 SR 25
Desa Sono Bikomi Tengah 25 SR 25
TOTAL 50
2018 Septik Tank Individual Desa Oepuah Biboki Moenleu 95 Unit 95
Desa Sunsea Naibenu 95 Unit 95
Desa Sifaniha Biboki Anleu 95 Unit 95
Desa Haumeni Ana Bikomi Utara 95 Unit 95
Desa Manusasi Miomaffo Barat 95 Unit 95
TOTAL 475
2019 Ipal Skala Komunal Desa Benus Naibenu 10 Unit 50
Desa Napan Bikomi Utara 10 Unit 50
Desa Sallu Miomaffo Barat 10 Unit 50
Desa Ponu Biboki Anleu 11 Unit 51
TOTAL 201
SUB TOTAL 926

Sumber: Dinas PKP dan Pertanahan Kabupaten TTU, 2021

 

Tabel 27

 Pekerjaan Sanitasi di Kabupaten Timor Tengah Utara di Kecamatan Kota Kefamenanu

Tahun Pekerjaan Desa / Kelurahan Kecamatan Kegiatan Pembangunan Sasaran (KK dan Siswa)
2017 IPAL Komunal Kombinasi MCK + 25 Sambungan Rumah (SR) Kelurahan Kefa Selatan Kota Kefamenanu 25 SR 25
Kelurahan Sasi Kota Kefamenanu 25 SR 25
TOTAL 50
2019 IPAL Komunal kombinasi 25 SR Kel. Kefa Tengah Kota Kefamenanu 25 SR 25
TOTAL   25
IPAL Komunal Kombinasi MCK + Lembaga Pendidikan SMP ST. Antonius Padua Sasi Kota Kefamenanu 2 Unit MCK 300
TOTAL   300
  SUB TOTAL KK   75
  SUB TOTAL SISWA   300

Sumber: Dinas PKP dan Pertanahan Kabupaten TTU, 2021

 

  • Sarana Peribadatan

Sarana peribadatan di Kabupaten Timor Tengah Utara adalah masjid, musholla, gereja protestan, gereja katolik, pura, dan vihara. Jumlah sarana peribadatan di Kabupaten Timor Tengah Utara terangkum dalam tabel di bawah ini.

 

Tabel 28

 Jumlah Fasilitas Peribadatan di Kabupaten Timor Tengah Utara

No Jenis Jumlah Persentase
1 Masjid  7 2,66%
2 Musholla  5 1,90%
3 Gereja Protestan  55 20,91%
4 Gereja Katolik 195 74,14%
5 Puta  1 0,38%
6 Vihara  – 0,00%
Jumlah 263  100%

Sumber: BPS Provinsi NTT Dalam Angka, 2021

 

  • Sarana Pendidikan

Sarana pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Utara terdiri dari SD, SMP, SMA, SMK, dan Universitas. Jumlah Sarana pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Utara terangkum dalam tabel di bawah ini.

 

Tabel 29

Jumlah Fasilitas Pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Utara

No Jenis Jumlah Persentase
1 SD  182 56,88%
2 SMP  85 26,56%
3 SMA  32 10,00%
4 SMK  19 5,94%
5 Universitas  2 0,63%
Jumlah 320 100,00%

Sumber: BPS Provinsi NTT Dalam Angka, 2021

 

  • Sarana Kesehatan

Sarana kesehatan terdiri dari rumah sakit, rumah sakit bersalin, poliklinik, puskesmas, puskesmas pembantu, dan apotek. Jumlah sarana kesehatan di Kabupaten Timor Tengah Utara terangkum dalam tabel di bawah ini.

Tabel 30

 Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Timor Tengah Utara

No Jenis Jumlah Persentase
1 Rumah Sakit  3 3,95%
2 Rumah Sakit Bersalin  – 0,00%
3 Poliklinik  10 13,16%
4 Puskesmas  26 34,21%
5 Puskesmas Pembantu  31 40,79%
6 Apotek  6 7,89%
Jumlah 76 100,00%

Sumber: BPS Provinsi NTT Dalam Angka, 2021

 

  • Sarana Perdagangan

Sarana perdagangan di Kabupaten Timor Tengah Utara terdiri pasar, toko, kios, dan warung. Jumlah sarana perdagangan di Kabupaten Timor Tengah Utara terangkum dalam tabel berikut.

 

Tabel 31

Fasilitas Perdagangan dan Jasa Menurut Kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Utara, 2015

No Kecamatan Jenis Perdagangan Jumlah
Besar Menengah  Kecil Rumah Makan
1 Miomaffo Barat 2 3 52 3 60
2 Miomaffo Tengah 3 11 14
3 Musi 2 4 6
4 Mutis 1 3 4
5 Miomaffo Timur 56 56
6 Noemuti 1 50 55
7 Bikomi Selatan 7 18 27
8 Bikomi Tengah 4 3 7
9 Bikomi Nilulat
10 Bikomi Utara 9 9
11 Naibenu 2 5 7
12 Noemuti Timur 1 80 81
13 Kota Kefamenanu 38 278 755 80 1.151
14 Insana 4 14 133 6 157
15 Insana Utara 18 42 7 67
16 Insana Barat 2 6 8
17 Insana Tengah 2 13 15
18 Insana Fafinesu 1 1 2
19 Biboki Selatan 3 3 40 1 47
20 Biboki Tanpah 3 31 34
21 Biboki Moenleu 9 8 1 18
22 Biboki Utara 1 1 27 1 29
23 Biboki Anleu 6 1 31 2 39
24 Biboki Feotleu 4 2 6
Timor Tengah Utara 114 304 1.380 101 1.899

Sumber: Kabupaten TTU Dalam Angka 2016

 

 

Tabel 32

 Jumlah Sarana Perdagangan di Kabupaten Timor Tengah Utara

No Jenis Jumlah Persentase
1 Pasar  32 5,00%
2 Toko  80 12,50%
3 Kios  449 70,16%
4 Warung  79 12,34%
Jumlah 640 100,00%

Sumber: Kabupaten Dalam Angka, 2020

 

  • Ruang Terbuka Hijau

Kawasan peruntukan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten TTU berada di Kota Kefamenanu (1.919,51 ha) dan Kecamatan Insana Utara (700,76 ha). Berikut ini rincian dari ruang terbuka hijau yang berada di Kabupaten Timor Tengah Utara pada tahun 2018.

 

Tabel 33

 Persebaran kawasan RTH di Kabupaten Timor Tengah Utara 2018

No Jenis RTH Lokasi Luas (Ha)
Kota Kefamenanu 1.919,51
1 Hutan Kota Bukit Kensulat 100
Bukit Beonbat 30,3
Bukit Soeb 72,71
Bukit Maol 1.668
2 Taman Kota dan Lapangan Olahraga Depan rumah jabatan 0,85
Depan kantor bupati 4,6
3 TPU TMP Km. 9 0,82
TPU Bijaesunan 11,57
TPU Km. 6 0,62
TPU Belakang PLN 0,94
4 Median Jalan Tugu HKSN – Kantor DPRD 1,1
Tugu Biinmaffo – Unimor  
Tugu HKSN – Noemeto  
Depan kantor bupati  
Depan rumah jabatan  
5 Embung Depan DPRD (pinggir jalan 12
Depan DPRD (bagian dalam) 16
Kecamatan Unsana Utara (Kawasan Perkotaan Wini) 700,76
1 Taman Kota Los lintas batas negara 9,40
Pantai Libas 2,42
2 Median Jalan PLBN s.d Maesmolo 58,60
3 Lapangan Olahraga Stadion Wini 3,34
4 Hutan Produksi Bifemnasi Tanjung Bastian, Manufonu 627

Sumber: Naskah Akademik RTH Kawasan Perkotaan Kabupaten TTU, 2018

 

Berdasarkan SK.7875/MenLHK-PHPL/KPHP/HPL.0/12/2020, Kabupaten Timor Tengah Utara memiliki kawasan hutan dengan luas 263.833,17 ha, meliputi Area Penggunaan Lain (149.045,72 ha), Cagar Alam (2.426,82 ha), Hutan Lindung (40.661,02 ha), Hutan Produksi (16.150,05 ha), Hutan Produksi Konversi (300,78 ha), dan Hutan Produksi Terbatas (55.248,77 ha). Adapun kawasan perkebunan seluas 41.602,96 ha dan kawasan pertanian seluas 19.325,18 ha (Pertanian Lahan Basah 3.314,32 ha dan Pertanian Lahan Kering 16.010,87 ha).